Hukum & Kriminal

Selamat Jalan Sertu La Ongge

Situasi terkini di RSUD

MIMIKA, BM

Kabar duka kembali menyelimuti Satuan TNI-Polri di Kabupaten Mimika, pasalnya salah seorang prajurit terbaik dari satuan TNI meninggal dunia akibat tertembak saat melaksanakan tugasnya di Distrik Jila.

Kronologi kejadian yang diterima BeritaMimika, sekitar pukul 05.00 WIT, Senin (9/3), Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) menyerang pos Koramil Jila. Penyerangan ini mengakibatkan Sertu La Ongge tertembak di bagian telinga.

Ia kemudian dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Mimika. Namun tidak lama berselang, almarhum menembuskan nafas terakhir di RSUD.

Di kamar jenazah, selain Dandim 1710 Mimika Let. Inf Pio L Nainggolan hadir pula Danrem 174/ATW Brigjen TNI R Agus Abdurrauf. Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob juga meluangkan waktunya melayat jenazah di RSUD.

“Mewakili pemerintah daerah dan masyarakat Mimika saya sampaikan turut berdukacita. Almarhum ini saya tahu persis dulu waktu pileg beliau sangat aktif. Semoga keluarga diberikan kekuatan menghadapi duka ini,” ujarnya singkat kepada media.

Hingga saat ini, Dandim Mimika belum dapat dimintai keterangan terhadap penyerangan tersebut. Pasalnya ia bersama jajarannya sedang memberikan perhatian kepada almarhum dan keluarga korban di RSUD.

Sementara di RSUD, keluarga almarhum terus berdatangan. Bersama anggota TNI, mereka saat ini sedang mempersiapkan pemulangan jenazah ke rumah duka.

Kepada BeritaMimika, salah satu kerabat koban mengatakan almarhum memiliki 3 putera, anak sulung merupakan pelajar salah satu SMP di Timika.

“Kami sama-sama tinggal di asrama kodim,” ujarnya singkat. (Ronald)

Almarhum Sertu La Ongge Ditembak Saat Mengambil Wudhu

Almarhum Sertu La Ongge

MIMIKA, BM

Almarhum Sertu La Ongge ditembak Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) di samping Pos Pamrahwan di Distrik Jila, usai mengambil wudhu untuk menunaikan shalat subuh.

Kepada wartawan, Dandim 1710 Mimika, Let Inf Pio. L Nainggolan mengatakan hal tersebut di RSUD Mimika, Senin (9/3).

“Setelah ambil wudhu sekitar jam 05.00 Wit, ia kembali ke pos namun tiba-tiba terdengar tembakan. Prajurit kami terkena tembakan rekoset (peluru yang terpantul-red) di telinga kiri bagian bawah,” ungkapnya.

Korban kemudian dibopong ke Pos Pamrahwan 754 yang juga berada di Jila sambil dilakukan siaga 1. Mereka kemudian meminta agar korban di evakuasi.

“Kami siapkan dua helikopter penerbad tapi terkendala cuaca. Kita tahu cuaca di Jila seperti apa. Pukul 09.20 helikopter diberangkatkan. Kembali ke RSUD pukul 10.50 Wit. Namun ketika tiba di RSUD, lima menit kemudian dokter sampaikan prajurit kami sudah meninggal,” ujar Dandim.

Setelah dari RSUD, jenazah kemudian diantar ke Mesjid Al Askar untuk dishalatkan. Setelah itu diantar ke rumah duka tepatnya di asrama Kodim (rumah dinas-red).

“Kami sudah koordinasi dengan keluarga dan Danramil di Bau-Bau, besok pagi jenazah akan di kirim ke sana. Mereka akan menyiapkan upacara pemakaman di kampung halaman,” jelasnya.

Dandim mengatakan, kejadian penembakan ini telah dilaporkan dan almarhum langsung menerima kenaikan pangkat menjadi Serka Anumerta. Almarhum meninggalkan seorang isteri dan tiga orang putera yang masih anak-anak.

“Almarhamun sudah bertugas hampir 22 tahun dan terakhir ia bertugas di Koramil 1710/05 Jila. Jumlah anggota kami di Jila termasuk dari 754 ada 22 orang,” katanya.

