Sambut HUT MIND ID ke-5, PTFI Kunjungi Dua Panti Asuhan

Foto bersama anak panti dan pembina

MIMIKA, BM

Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-5 BUMN Holding Industri Pertambangan atau Mining Industry Indonesia (MIND ID) yang jatuh pada 27 November mendatang, PT Freeport Indonesia yang tergabung dalam MIND ID memberikan bantuan ke dua panti asuhan yakni Panti Asuhan Santa Susana dan Panti Asuhan Laskar Pelangi.

Pemberian bantuan tersebut dikemas dalam kegiatan bakti sosial yang berlangsung, Kamis (10/11/2022) dengan memberikan sejumlah bantuan berupa sembako, peralatan tidur seperti kasur dan bantal, peralatan makan, peralatan mandi dan peralatan sekolah.

Bantuan tersebut diserahkan secara langsung oleh Vice Presiden Community Development PT Freeport Indonesia, Nathan Kum.

Vice Presiden Community Development PT Freeport Indonesia, Nathan Kum dalam sambutannya mengingatkan kepada anak-anak panti asuhan agar jangan lupa dengan orang tua yang sudah mengurus kalian karena biasanya kalau sudah jadi besar, ketemu suku kalian kadang sudah lupa.

"Walaupun susah payah kita hidup dengan orang yang selalu sama-sama dengan kita tapi kalau kita sudah jadi orang sukses atau sudah dapat pekerjaan kadang akan lupa dari mana kita dibesarkan dulu," ungkapnya 

Katanya, anak-anak yang berada di panti harus menganggap mereka yang sudah diangkat jadi orangtua di sini sebagai orangtua mereka.

Ia juga mengatakan, bakti sosial ini dalam rangka HUT MIND ID ke-5 dan ini sebagai bentuk tanggungjawab sosial bersama tidak hanya pemerintah tapi juga perusahaan dalam memperhatikan anak-anak binaan panti asuhan.

"Bantuan yang diberikan seperti kasur, kipas, tong sampah dan lainnya ini kami minta agar digunakan baik. Jangan lihat nilainya tapi kebersamaan kita di sini. Apalagi di Panti Asuhan Santa Susana, anak yang dibina 90 persen adalah anak-anak asli Papua lebih khusus dari 7 suku. Untuk itu kami berikan apresiasi kepada pengurus panti yang mengurus anak-anak generasi Papua. Ini sangat luar biasa,” tutur Nathan Kum.

Sementara, Ketua Panitia, Tasya Worabay mengatakan, kenapa harus bakti sosial karena panitia mengacu pada surat dari MIND ID untuk memberikan bantuan berupa bakti sosial kepada panti asuhan.

"Jadi kita memberikan bantuan memang mengacu dari surat yang diberikan oleh MIND ID. Kami pilih dua panti asuhan yakni Panti Asuhan Laskar Pelangi dan Panti Asuhan Santa Susana setelah kami lakukan survey. Kami prioritaskan panti asuhan yang selama ini belum dijangkau oleh perusahaan maupun masyarakat,” katanya.

Dan, kata Tasya, bantuan yang diberikan juga sesuai dengan kebutuhan dari panti asuhan tersebut. Bantuan yang diberikan kepada Panti Asuhan Laskar Pelangi itu bahan mentah berupa daging ayam, daging, telur, beras dan lain sebagainya.

Sedangkan, untuk di Panti Asuhan Santa Susana bantuan yang diberikan berupa bahan mentah, peralatan tidur, makan, mandi, sekolah dan lainnya.

"Tidak hanya itu, sebelumnya di hari Senin kami sudah melakukan penyemprotan malaria dan pemeriksaan kesehatan khusus di Panti Asuhan Santa Susana," Ungkapnya.

Selanjutnya, Pendiri Panti Asuhan Santa Susana, Magdalena Ema Nunang mengatakan, Panti Asuhan Santa Susana berada dalam naungan Yayasan Peduli Kasih Binaan Sahabat Mgr. Gabriel Manek SVD (SMGM) Timika.

Panti Asuhan Santa Susana ini aktif bergerak mulai 2016, ditetapkan berdiri 24 Februari 2018 dan peresmian secara sah oleh Pemerintah Kabupaten Mimika pada 9 Desember 2021.

Sejak dibuka, panti asuhan ini telah mengasuh 82 orang anak. Dan jumlah anak per 31 Oktober 2022 adalah 44 anak terdiri dari laki-laki 23 orang dan perempuan 21 orang dengan rentang usia 9 bulan hingga 11 tahun.

"Anak-anak yang diasuh terdiri dari anak broken home, terlantar dan yatim atau piatu. Biaya keseharian didapatkan melalui hasil penjualan ayam dan babi serta dari donatur," Kata Magdalena.

Magdalena menjelaskan, sebagian besar anak-anak yang dibina sudah mulai memasuki usia sekolah terdiri dari sebanyak 27 orang SD dan 10 orang TK.

Sedangkan, yang lainnya belum memasuki usia sekolah termasuk bayi 9 bulan yang dititipkan oleh orang tuanya sebelum meninggal dunia. (Shanty Sang)

Top