Budaya

Mimika Terpilih Sebagai Tuan Rumah Konferensi Nasional Kota Toleransi II

Bupati Mimika Johannes Rettob

MIMIKA, BM

Kabupaten Mimika, Papua Tengah dipercaya menjadi tuan rumah Konferensi Nasional Kota Toleransi yang kedua tahun 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 16 November mendatang.

Bupati Mimika Johannes Rettob mengatakan, penunjukan ini diberikan oleh Kementerian Agama dan pelaksana kegiatan karena Mimika dinilai sebagai kabupaten terharmoni di Indonesia.

"Mimika dipilih sebagai tuan rumah karena dianggap sebagai daerah yang harmonis, dengan masyarakat yang hidup rukun meski berbeda agama, bahasa dan budaya," ucap Bupati JR.

Bupati menjelaskan, saat ini Pemkab Mimika bersama FKUB telah mulai melakukan koordinasi, dengan rapat persiapan pertama yang akan dijadwalkan segera. Konferensi ini pun akan dihadiri banyak kepala daerah dari seluruh Indonesia.

“Sekarang kita semua, termasuk masyarakat harus tunjukkan kepada orang yang datang ke sini, bahwa memang di Mimika dapat melihat harmoni, kita baik, saling mendukung, berbeda agama, bahasa, budaya, tapi tetap kita jalan bersama,” ujarnya.

Konferensi ini diharapkan menjadi ajang pembuktian bahwa Mimika mampu menjaga toleransi dan keharmonisan sosial. Pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk menyukseskan acara nasional tersebut dengan dukungan penuh masyarakat.

“Kami harapkan konferensi ini mampu menjaga toleransi dan keharmonisan sosial di Mimika. Kami juga mengajak masyarakat untuk menyukseskan acara nasional ini,” ungkapnya. (Shanty Sang)

Wabup Mimika Soroti Pentingnya Peran Pemuda Dalam Melestarikan Budaya

Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong saat mengunjungi stan pada festival budaya

MIMIKA, BM

Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, mengapresiasi pelaksanaan Festival Seni Budaya Tahun 2026 yang digelar Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Mimika sebagai wadah untuk memperkenalkan sekaligus melestarikan seni dan budaya lokal kepada generasi muda.

Apresiasi tersebut disampaikan Emanuel saat menutup Festival Seni Budaya 2026 di Lapangan Eks Pasar Swadaya, Kamis (8/10/2026).

Festival budaya ini melibatkan pelajar, pelaku UMKM, sanggar tari, sanggar seni, pengukir, pemahat, pelaku kuliner, serta masyarakat.

Festival Seni Budaya 2026 juga dirangkaikan dengan Hari Kebudayaan 2026 dan rangkaian perayaan HUT ke-30 Kabupaten Mimika yang puncaknya akan dilaksanakan pada 12 Oktober 2026.

Wabup Emanuel secara khusus mengapresiasi keterlibatan para pemuda dan pelajar SMP maupun SMA dalam berbagai kegiatan selama festival. Menurutnya, keterlibatan generasi muda menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan seni dan budaya daerah.

“Penampilan seni musik akustik tradisional, tarian warisan leluhur, cerita rakyat, hingga pameran kuliner dan kerajinan tangan membuktikan bahwa kebudayaan lokal Mimika hidup kuat dan menjadi kekayaan yang tak ternilai," kata Wabup Kemong.

Ia berpesan agar karya yang ditampilkan para seniman, pelaku budaya, pengrajin, dan pelaku kuliner selama festival tidak berhenti sebagai pertunjukan, tetapi terus menjadi bagian dari upaya memperkenalkan dan melestarikan kekayaan budaya Mimika.

“Seluruh karya yang dipersembahkan oleh para seniman, pelaku budaya, pengrajin, dan pelaku kuliner selama festival ini harus terus menjadi cermin kekayaan budaya daerah sekaligus menginspirasi generasi muda untuk melestarikan warisan leluhur di tanah Mimika,”ujarnya.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sehingga ruang bagi generasi muda untuk mengenal, mempelajari, dan mengembangkan seni serta budaya lokal semakin terbuka.

