Budaya

Mimika Tuan Rumah, Bupati John Ajak Masyarakat Sukseskan Pesparani II Papua Tengah

Bupati Mimika Johannes Rettob foto bersama panitia usai menyambut kedatangan peserta di Bandara Mozes Kilangin

MIMIKA, BM

Kabupaten Mimika menjadi tuan rumah perhelatan Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik II Papua Tengah.

Sebagai tuan rumah, Bupati Mimika Johannes Rettob mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menyukseskan pagelaran tersebut yang diselenggarakan pada 2-6 Desember 2025.

Opening ceremony akan dilaksanakan di GOR Futsal hari ini Selasa (2/12/2025) dan diikuti oleh 5 peserta yang dipastikan ikut yakni Puncak, Deiyai, Dogiyai, Nabire dan Mimika.

5 kabupaten tersebut akan berlaga untuk 13 kategori lomba yakni yakni cerdas cermat rohani, bertutur kitab suci untuk kategori anak dan remaja, mazmur kategori anak, remaja dan dewasa.

Selain itu juga, paduan suara anak, paduan suara remaja, paduan suara pria, paduan suara wanita dan paduan suara campuran dewasa.

Untuk Paduan Suara akan dilaksanakan di GOR Futsal SP5. Sementara untuk Mazmur Kategori anak, remaja dan dewasa akan dilaksanakan di Gereja Katolik Katedral Tiga Raja.

Tak ketinggalan kategori lomba Cerdas Cermat Kitab Suci akan digelar di Aula Kantor Badan Pendapatan Daerah (Bapenda).

Bupati Mimika kepada awak media Senin (1/12/2025) berharap setelah Mimika mendapatkan penghargaan Harmony Award dapat menjadi tuan rumah yang baik dan dapat menjaga keharmonisan serta rasa solidaritas antar agama yang ada di Mimika.

“Pesparani adalah kegiatan pesta milik Katolik tetapi panitia yang terlibat didalamnya berasal dari seluruh agama,” katanya.

Bupati John menargetkan Mimika dapat keluar sebagai juara umum.

“Saya berharap semua even-even yang ada di Mimika bisa membawa dampak untuk Mimika saya harap juga UMKM bisa bekerja sama dengan panitia sehingga dapat menambah perekonomian masyarakat,” harapnya. (Elfrida Sijabat)

Bupati JR Resmikan Vihara Bodhi Mandala, Ada Momen Menarik Iringi Proses Peresmiannya

Bupati Mimika Johannes Rettob saat menandatangani prasasti

MIMIKA, BM

Bupati Mimika Johannes Rettob meresmikan Vihara Bodhi Mandala pada Senin (1/12/2025) di Jalan Irigasi.

Setelah menerima penghargaan HARMONY AWARD dari Kementerian Agama Republik Indonesia Sabtu (29/11/2025), Bupati Mimika kembali dan tiba di Bandara Mozes Kilangin Senin (1/12/2025) dengan membawa pulang dua piala penghargaan kebanggaan Mimika yakni peringkat pertama “Kinerja Terbaik Pemerintah Derah Tingkat Kabupaten’ dan peringkat kedua ‘FKUB Inspiratif Tingkat Kabupaten’.

Kedatangannya disambut sukacita oleh istri Ny. Susy Herawaty Rettob yang juga sebagai Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Mimika beserta masyarakat Mimika yang sudah menanti di pintu Kedatangan bandara.

Setelah itu, Bupati Mimika Johannes Rettob didampingi Ny. Susy Rettob dan rombongan langsung menuju Vihara Bodhi Mandala untuk meresmikan tempat ibadah umat Buddha tersebut.

Vihara Bodhi Mandala dibangun empat tahun lalu diatas tanah seluas 9584 meter persegi dan mampu menampung hingga 150-200 orang.

Suasana yang menenangkan begitu terasa ketika memasuki tempat doa ini. Patung Buddha bersila yang dapat kita ditemui di Vihara ini didatangkan langsung dari Tiongkok dan terbuat dari marmer dengan tinggi 3 meter.

Menariknya, peletakan batu pertama Vihara ini dilaksanakan oleh Johannes Rettob yang saat itu menjabat sebagai Wakil Bupati dan bertepatan dengan momen Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi).

Kini, peresmiannya dilaksanakan juga oleh Johannes Rettob yang kini menjabat sebagai Bupati Mimika serta bertepatan dengan momen Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) II.

Patung Buddha bersila di Vihara Bodhi Mandala

Bupati Mimika Johannes Rettob dalam sambutannya mengatakan ia langsung datang dari bandara dan langsung meresmikan Vihara untuk memberikan suatu rasa semangat dan kebersamaan karena Mimika meraih dua penghargaan dan penghargaan itu untuk seluruh umat beragama yang ada di Kabupaten Mimika.

Dimulai dari Vihara Bodhi Mandala, selanjutnya penghargaan tersebut akan diantar secara bergilir kepada agama lain seperti Kristen, Katolik, Islam dan Hindu.

“Penghargaan ini kita jaga. Apa yang sudah ‘distempel’ (diakui-red) bahwa Mimika betul-betul daerah terharmoni di Indonesia. Kita hidup rukun dan damai semua suku bangsa. FKUB besok dibawa ke Pemda, sesudah itu kita kunjungi dengan semua agama dijadwalkan setelah itu akan dibangun Tugu Harmony,” katanya.

