Budaya

Bentuk Panitia KKT II, Wabup Mimika Terpilih Sebagai Ketua Umum

Suasana berlangsungnya pertemuan

MIMIKA, BM

Kabupaten Mimika resmi membentuk Panitia Konferensi Kota Toleran (KTT) II yang akan digelar pada 14–16 November 2026 mendatang.

Rapat perdana berlangsung di Kantor BPKAD pada Jumat (16/10/2026) kemarin yang dipimpin langsung oleh Emanuel Kemong selaku Ketua Umum Panitia.

Ketua Umum Kemong menegaskan pentingnya kerja panitia yang solid, profesional, dan penuh tanggung jawab. Oleh sebab itu, diharapkan seluruh OPD, FKUB, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda dan elemen masyarakat bersatu menyukseskan agenda nasional ini.

“Mari kita gaungkan pesan toleransi dari Tanah Amungsa Bumi Kamoro untuk Indonesia,” tegasnya, dalam keterangan yang diterima Beritamimika.com, Sabtu (17/10/2026).

Ia menekankan bahwa kepercayaan sebagai tuan rumah harus dijawab dengan komitmen bersama.

KKT II di Mimika diharapkan menjadi momentum penting untuk menunjukkan keharmonisan masyarakat yang hidup rukun dalam keberagaman.

Agenda ini sekaligus memperkuat citra Mimika sebagai kabupaten terharmoni di tingkat nasional.

“Mari kita gaungkan pesan toleransi dari Tanah Amungsa Bumi Kamoro untuk Indonesia. Kabupaten Mimika telah dipercaya sebagai tuan rumah Konferensi Kota Toleran II, dan saya berharap seluruh panitia bekerja solid, profesional, serta bertanggung jawab,” ungkapnya. (Shanty Sang)

Tabligh Akbar Bersama Habib Husein Ja’far, Bupati Mimika Tekankan Kerukunan dan Jaga Harmoni

Foto bersama di sela kegiatan

MIMIKA, BM

Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat menggelar Tabligh Akbar dengan menghadirkan penceramah kondang, Habib Husein Ja’far Al Hadar.

Kegiatan tersebut mengusung tema “Menjalin Harmoni dalam Keberagaman, Membangun Mimika yang Beriman, Damai, dan Sejahtera”.

Tabligh Akbar yang berlangsung di Gedung Eme Neme Yauware, Timika, Kamis (15/10/2026), dihadiri Bupati Mimika, Johannes Rettob, Wakil Ketua 1 DPRK Mimika, Asri Akkas, serta dihadiri tokoh agama, tokoh masyarakat, perwakilan organisasi keagamaan, dan tamu undangan lainnya.

Bupati Mimika, Johannes Rettob, dalam sambutannya menegaskan bahwa keberagaman yang dimiliki Kabupaten Mimika merupakan modal penting dalam membangun daerah yang harmonis, damai, dan sejahtera.

Menurutnya, perbedaan agama, suku, dan latar belakang masyarakat bukan menjadi penghalang untuk hidup berdampingan, melainkan kekuatan yang harus dijaga bersama demi mendukung pembangunan daerah.

“Keberagaman ini merupakan modal kita dalam membangun Kabupaten Mimika. Karena itu, kita harus terus menjaga keharmonisan dan solidaritas agar Mimika menjadi rumah bersama bagi seluruh masyarakat,”kata Bupati John.

Bupati mengatakan, Pemerintah Kabupaten Mimika terus mendorong berbagai kegiatan yang memperkuat toleransi dan kerukunan antarumat beragama. Upaya tersebut dinilai penting untuk menjaga persatuan di tengah kehidupan masyarakat yang majemuk.

Ia juga menyampaikan bahwa Mimika akan menjadi tuan rumah Konvensi Nasional Kota Toleransi. Momentum tersebut diharapkan semakin memperkuat komitmen seluruh elemen masyarakat dalam merawat kerukunan dan membangun kehidupan sosial yang harmonis.

Bupati berharap, tausiyah yang disampaikan Habib Husein Ja’far Al Hadar dapat menjadi bahan refleksi bagi seluruh masyarakat untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan, toleransi, dan persaudaraan dalam kehidupan sehari-hari.

Ia mengajak masyarakat tidak hanya mendengarkan pesan-pesan keagamaan, tetapi juga menerapkannya dalam tindakan nyata, baik di lingkungan keluarga, masyarakat, maupun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Harapan saya, apa yang disampaikan dalam tausiyah ini dapat kita renungkan dan implementasikan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Mimika berharap semangat toleransi dan persaudaraan antarumat beragama semakin kuat, sehingga keberagaman yang ada dapat terus menjadi fondasi bagi terciptanya Mimika yang beriman, damai, dan sejahtera.

Dalam kegiatan Tabligh Akbar tersebut, turut dilaksanakan doa lintas agama sebagai simbol kebersamaan dan komitmen untuk menjaga perdamaian di Kabupaten Mimika. Paduan suara dari Gereja Katolik juga memeriahkan kegiatan yang dihadiri berbagai unsur masyarakat tersebut. (Shanty Sang)

Mimika Terpilih Sebagai Tuan Rumah Konferensi Nasional Kota Toleransi II

Bupati Mimika Johannes Rettob

MIMIKA, BM

Kabupaten Mimika, Papua Tengah dipercaya menjadi tuan rumah Konferensi Nasional Kota Toleransi yang kedua tahun 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 16 November mendatang.

Bupati Mimika Johannes Rettob mengatakan, penunjukan ini diberikan oleh Kementerian Agama dan pelaksana kegiatan karena Mimika dinilai sebagai kabupaten terharmoni di Indonesia.

"Mimika dipilih sebagai tuan rumah karena dianggap sebagai daerah yang harmonis, dengan masyarakat yang hidup rukun meski berbeda agama, bahasa dan budaya," ucap Bupati JR.

Bupati menjelaskan, saat ini Pemkab Mimika bersama FKUB telah mulai melakukan koordinasi, dengan rapat persiapan pertama yang akan dijadwalkan segera. Konferensi ini pun akan dihadiri banyak kepala daerah dari seluruh Indonesia.

“Sekarang kita semua, termasuk masyarakat harus tunjukkan kepada orang yang datang ke sini, bahwa memang di Mimika dapat melihat harmoni, kita baik, saling mendukung, berbeda agama, bahasa, budaya, tapi tetap kita jalan bersama,” ujarnya.

Konferensi ini diharapkan menjadi ajang pembuktian bahwa Mimika mampu menjaga toleransi dan keharmonisan sosial. Pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk menyukseskan acara nasional tersebut dengan dukungan penuh masyarakat.

“Kami harapkan konferensi ini mampu menjaga toleransi dan keharmonisan sosial di Mimika. Kami juga mengajak masyarakat untuk menyukseskan acara nasional ini,” ungkapnya. (Shanty Sang)

Top