Dikatakan, berakhirnya festival ini bukan berarti berakhir pula semangat untuk melestarikan budaya. Festival ini harus menjadi momentum kebangkitan budaya dan bukan sekedar kegiatan seremonial.

"Oleh karena itu, marilah kita terus merawat cerita leluhur dengan mewariskan kepada anak dan cucu, menghidupkan musik tradisional dengan memainkan dan mengajarkan kepada generasi muda, melestarikan busana adat sebagai identitas kita, serta mencintai, mendukung produk lokal sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari," pungkasnya. (Shanty Sang)

Di Ipaya, PKK Mimika Juga Menyentuh Hal Paling Mendasar: Kesehatan Anak

Ketua TP PKK Mimika Ny. Suzy Rettob saat mengajarkan seorang anak TK Negeri Ipaya menggosok gigj

MIMIKA, BM

Kunjungan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Mimika di Delta Ipaya, Distrik Amar pada Selasa (29/9/2026) hingga Kamis (1/10/2026) juga menyentuh hal yang paling mendasar yakni kesehatan anak di tiga Kampung yakni Ipiri, Paripi dan Yaraya.

Ketua TP PKK Mimika Ny. Susana Suzy Herawaty Rettob didampingi Wakil Ketua TP PKK Mimika Ny. Periana Kemong terjun langsung melihat kondisi anak-anak di Ipaya.

Sebagai Bunda PAUD, Ny. Suzy Rettob didampingi Ny. Periana Kemong dan Ketua Bidang Pokja II Ny. Leentje Siwasbessy beserta pengurus Pokja II PKK Mimika menyapa anak-anak TK disana dan membawa alat permainan edukasi (APE) berupa perosotan, jungkitan dan kuda goyang untuk melatih motorik dan kerja sama anak.

Selain itu, anak-anak TK Negeri Ipaya juga diajarkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) dengan mengajarkan cara menyikat gigi yang baik dan benar. Anak-anak pun nampak ceria dan semangat mengikutinya.

Ditempat terpisah, Ketua Bidang Pokja IV Ny. Alice Wanma dan Ketua Pokja IV Ny. Endang Farmasi beserta pengurus Pokja IV terus menunjukkan komitmennya untuk membantu pemerintah daerah Kabupaten Mimika dalam menekan angka stunting.

Hal ini dilaksanakan dengan pemberian makanan tambahan dan supplemen kesehatan multivitamin agar anak-anak di Delta Ipaya dapat tercukupi pemenuhan gizinya yang dilaksanakan di SD YPPK Ipaya.

Ketua Bidang Pokja IV saat memberikan penjelasan kepada siswa SD YPPK Ipaya

Supplemen tersebut juga diberikan kepada ibu hamil dan ibu-ibu lainnya.

Ny. Suzy Rettob mengatakan hal tersebut dilaksanakan untuk mensosialisasikan agar anak-anak bisa hidup sehat dan tidak mudah sakit, terlebih letak Ipaya di pesisir yang jauh dari kota.

Pada kesempatan itu, Ny. Suzy Rettob dan Ny. Periana Kemong mengajak agar warga tiga kampung di Ipaya melalui kunjungan tersebut dapat mulai menerapkan pola hidup bersih dan sehat, sehingga kelak dapat lahir generasi penerus hebat yang dapat mengharumkan nama Ipaya seperti Bupati Mimika Johannes Rettob.

“Supplemen itu kaya akan antioksidan dapat juga untuk mencegah malaria dan stunting. Jadi, ibu-ibu bisa meminumnya empat tablet sehari. Kalau anak-anak cukup dua dan bisa dicampurkan di makanan anak-anak agar mereka bisa sehat,” katanya.

Senada dengan itu, Ketua Bidang Pokja IV Ny. Alice Wanma kepada para siswa SD YPPK Ipaya memberikan edukasi dan cara penggunaan suplemen kesehatan tersebut.

“Sebelum minum harus cuci tangan ya, tangan harus bersih baru minum. kalian minum dua saja. Ini dari sayur-sayuran. Biar kalian tambah kuat, sehat dan pintar di sekolah,” tandasnya. (Elfrida Sijabat)

Top