Bupati JR juga merasa bangga bahwa di Mimika telah hadir satu tempat ibadah representatif yang mana dibangun secara swadaya.

“Saya mulai mengikuti ini sejak peletakan batu pertama waktu masih hutan belantara, sekarang kita lihat dengan kondisi ini. Artinya, bahwa umat beragama juga ikut serta membangun dalam infrastruktur, ini luar biasa,” imbuhnya.

Pada kesempatan itu, Ketua Panitia Pembangunan Vihara Bodhi Mandala, Steven Tan mengucapkan selamat atas pencapaian prestasi yang telah diraih oleh Kabupaten Mimika.

“Selamat dan sukses atas penghargaan HARMONY Award sebagai Kinerja Terbaik Pemerintahan Daerah dan FKUB Inspiratif Indonesia. Sungguh sebuah kebanggaan bagi kami, bapak bupati baru turun dari pesawat langsung kesini untuk menyempurnakan penyelenggaraan ini. Terimakasih kepada bapak bupati, ibu dan rombongan,” ucapnya.

“Semoga berkah kesehatan, usia panjang, kebahagiaan, kesejahteraan, keharmonisan kerukunan berlimpah kepada kita semua. Semoga semua hidup berbahagia,” harapnya.

Sebelum peresmian Ketua Panitia Pembangunan Steven Tan menyerahkan cenderamata kepada Bupati Mimika Johannes Rettob.

Bupati JR kemudian menandatangani prasasti sebagai tanda peresmian berdirinya tempat ibadah Vihara Bodhi Dharma di Mimika. (Elfrida Sijabat)

Wabup Kemong Lantik PPHID Mimika Masa Bakti 2025-2030

Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong menyerahkan petaka kepada Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Mimika Syahruddin Syarkani Andri

MIMIKA, BM

Wakil Bupati Kabupaten Mimika Emanuel Kemong melantik dan mengukuhkan Pengurus Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Daerah (PPIHD) masa bakti 2025-2030 pada Rabu (10/12/2025) di Hotel Horison Diana.

Pelantikan dan pengukuhan dilaksanakan berdasarkan Surat Bupati Mimika Nomor 334 tahun 2025 tentang Perubahan Atas Lampiran Keputusan Bupati Mimika Nomor 427 Tahun 2024 tentang PPIHD Mimika Masa Bakti 2025-2030.

Kegiatan mengangkat tema “Mengokohkan Sinergi Pelayanan Haji Yang Berkualitas dan Berkeadilan”.

Usai dilaksanakan pelantikan, Wabup Kemong kemudian menyerahkan petaka kepada Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Mimika Syahruddin Syarkani Andri.

Dalam sambutannya, Wabup Kemong mengatakan ibadah haji adalah rukun Islam kelima, sebuah perjalanan suci yang diimpikan oleh setiap umat Muslim.

Oleh karena itu, tugas yang diamanahkan kepada PPHID Mimika yang baru saja dilantik bukan sekedar tugas administratif melainkan tugas mulia yang bernilai ibadah.

“Kesuksesan penyelenggaraan haji di daerah sangat ditentukan oleh integritas, dedikasi dan profesionalisme bapak/ibu sekalian,” katanya.

Kepada para pengurus yang dilantik ia menyampaikan tiga pesan.

Pertama, pelayanan prima yakni pastikan setiap Jemaah mendapatkan haknya untuk dilayani dengan baik. Mulai dari informasi, kesehatan, akomodasi hingga bimbingan menarik. Jemaah Haji kita adalah prioritas utama.

Kedua, Koordinasi dan Sinergi yakni bangun komunikasi yang kuat dan efektif dengan kantor Kemenag, Dinas Kesehatan, pihak Imigrasi dan seluruh stakeholders terkait kerjasama yang solid adalah kunci keberhasilan.

Ketiga, Transparansi dan Akuntabilitas yakni jalankan setiap program dan anggaran dengan prinsip terbuka, jujur dan dapat dipertanggung jawabkan. Kepercayaan masyarakat harus dijaga setinggi-tingginya.

“Pemerintah Kabupaten Mimika akan terus memberikan dukungan agar PPHID dapat menjalankan tugasnya dengan optimal,” tuturnya.

“Mari kita jadikan tahun ini sebagai momentum untuk mencetak sejarah dalam memberikan pelayanan Haji terbaik, sehingga seluruh Jemaah Haji di Mimika dapat kembali ke tanah air sebagai Haji yang mabrur;” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Mimika Syahruddin Syarkani Andri yang baru saja dilantik mengatakan PPHID dibentuk bukan sekedar untuk melengkapi struktur kepanitiaan melainkan memiliki tujuan yang sangat fundamental dalam penyelenggaraan ibadah Haji.

Adapun tujuan tersebut yakni pelayanan optimal, harmonisasi pelaksanaan dan kesejahteraan Jemaah.

Kepada pengurus yang baru saja dilantik saya ia mengucapkan selamat mengemban amanah. Tugas ini adalah tugas mulia, sebuah khidmantul dhuyufurrahman, pelayanan kepada tamu-tamu Allah.

“Mari kita jadikan pelantikan ini sebagai momentum untuk meningkatkan solidaritas, mengedepankan integritas dan memberikan pelayanan prima,” tutupnya. (Elfrida Sijabat)

Top