Kunjungi Gereja Katedral Tiga Raja, Ini Benang Merah Kapolres Mimika dan Harapannya - (part 2)
Kapolres Alredo Agustinus Rumbiak didampingi istri Ny. Asih dan Pastor Paroki Katedral Tiga Raja Timika, Pastor Amandus, Pr
MIMIKA, BM
Pada kunjungannya ke Gereja Katedral Tiga Raja, Timika pada misa Minggu (1/11/2026), Kapolres Mimika AKBP Alredo Agustinus Rumbiak didampingi istri Ny. Leony Sri Mintarsih mengenang awal mula ia datang ke Timika kepada Pastor Paroki Gereja Katedral Tiga Raja, Pastor Amandus Rahadat, Pr dan para umat.
“Saya pertama ke Timika tanggal 17 April 2004. Tempat pertama yang saya kunjungi disini, langsung dari bandara dengan Kapolres saat itu Paulus Waterpauw,” katanya.
“Tanggal 18, ada tahbisan Uskup pertama, waktu itu Uskup John Philip Saklil. Jadi, saya punya latar belakang yang sama, saat itu saya didoakan dan beliau (Pastor Amandus-red) adalah sahabat almarhum (John Philips Saklil-red),” kenangnya.
Saat itu, ia menyebut yang pertama kali mendoakannya adalah para uskup dari seluruh Indonesia.
“Kapolres Paulus datang kesini, bilang bapak pastor semua perkenalkan ini anak saya. Ini mau daftar polisi, calon pengganti saya. Doakan supaya dia bisa menjadi pemimpin disini di masa depan,” ungkapnya.
Dari cerita itu, ada satu harapan besar yang ia sampaikan bahwasanya tidak ada yang mustahil di mata Tuhan karena kedatangannya untuk kedua kali di Katedral Tiga Raja tersebut adalah sebagai Kapolres Mimika.
“Yakinlah dan tetap andalkan Tuhan pasti semua itu akan tercapai,” ucapnya.
Kapolres Mimika AKBP Alredo kemudian menyebut satu poin dari khotbah Pastor Amandus yang menyentuhnya.
“Jabatan, pangkat, dudukan itu semua akan sirna jadi jangan sombong. Itu betul sekali. Hal yang paling bisa menjatuhkan kita memang adalah kesombongan,” katanya.
Selain itu, ia juga menyinggung kasus yang terjadi di Kwamki Narama.
“Itu yang perang orang Kristen semua. Kalau saya tangkap itu setiap pelaku kejahatan itu semua nama Alkitab, ada si Matius, Markus, Lukas dan Yohannes. Memang sangat disayangkan. Keuntungan kita sebagai orang Kristen adalah kita sudah tahu kebenaran lebih dahulu tapi kita malas tahu,” sesalnya.
Ia berharap agar umat yang hadir dapat membantu pihak kepolisian untuk menyebarkan kebenaran dan kebaikan melalui perilaku.
Menurutnya, Kristen adalah cara hidup. Ia berharap agar Kristen sebagai agama mayoritas di Timika dapat menjadi panutan dan membawa terang dimana-mana sehingga label Timika “Tiap Minggu Kacau” berubah menjadi “Tiap Minggu Kasih”
“Kuncinya kau bertobat atau berobat masuk jeruji. Jadi, saya merasa bersyukur bisa mengikuti ibadah ini sebenarnya sudah direncanakan lama, saya mau ibadah pertama disini. Saya termasuk yang beruntung karena saya bukan hanya ibadah disini tapi langsung di Vatikan pada 2015 dan saya menerima pemberkatan,” kisahnya.
Ketika itu, Paus Fransiskus naik ke atas balkon dan memberkati dunia.
“Semua orang menunggu momen itu dan puji Tuhan saya dapat momen itu. Lucunya, Vatikan itu adalah tempat paling suci untuk Katolik sehinga yang datang bukan hanya Katolik tapi teman saya yang Muslim juga ikut untuk momen itu. Kita harus punya syukur yang besar karena kita mendapatkan momen itu,” ucapnya.
Ia juga mengenang kedekatannya dengan mertua yang beragama Katolik di Katolik Santo Thomas Kelapa Dua di Korps Brimob. Mertua yang sangat taat berdoa rosario hingga hayatnya yang terus mendoakan ia beserta anggota brimob lainnya.
“Tempat ini merupakan sejarah bagi hidup saya. Ditempat ini dan tidak akan pernah saya lupa, disini lah para pastor dari seluruh Indonesia mendoakan saya. Terimakasih untuk semuanya,” pungkasnya. (Elfrida Sijabat)












Pastor Paroki Gereja Katedral Tiga Raja, Pastor Amandus bersama Kapolres Mimika AKBP Alredo Agustinus Rumbiak usai misa
Foto bersama dengan anak-anak yatim dan dhu’afa