Kesehatan

Kekeringan Ekstrem di Yahukimo: 24 Orang Meninggal Dunia

Tampak masyarakat yang terdampak bencana cuaca ekstrem di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.

MIMIKA, BM

Masyarakat di Distrik Amuma, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, saat ini dikabarkan mengalami kekurangan pangan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Beritamimika.com, hal itu terjadi akibat cuaca ekstrem yang menyebakan kekeringan di wilayah tersebut.

Dandim 1715/Yahukimo, Letkol Inf Tommy Yudistyo, saat dikonfirmasi melalui pesan singkat pada Kamis (26/10/2023) membenarkan informasi tersebut.

"Berita dari Kepala Distrik Amuma benar, mas," ujarnya.

Tommy juga menyampaikan bahwa bantuan dari sampai saat ini sudah ada bantuan dari Pemerintah Kabupaten Yahukimo dan Kementerian Sosial Republik Indonesia.

Di samping itu, Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo, menyampaikan bahwa pihaknya pun telah mendengarkan kabar bencana cuaca ekstrem tersebut.

Benny mengungkapkan bahwa berdasarkan informasi yang diterimanya, terdapat 24 orang yang meninggal dunia dari 13 kampung yang terletak di Distrik Amuma, dengan penyebab kematian yang bervariasi yakni akibat sakit dan lansia.

Dikatakan juga bahwa pihaknya segera mengirimkan empat ton beras serta mie instan ke lokasi yang terdampak bencana cuaca ekstrem.

“Proses pendistribusiannya akan berlangsung melalui kerja sama dengan Tim Gabungan Tanggap Darurat Pemda Yahukimo, yang nantinya dibawa menggunakan helicopter mengingat akses yang terbatas ke daerah tersebut," jelasnya melalui keterangan tertulis yang diterima Beritamimika.com pada Kamis (26/10/2023) malam.

"Bantuan ini diberikan dalam upaya untuk membantu masyarakat yang tengah menderita kelaparan diduga akibat cuaca ekstrem,” imbuhnya.

Sementara Kapolda Papua menambahkan bahwa penyaluran bantuan ini akan dikawal langsung oleh Personel Polres Yahukimo dan dibantu Tim Tanggap Darurat Pemda Yahukimo.

Dia menegaskan, pihaknya mendukung penuh pemerintah daerah dalam mengatasi permasalahan kelaparan di Papua, sehingga jangan sampai kejadian yang sama terulang di kemudian hari.

“Kami berharap bantuan ini akan memberikan perubahan yang signifikan kepada masyarakat yang terdampak, dan Polda Papua akan terus berupaya untuk mendukung pemerintah daerah dalam mengatasi permasalahan kelaparan yang disebabkan oleh cuaca ekstrem dan berbagai faktor lainnya di Papua,” pungkasnya. (Endy Langobelen)

Pemkab Mimika dan PTFI Teken Kerja Sama Pengoperasian RS Waa Banti

Foto bersama usai penandatanganan perjanjian kerja sama Pemkab Mimika dan PTFI tentang pengoperasian RS Waa Banti di Rimba Papua Hotel, Timika, Papua Tengah, Kamis (2/11/2023).

MIMIKA, BM

Rumah Sakit Waa Banti (RSWB) yang telah selesai dibangun kembali dan diresmikan oleh Bupati Mimika, Eltinus Omaleng, pada 15 September 2023 lalu, kini telah siap beroperasi dengan dukungan fasilitas layanan kesehatan yang lebih lengkap.

Pada pengoperasiannya, Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika telah meneken perjanjian kerja sama (PKS) bersama pihak PT Freeport Indonesia (PTFI) yang dilakukan di Rimba Papua Hotel, Timika, Papua Tengah, Kamis (2/11/2023).

Dalam PKS tersebut, disepakati bahwa PTFI akan mendukung sejumlah perlengkapan fasilitas layanan kesehatan RSWB seperri satu unit kendaraan operasional, perawatan berkala untuk dua unit kendaraan operasional, prasarana air bersih, satu unit genset, bahan bakar diesel untuk genset dan dua unit kendaraan operasional, serta menyediakan makanan bagi petugas kesehatan dan pasien.

Tak hanya itu, PTFI bakal memberikan akomodasi bagi petugas kesehatan, jalur komunikasi darurat, dukungan RS PTFI Tembagapura untuk in-house training, rujukan pasien, dan pengawalan ambulans pasien rujukan RSWB ke RSUD Mimika.

