Budaya

Dinilai Tidak Sesuai Mekanisme dan Prosedur, Lemasko Pimpinan Gerry Minta Musdat LMA Dibatalkan

Foto bersama seusai melakukan konferensi pers.

MIMIKA, BM

Musdat Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Mimika Wee yang sudah dilakukan sepihak diminta untuk dibatalkan, karena dinilai tidak sesuai mekanisme dan prosedur yang sudah disepakati bersama.

Hal ini disampaikan Ketua Lembaga Masyarakat Adat Suku Kamoro (Lemasko) Gregorius Okoare bersama pengurus Lemasko lainnya dalam konferensi pers di salah satu hotel di Timika, Kamis, (4/12/2025).

"Kami mau klarifikasi hari ini bahwa sesuai dengan amanat saat kita (beberapa kubu-red) berkumpul dengan difasilitasi oleh bupati dan wakil bupati terkait terbentukanya LMA, namun seiring waktu pihak sebelah jalan sendiri tanpa melibatkan kita," ujar Gerry.

Oleh karena itu Gerry minta dibatalkan, mengingat jika mau bentuk LMA itu harus melibatkan kepala suku, dewan adat kampung, dewan adat wilayah kampung.

"Karena mereka yang mewakili masyarakat langsung. Itu yang sah, sebab mereka berasal dari kampung langsung. Yang mereka (kubu sebelah-red) lakukan itu dengan masyarakat biasa, karena saya lihat ada anak-anak sekolah, mereka ini tidak tau apa-apa,"ujarnya.

Lanjutnya, “Siapa yang bentuk tim formatur ? siapa ketuanya? dan siapa yang kasih SK? karena kami sendiri tidak tahu dan tidak dilibatkan," sambung Ketua Lemasko.

Selain itu, Gerry juga mempertegaskan harus ada pertanggungjawaban terkait dana yang sudah diberikan oleh pemerintah.

"Pemerintah sudah kasih uang, jadi kalau salah gunakan maka saya akan lapor kepihak berwajib," tegasnya.

Sementara itu, ditambahkan Sekretaris Komisi, Yohanes Mamiri bahwa Lemasko merupakan lembaga adat resmi yang berdiri sejak 1996 dan dikukuhkan oleh para tetua adat Kamoro.

Karenanya, Ia menolak musyawarah adat (Musdat) yang sedang berlangsung karena tidak sesuai mekanisme pembentukan Lembaga Hukum Adat Mimika Wee.

“Proses yang benar harus melalui panitia yang sah, tim formatur, sosialisasi ke kampung-kampung, serta melibatkan kepala suku dari Timur, Barat, dan Tengah. Tidak bisa hanya dua hari rapat lalu langsung menentukan ketua,” jelasnya.

Yohanes juga mengungkapkan bahwa sejumlah nama pengurus Lemasko, termasuk dirinya, dicantumkan tanpa izin dalam dokumen kegiatan.

"Ini pihak sebelah mungkin ada hal-hal mendesak sehingga tergesa-gesa, bahkan kami tertipu, nama saya juga tercantum tetapi undangan secara tertulis tidak ada. Mungkin pemerintah juga ditipu oleh oknum-oknum ini sehingga pemerintah meluncurkan anggaran 3 miliar untuk melakukan kegiatan," ujarnya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Wakil Ketua I Lemasko Marianus Maknaipeku, Wakil Ketua II Lemasko Dominikus Mitoro dan Wakil Ketua IV Lemasko Siprianus Oprawiri bahwa pada intinya pembentukan panitia sepihak itu tanpa sepengetahuan Lemasko pimpinan Gerry. (Ignasius Istanto)

TP PKK Mimika Kunjungan dan Berbagi Kasih ke Kampung Nawaripi dan Kampung Keakwa

Ketua TP PKK Mimika Ny. Susy Rettob dan Wakil Ketua TP PKK Mimika Ny. Periana Kemong, Kepala Distrik Wania Merlyn Temorubun, Kepala Kampung Nawaripi Nobertus Ditubun membagikan bingkisan kasih kepada anak-anak

MIMIKA, BM

Jelang Hari Ibu dan Natal, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Mimika melaksanakan Kunjungan Kasih dan berbagi dengan anak-anak dan warga di Kampung Nawaripi dan Kampung Keakwa pada Rabu (17/12/2025).

Ratusan bingkisan untuk anak-anak dan paket sembako untuk warga diserahkan secara langsung oleh Ketua TP PKK Mimika Ny. Susy Herawaty Rettob dan Wakil Ketua TP PKK Mimika Ny. Periana Kemong.

Di Kampung Nawaripi, rombongan TP PKK disambut oleh Kepala Distrik Wania Merlyn Temorubun dan Kepala Kampung Nawaripi Norbertus Ditubun beserta anak-anak yang menari seka dan berkumpul di halaman Kantor Kampung Nawaripi.

Ketua TP PKK Mimika Ny. Susy Rettob mengatakan TP PKK ingin bertemu dan melihat anak-anak dan mama-mama melakukan kunjungan Kasih karena mau berbagi berkat di semua kampung-kampung.

“Karena mama-mama dan bapa-bapalah maka kami ada, walau tidak seberapa tetapi inilah cinta kasih kami,” tuturnya.

