2.941 Anak Sekolah di Wilayah Kerja Puskesmas Timika Mulai Diimunisasi

Seorang Siswa SD Negeri 3 menahan rasa takut saat diberikan Imunisasi pada program BIAS

MIMIKA, BM

2.941 anak Sekolah Dasar (SD) di Timika mulai diberikan imunisasi pada program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS).

Kegiatan imunisasi yang dilakukan khusus di wilayah Puskesmas Timika ini sudah dimulai sejak Senin 23 Agustus 2021 di 13 sekolah.

Adapun sasaran untuk kelas 1 totalnya 993 anak, kelas 2 sasarannya 929 anak dan sementara kelas 5 sasarannya 1.019 anak.

Adapun 13 sekolah yang berada di wilayah kerja Puskesmas Timika yakni, SDN 3 Mimika, SD Koperapoka 1, SD Muhammadiyah dan SD Yapis Alfurqon.

Selain itu YPPK Waonaripi, SD YPPK Ebenhaeser, SD Efata School, SD Inpres Nayaro, SD Inpres Kami 2, SDN 4, SD Shining Star, SD Madani dan sekolah Advent.

Kepala Puskesmas Timika, dr Mozes Untung saat ditemui BM mengatakan, imunisasi anak sekolah ini diberikan kepada siswa kelas 1, 2 dan kelas 5 tingkat sekolah dasar. Untuk jenisnya juga berbeda yakni imunisasi TD, DT dan Campak rubella.

"Jadi mereka mendapatkan 3 jenis vaksin. Ketiga jenis imunisasi ini untuk mencegah penyakit difteri, campak dan rubella," ujarnya.

Ia menjelaskan, ketiga penyakit ini memberikan dampak yang sangat besar dalam pertumbuhan anak dan bahkan dapat menyebabkan kecacatan.

"Kita harus berikan imunisasi ini kepada anak-anak sedini mungkin agar mereka terlindungi dari tiga penyakit tersebut," ungkapnya.

Dengan imunisasi, walaupun anak kemudian terkena sakit gejalanya akan ringan dan tidak sampai menimbulkan kecacatan atau kematian.

"Karena penyakit ini akan menyebabkan cacat. Campak kan bisa menyebabkan buta sampai kematian. Sementara diftery kalau kena anak-anak bisa menyebakan gangguan jantung dan rubella menyebabkan cacat," ujarnya.

Ditanya apakah ada penolakan dari orang tua pada program BIAS? dr Mozes mengatakan BIAS merupakan salah satu cara meningkatkan kualitas kesehatan anak agar dalam perkembangannya mereka menjadi generasi yang sehat.

"Selama pemberitahuannya dilakukan dari awal, kerja sama dengan pihak sekolah dan advokasi kepada orang tua dilakukan baik maka penolakan tidak terlalu berarti," ungkapnya. (Shanty)

Top