Kemudian PTFI pun akan melakukan pengelolaan limbah medis dan pemberian peralatan kebersihan dan pemeliharaan RSWB, serta melaksanakan penilaian dan penguatan stabilitas lereng pada lahan di sekitar RSWB.

Vice President Government Relation PTFI, Johnny Lingga, menjelaskan bahwa sebelumnya PTFI juga turut terlibat selama pembangunan RSWB.

"PTFI membantu semua transportasi logistik, barang-barang keperluan untuk pembangunan RSWB. Jadi, kita bantu transportasi alat, dan penyediaan kontainer, hampir lebih 300 sampai 500, menggunakan truk kita juga untuk dinaikan ke Banti, juga transportasi untuk kru yang membangun itu," jelas Lingga saat diwawancarai awak media usai penandatanganan kerja sama.

Pada saat pembangunan, kata Lingga, PTFI juga mememberikan dukungan melalui penggunaan alat berat.

Sementara untuk kerja sama pengoperasian, disampaikan bahwa tentunya bantuan yang diberikan berbeda dengan yang sebelumnya.

"PKS yang baru ini lebih berkaitan dengan pengoperasian rumah sakit itu," ungkapnya.

Di samping itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Reynold Ubra, menyebutkan bahwa dalam PKS ini, PTFI juga akan mendukung serta melengkapi program-program kesehatan dari Pemerintah Daerah.

"Target kami masyarakat terlayani dari aspek kesehatan. Kalau aspek kesehatan terpenuhi, maka ekonomi, keamanan bisa berjalan akhirnya masyarakat bisa mencapai kesejahteraan," ujarnya.

Direktur Executive Vice President Sustainable Development PTFI, Claus Wamafma, melalui keterangan tertulis yang diterima Beritamimika.com menyebutkan bahwa RSWB memiliki peran strategis dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di Desa Banti I, Banti II, Opitawak, dan beberapa kampung sekitar.

Menurutnya, kesadaran akan pentingnya infrastruktur kesehatan yang memadai bagi pemulihan dan pembangunan di daerah menjadi pendorong utama kolaborasi antara Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika dan PTFI dalam mengembangkan RS Waa Banti.

“Kolaborasi dalam proses pembangunan kembali RS Waa Banti ini menunjukkan komitmen kerja sama yang baik antara Pemerintah, PT Freeport Indonesia, dan Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro yang menghibahkan tanah, bersama semua pemangku kepentingan untuk membuka kembali akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat di Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah,” tuturnya. (Endy Langobelen)

Freeport Kembali Bantu 3.000 Paket Program Percepatan Stunting untuk Papua Tengah

Direktur PTFI Claus Wamafma secara simbolis menyerahkan bantuan percepatan stunting kepada Penjabat Gubernur Ribka Haluk

MIMIKA, BM

PTFI kembali memberikan 3.000 paket bantuan program percepatan penurunan stunting kepada Pemerintah Provinsi Papua Tengah.

Penyerahan secara simbolis oleh Direktur PTFI, Claus Wamafma kepada Penjabat Gubernur Ribka Haluk di Ballroom Hotel Horison Diana Timika, Senin (4/9/2023).

Direktur PTFI Claus Wamafma dalam sambutannya mengatakan, penyerahan bantuan ini merupakan kelanjutan dari kegiatan sebelumnya bersama Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin.

“Total bantuan yang diserahkan 6.000 paket, yang mana sebelumnya sebanyak 3.000 paket sudah kita berikan dan hari ini 3.000 paket lagi kita berikan langsung kepada Pj Gubernur Papua Tengah,” kata Claus.

Bantuan yang diserahkan berupa bahan makanan pokok bernutrisi untuk mendukung program Freeport bersama pemerintah dalam menurunkan angka stunting.

Claus mengaku bahwa pihaknya akan terus melakukan koordinasi dengan stakeholder terkait untuk bisa mendapatkan data ibu hamil.

“Kita bisa dapat info lebih dini sehingga bisa dilakukan intervensi supaya ibu dan janin sehat, supaya bisa lebih kuat saat melahirkan,” katanya.

Ia juga mengapresiasi Pemprov Papua Tengah yang terus memberikan dukungan untuk program yan dijalankan bersama.

Penjabat Gubernur Provinsi Papua Tengah, Ribka Haluk dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas semua komitmen dan dukungan PT Freeport dalam berbagai bentuk baik materil maupun moril.

“Stunting ini menjadi salah satu program prioritas nasional. Dan semoga dengan bantuan yang diberikan ini bisa bermanfaat bagi masyarakat dan penyalurannya juga bisa tepat sasaran dan angka stunting bisa kita turunkan,"ungkapnya. (Shanty Sang)

Top