Dandim belum dapat memastikan KKSB kelompok mana yang melakukan penembakan tersebut. Namun pihaknya akan melakukan penyelidikan terhadap kejadian ini.

“Kami akan cari. Terkait masalah ini kami tidak ada penambahan pasukan secara spesifik baik yang dari 754 maupun kodim. Tentu saja akan ada pertukaran personil termasuk yang gantikan almarhum. Kami sudah infokan juga sedari awal ke pos lainnya untuk siaga 1,” ungkapnya. (Ronald)

Malam Ini 614 Warga Tembagapura Dievakuasi ke Timika

 Warga dievakuasi membawa keperluan seadanya

MIMIKA, BM

Sebanyak 614 jiwa masyarakat Distrik Tembagapura yang berasal dari beberapa kampung meminta TNI-Polri, PT Freeport dan pemerintah daerah untuk mengevakuasi mereka ke Timika.

Warga minta dievakuasi lantaran mereka kesulitan mendapatkan bahan kebutuhan pokok sejak kehadiran Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) di wilayah itu akhir-akhir ini.

Saat ini, Minggu (8/3) tepatnya mulai pukul 18.00 Wit, evakuasi sudah dilakukan. Dua bus kini sedang melakukan perjalanan membawa sebagian warga dari Tembagapura menuju Timika. Rencananya, evakuasi akan menggunakan 10 kendaraan bus milik PT. Freeport.

Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob, kepada BeritaMimika mengatakan warga yang meminta dievakuasi ke Timika berasal dari Kampung Banti 1, Banti 2, Opitawak dan Kimbeli.

"Total masyarakat yang akan dievakuasi Minggu petang ini ke Timika sebanyak 614 orang. Dari Opitawak 42 orang, Kimbeli 241 orang, Banti 1 sebanyak 163 orang dan Banti 2 ada 168 orang,” ujarnya.

Wabup mengatakan, berdasarkan laporan dari Kepala Distrik Tembagapura Marthinus Nuboba, warga yang meminta segera dievakuasi ini didominasi oleh warga Suku Amungme yang selama ini merupakan penduduk tetap di wilayah Distrik Tembagapura.

Mereka juga meminta Pemkab Mimika menyediakan tempat penampungan sementara di Timika dan baru akan kembali ke kampung halaman mereka setelah situasi keamanan di Distrik Tembagapura pulih kembali.

Dikatakan Wabup John, Pemda Mimika kini terus berkoordinasi dengan berbagai pihak termasuk manajemen PT Freeport Indonesia untuk menyiapkan tempat penampungan sementara bagi warga yang dievakuasi.

"Kami dari Pemkab Mimika sebetulnya bisa memfasilitasi penampungan warga ini, tapi karena permintaan mereka sangat mendadak sehingga kami perlu berkoordinasi dengan semua pihak secara baik dimana tempat yang bisa digunakan untuk menampung warga ini untuk sementara waktu. Tentu kami juga harus memikirkan bagaimana makan-minum mereka (dapur umum), fasilitas MCK (Mandi, Cuci, Kakus), pelayanan kesehatan dan lain-lain. Sebab warga yang datang ini jumlahnya cukup banyak," kata Johannes.

Sebelumnya pada Jumat (6/3) dan Sabtu (7/3), warga Distrik Tembagapura yang telah dievakuasi ke Timika sudah berjumlah lebih dari 900 jiwa.

Setiba di Timika, mereka langsung diantar menuju rumah kerabatnya di seputaran Kota Timika yaitu Kwamki Lama, SP12, SP13, SP9, Irigasi, SP4, SP2, SP3 dan lainnya.

"Warga yang kemarin dievakuasi dari Tembagapura itu langsung diantar ke rumah keluarganya di Timika. Ada juga yang punya rumah sendiri di Timika. Yang kami khawatirkan begitu warga yang sekarang ini kami tampung di tempat khusus, nanti yang kemarin dievakuasi dari Tembagapura itu juga meminta perhatian yang sama. Tapi kita teta akan prioritaskan pelayanan untuk mereka," ungkapnya. (Ronald)

Top