Disnakkeswan Gelar Vaksinasi Rabies Gratis

Kepala Disnakkeswan, drh. Sabelina Fitriani, M.Si bersama Kepala Balai Karantina Papua Tengah, Anton P Mahendra saat melakukan pengawasan pemberian vaksin

MIMIKA, BM

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Kabupaten Mimika menggelar vaksinasi rabies massal secara gratis dalam rangka memperingati Hari Rabies Sedunia 2025 dan juga HUT Mimika ke-29.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Halaman Kantor Disnakkeswan, Jalan Poros SP 3-SP 5, Kamis (9/10/2025).

Guna menyukseskan kegiatan ini, Disnak dan keswan menyiapkan 6.000 dosis vaksin rabies untuk hewan peliharaan seperti anjing dan kucing.

Kepala Disnakkeswan, drh. Sabelina Fitriani, M.Si, mengatakan, pemberian vaksin ini dilakukan dalam rangka World Rabies Day yang jatuh pada tanggal 28 September dan HUT Mimika yang ke-29 jatuh pada 8 Oktober.

"Kami bekerjasama dengan Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (Karantina) Papua Tengah. Ini kami berikan secara gratis dengan menyiapkan 6.000 dosis,"kata Sabelina.

Meski dosis yang disiapkan 6.000, namun kata Sabelina, data populasi anjing hanya ada sekitar 2.000 ekor. Sedangkan untuk populasi kuncing belum didata.

“Untuk data jumlah anjing yang kita punya itu hanya sekitar 2.000 ekor. Sedangkan untuk populasi kucing belum kita data,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dengan jumlah dosis dan jumlah populasi hewan di Mimika maka pihaknya menargetkan pemberian vaksin ini dapat mencakup 70 persen.

Mengingat Disnak dan keswan tidak dapat melakukan pelayanan door to door maka pihaknya meminta kepada pemilik hewan peliharaan dapat melakukan vaksin ke Kantor Disnak dan keswan ataupun klinik milik Disnak dan keswan di Jalan Sosial.

“Kegiatan ini juga sebagai pencegahan rabies di Mimika, dan sampai saat ini kasus rabies belum ditemukan dan Mimika bebas rabies. Sehingga tiap tahun kita lakukan vaksinasi ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Balai Karantina Papua Tengah, Anton P Mahendra mengatakan, pihaknya siap berkolaborasi dengan Disnakkeswan di Mimika. Dimana Karantina selalu melakukan pengawasan terhadap keluar masuknya hewan di Mimika, sehingga Mimika bebas dari virus yang dibawa oleh hewan.

“Sampai saat ini kami belum menemukan, hewan yang terinfeksi virus. Dan kita juga masih berpegang kepada surat edaran Mimika terkait tidak boleh adanya keluar dan masuk hewan-hewan penyebar virus,” pungkasnya. (Shanty Sang)

Top