Pasien Covid-19 Meninggal di Mimika, yang Tertua Berusia 108 Tahun

Kepala Dinas Kesehatan Mimika, Reynold Ubra
MIMIKA, BM
Masyarakat masih belum sadar akan adanya Covid-19 di Mimika yang setiap harinya terus meningkat. Bahkan angka kematian pasien pun terus bertambah.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika sekaligus Juru bicara Tim Gugus Covid-19 Mimika, Reynold Ubra saat diwawancarai di Hotel Horison, Senin (21/9) mengatakan saat ini rata-rata kenaikan kasus positif Covid-19 di Mimika 15 kasus setiap hari.
Laporan yang disampaikan kepada bupati dan wakil bupati itu dalam 138 hari sebelumnya jumlah pasien covid-19 yang baru hanyalah berjumlah 4 orang dengan jumlah kasus kematian masih dibawah 1.
Tetapi, dalam 30 hari terakhir mulai dari tanggal 19 Agustus sampai dengan 18 September jumlahnya mengalami kenaikan lebih dari 3 kali lipat atau rata-rata 15 kasus per hari.
"Sekarang ini kasus kematian rata-rata hampir 2, 1,5 per hari dalam 1 minggu terakhir. Kasus kematian yang terjadi banyak dialami oleh orang lanjut usia (lansia), dimana orang-orang ini tidak melakukan perjalanan keluar rumah namun terpapar Covid-19," tutur Reynold.
Reynold sangat menyayangkan hal ini karena sebagian besar dari mereka (lansia) meninggal bukan karena faktor lanjut usia namun karena anggota keluarganya tidak disiplin menerapkan protokol kesehatan, akibatnya virus ini menyebar dalam lingkungan keluarga sendiri.
"Sekarang ini sudah ada 13 pasien covid-19 yang meninggal dan yang paling tertua adalah pasien yang kemarin meninggal berusia 108 tahun,"kata Reynold.
Dijelaskan, bahwa usia harapan hidup orang Indonesia khususnya di Mimika baru mencapai 71,8 tahun.
Pasien yang meninggal dengan usia 108 tahun di Mimika merupakan hal yang luar biasa. Menurut Reynold, pasien ini selalu di rumah dan hampir tidak pernah keluar rumah. Almarhum tidak memiliki riwayat diabetes, hanya radang saluran cerna.
Sayangnya karena usia almarhum merupakan usia produktif sehingga tidak bisa melaksanakan protokol kesehatan.
"Sebelumnya itu ada pasien yang berusia 84 tahun dan itu telah melewati angka harapan hidup yang juga terpapar Covid-19 dan akhirnya meninggal. Sangat diharapkan masyarakat dapat patuh dengan protokol kesehatan, cukup terapkan 3 langkah saja mencuci tangan, menjaga jarak dan memakai masker," harapnya. (Shanty)