Kepala Distrik Wania Merlyn Temorubun mengucapkan terimakasih atas apresiasi dan perhatian yang diberikan untuk warganya.

“Kami siap mensupport dan berkolaborasi kedepannya,” ucapnya.

Rombongan TP PKK kemudian beranjak dan menuju ke kampung kedua yakni Kampung Keakwa.

Rombongan berangkat dari Pelabuhan Poumako dengan menggunakan perahu speed dan tiba di Kampung Keakwa.

Ketua TP PKK Mimika Ny. Susy Rettob (payung merah) berjalan di jembatan kayu menuju gereja 

Kampung yang dihuni oleh masyarakat dari Keakwa ini hidup dekat sungai sehingga rumah-rumah dan gereja disana masih menggunakan kayu.

Dengan menaiki tangga yang terbuat dari kayu, Ny. Susy Rettob dan Ny. Periana Kemong beserta tim menuju gereja Katolik Santo Stefanus Poumako untuk bertemu anak-anak dan mama-mama. Sesekali mereka bernyanyi dan berbaur bersama.

Ketua TP PKK Mimika Ny. Susy Rettob mengatakan TP PKK datang langsung untuk berbagi kasih sukacita Natal dan Hari Ibu. Kondisi lapangan tidak menjadi halangan tetapi penyemangat.

“Kami datang dengan semangat ingin bertemu dengan mama, bapa dan anak-anak semua disini. Ini waktu yang baik mau jelang Natal dan Hari Ibu. Inilah cinta kasih kami,” ungkapnya.

“Kalau kami tidak datang kami tidak bisa lihat kondisi disini,” imbuhnya.

Pada kesempatan itu ia berpesan kepada anak-anak sebagai generasi penerus dijaga dengan baik agar rajin sekolah dan ke gereja serta patuh kepada orang tua.

TP PKK Mimika bersama anak-anak dan mama-mama Kampung Keakwa

“Mama bapak mereka harus makan, bersih dan sehat. Nanti kami akan datang lagi kalau lihat anak-anak kurang sehat kami bisa bawa batuan lain seperti bawa dokter, suster. Kalau waktunya sekolah jangan suruh cari ikan, sekolah dulu ya. Harus penting mereka sekolah,” tandasnya.

Sementara itu, ketika ditemui Pastor Paroki Emmanuel Mapurujaya, Pastor Agustinus Yerwuan, OFM mengucapkan terimakasih atas kunjungan kasih Ketua TP PKK Mimika serta rombongan.

“Kami ucapkan terimakasih kepada ibu bupati dan ibu wakil bupati dan semua rombongan yang datang. Tuhan berkati niat baik dan pemberiannya ini,” katanya.

Dikatakan bahwa masyarakat Keakwa untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dengan menjadi nelayan dan buruh pikul di pelabuhan.

Air bersih sangat sulit untuk didapat sehingga mereka terpaksa harus membeli air bersih atau air galon di pelabuhan Poumako. Kondisi gereja pun sudah tidak layak untuk beribadah.

“Gereja sudah mulai mau rubuh tadi goyang sekali. Saya berharap kedepan ada yang memberikan perhatian di bidang kerohanian membangun gedung yang baik untuk ibadah dan air minum bersih,” harapnya. (Elfrida Sijabat)

Hari Noken Sedunia : Manfaatkan Media Sosial Untuk Promosi ke Luar Mimika

Salah satu mama memamerkan hasil kerajinannya

MIMIKA, BM

Dalam rangka memperingati Hari Noken Sedunia yang jatuh pada 4 Desember, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Kabupaten Mimika gelar Expo Festival UMKM, Kamis (4/12/2025) hingga Sabtu (6/12/2025) di pelataran Graha Eme Neme Yauware.

Nampak stand-stand didominasi dengan hasil kerajinan noken dari Mama-mama terutama dari pegunungan dan pesisir.

Selain noken, ada juga rajut pakaian dari kayu dan aksesoris serta stand kopi.

Bupati Mimika Johannes Rettob merasa prihatin karena kurangnya promosi sehingga acara nampak sepi.

Ia berpesan agar memanfaatkan media sosial untuk mempromosikan noken untuk menjangkau masyarakat di luar Mimika.

“Hari ini adalah Hari Noken Sedunia. Kita prihatin sekali, kenapa tidak kemas dan publikasikan dengan baik sehingga orang mau datang,” katanya.

“Kita sudah punya Hak Kekayaan Intelektual (HaKI) yang diberikan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham),” lanjutnya.

Bupati JR menambahkan, ada empat merk noken yang dipatenkan dan tidak bisa diberikan kepada yang lain. Ini menjadi suatu kebanggan bagi Papua secara keseluruhan, khususnya Mimika.

“Sudah punya sertifikasi, ini yang harus kita jaga, harus berusaha bagaimana ini bisa kita jual,” tandasnya.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Mimika Samuel Yogi menyampaikan perlu kerjasama antar para pelaku UMKM dan lintas organisasi perangkat daerah (OPD) untuk dapat membangkitkan UMKM.

“Mari kita sama-sama membangkitkan UMKM bersama kepemimpinan bupati dan wakil bupati. Mari kita sama-sama bersatu mengembangkan UMKM yang ada di Mimika,” pungkasnya. (Elfrida Sijabat)

Top