Bupati Mimika dan Istri Terima Gelar Kanjeng dari Keraton Surakarta
Bupati Mimika Johannes Rettob dan istri Suzy Rettob saat mendapatkan gelar Kanjeng
SOLO, BM
Bupati Mimika Johannes Rettob memperoleh gelar Kanjeng Raden Aryo dari Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.
Penyerahan gelar dilakukan di Sasana Narendra Keraton Surakarta Hadiningrat di Solo, Jawa Tengah, Senin (15/6/2026) malam. Selain Johannes, istrinya Susana Suzy Herawati Rettob juga memperoleh gelar Kanjeng Mas Ayu.
“Malam ini kami menghadiri undangan yang disampaikan oleh Keraton Surakarta untuk diberikan gelar penghormatan, Kanjeng Raden Aryo kepada saya,” katanya.
Pada kesempatan itu, ia memberikan apresiasi kepada Keraton Surakarta Hadiningrat karena telah memberikan gelar kehormatan secara objektif.
“Saya sendiri juga tidak tahu kenapa saya dapat undangan ini. Terima kasih saya sampaikan kepada Keraton Surakarta karena saya dipilih untuk mendapatkan penghargaan ini,” tuturnya.
Ia menilai hal itu baik dilakukan karena pihak Keraton Surakarta tidak hanya fokus pada tokoh-tokoh yang ada di pusat dan di Jawa.
“Mereka tidak melihat hanya di Jawa atau pejabat teras di pemerintahan, atau tokoh publik, tetapi kami di Indonesia Timur juga diberikan kesempatan untuk menerima gelar ini,” ungkapnya.
Sementara itu, pada kesempatan tersebut pemberian penghargaan dilakukan secara bersama-sama dengan sejumlah tokoh lain.
“Kami biasanya memberikan penghargaan ini berhubungan dengan pemerintah atau tokoh yang ada di Indonesia yang concern dengan pelestarian budaya,” kata Pengageng Sasana Wilapa PB XIV Purbaya, GKRP Timoer Rumbay Kusuma Dewayani.
Ia mengatakan Bupati Mimika layak diberikan penghargaan tersebut karena sampai dengan saat ini terus aktif memberikan dukungan terhadap perkembangan Keraton Surakarta.
“Beliau kebetulan memang salah satu tokoh yang ingin membantu dan mensupport Keraton Surakarta, itu pertimbangan kami memberikan anugerah kepada beliau,” ucapnya.
Ia berharap ke depan dapat terjalin kerja sama antara kedua belah pihak, yakni Keraton Surakarta Hadiningrat dengan Kabupaten Mimika.
“Siapa tahun ke depan bisa terjalin kolaborasi. Siapa tahu ada beberapa proyek yang bisa kami kerjakan bersama, mungkin bisa bertukar budaya dari Keraton Surakarta ke Papua,” pungkasnya. (Red)













