Bapenda Bentuk Bidang Baru Tingkatkan Inovasi Pendapatan Daerah

Kepala Bapenda Mimika, Dwi Cholifah

MIMIKA, BM

Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Mimika membentuk bidang baru, yakni Bidang Perencanaan dan Pengembangan Pendapatan Daerah.

Bidang baru ini akan difokuskan pada peningkatan inovasi pendapatan daerah.

Kepala Bapenda Mimika, Dwi Cholifah, mengatakan bahwa pembentukan bidang baru ini merupakan penyesuaian Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) yang tertuang dalam peraturan terbaru.

Untuk diketahui, bidang ini sebelumnya bernama Bidang Pendapatan Lain-lain, dan kini diubah dengan nama baru.

"Bidang ini akan bergerak sebagai motor perencanaan dan pengembangan pendapatan daerah dengan tiga sub bidang," kata Dwi saat ditemui di Kantor Bapenda, Jumat (9/1/2026).

Tiga sub bidang tersebut diantaranya, Sub bidang Inovasi Pendapatan Daerah, Sub bidang Regulasi, dan Sub bidang Retribusi.

“Bidang ini akan lebih fokus pada inovasi. Namun tentu harus diikuti dengan pengaturan turunan, seperti regulasi dan standar operasional prosedur (SOP),”ujarnya.

Dijelaskan, pembentukan bidang baru ini bertujuan untuk memperkuat pengembangan pendapatan daerah agar lebih terencana dan berkelanjutan.

Selain itu, bidang tersebut juga akan menyusun perencanaan pendapatan daerah untuk lima tahun ke depan.

Bidang Perencanaan dan Pengembangan Pendapatan Daerah juga akan melakukan koordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) baru, yakni Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA), dalam mendorong terobosan berbagai inovasi pendapatan daerah.

“Bidang ini akan berkoordinasi dengan BRIDA. Mereka akan mengajukan inovasi-inovasi baru terkait pendapatan daerah, sehingga diharapkan pendapatan daerah dapat terus meningkat,”tutur Dwi.

Katanya, inovasi pendapatan daerah tidak bisa disamaratakan dengan daerah lain, mengingat kondisi sosial, budaya, dan karakteristik masyarakat Mimika yang berbeda.

“Di Mimika, kita tidak bisa langsung menerapkan inovasi penarikan pendapatan seperti di Surabaya. Inovasi kita harus sejalan dengan perkembangan kabupaten,  perkembangan masyarakat, sesuai topografi, sesuai kondisi sosial budaya masyarakat dan sesuai kemampuan kita,"ungkapnya. (Shanty Sang)

Top