Songsong Sumpah Pemuda, BMP-RI Mimika Lakukan Pawai Merah Putih
Rombongan pawai Barisan merah putih saat tiba di Waga-Waga
MIMIKA, BM
Dalam rangka menyongsong Hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada 28 Oktober mendatang, Barisan Merah Putih Republik Indonesia (BMP-RI) DPC Kabupaten Mimika menggelar Pawai Merah Putih dan Orasi Kebangsaan, Sabtu (24/10/2026).
Adapun rute pawai mulai dari Gedung Eme Neme Yauware, melalui jalan Budi Utomo - Hasanuddin - Yos Sudarso - Cenderawasih dan lanjut sampai ke Waga-waga, Distrik Kuala Kencana, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.
Sepanjang perjalanan, peserta pawai mengumandangkan orasi kebangsaan dengan pengawalan mobil patroli. Usai pawai, BMP-RI Mimika juga menyalurkan 400 paket sembako kepada anggota sebagai wujud kepedulian organisasi.
Ketua DPC BMP-RI Mimika, Panius Kogoya, dalam sambutannya menegaskan bahwa Merah Putih bukan sekadar simbol warna kebangsaan, melainkan lambang perjuangan, pengorbanan, persatuan, dan tanggung jawab warga negara.
Ia mengingatkan kembali sejarah Sumpah Pemuda 1928 yang menyatukan tekad pemuda Indonesia untuk bertumpah darah satu, berbangsa satu, dan menjunjung bahasa persatuan.
“Semangat itu harus terus kita hidupkan di BMP-RI. Kita boleh berbeda latar belakang, tetapi harus kompak dan mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi,” ujarnya usai pawai di Baliem Waga-waga, Distrik Kuala Kencana.
Sementara itu Wakil Ketua I, Damianus Samin, menambahkan bahwa pembagian sembako menjadi tanda nyata kebersamaan dan kepedulian antaranggota.
“Nilainya mungkin tidak seberapa, tetapi maknanya besar sebagai wujud persaudaraan dalam organisasi,” katanya.
Melalui kegiatan ini, ia menegaskan komitmen untuk menjaga persatuan, merawat kebinekaan, dan mengisi kemerdekaan dengan aksi nyata.
“BMP-RI bukan hanya tentang bendera, tetapi tentang semangat, pengabdian, dan persaudaraan,"pungkasnya.
Dengan pekikan “Merdeka!” yang menggema, BMP-RI Mimika mengajak seluruh pemuda menjadikan momentum Hari Sumpah Pemuda sebagai pengingat bahwa perjuangan generasi muda tidak pernah berhenti. (Shanty Sang)











