Kesehatan

Pemda Mimika Terima Penghargaan Dari Kementerian Kesehatan

Plt Bupati Mimika, Johannes Rettob didampingi Kadis Kesehatan Reynold Ubra foto bersama dengan Dante Saksono Harbuwono, Wakil Menteri Kesehatan RI

JAKARTA, BM

Di pertengahan Tahun 2023, Pemda Mimika kembali mengukir satu prestasi nasional yakni menerima penghargaan dari Kementerian Kesehatan dalam upaya menerapkan Kawasan Tanpa Asap Rokok.

Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Plt Bupati Mimika, Johannes Rettob didampingi Kadis Kesehatan Kabupaten Mimika, Reynol Ubra di Jakarta, Kamis (8/6/2023).

Penghargaan yang diberikan dalam rangka memperingati Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS) atau World No Tobacco Day ini diserahkan oleh Dr. Eva Susanti, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kepmenkes RI didampingi Dante Saksono Harbuwono, Wakil Menteri Kesehatan RI.

Melalui pesannya, Plt Bupati Mimika John Rettob mengatakan sejak 2022, Pemda Mimika telah berkomitmen untuk menerapkan kawasan bebas asap rokok di Timika.

Hal ini ditandai dengan telah dibuatnya Perbub Nomor 68 Tahun 2022 tentang Kawasan Tanpa Rokok.

"Penghargaan ini untuk seluruh masyarakat Mimika. Penghargaan ini diberikan atas dedikasi yang kita buat di kabupaten, penghargaan karena regulasi kita ini tentunya akan kita tidak lanjuti dan harus konsisten dalam menerapkannya," ungkapnya.

Dalam rencana nanti, JR mengungkapkan Pemda Mimika akan menerapkan perbub kawasan bebas rokok ini di beberapa tempat yang sudah ditententukan.

"Kita akan terapkan ini (Perbup-red) agar kawasan bebas asap rokok dapat diterapkan. Rencananya di beberapa tempat seperti di sekolah, pelayana kesehatan, bandara hingga tempat-tempat umum," ujarnya.

Terkait dengan pelaksanaan regulasi tersebut Perbub nomor 68 tahun 2022, Pemda Mimika melalui Dinas Kesehatan akan memulainya dengan melakukan pembentukan satgas dan kemudian akan disosialisasikan.

Dikonfirmasi melalui telepon, Kadinkes Reynold Ubra yang mendampingi Plt Bupati Mimika, Johanes Rettob menyampaikan hal tersebut.

"Pembentukan satgas juga akan melibatkan dinas terkait. Misalnya Dinas Pendidikan untuk penerapan kawasan tanpa rokok di sekolah, Dinas Olahraga untuk penerapan di fasilitas olahraga, dinas sosial di fasilitas sosial dan kami Dinas Kesehatan di seluruh fasilitas layanan kesehatan. Begitupun lainnya," jelasnya.

Sebagai langka awal sebelum dilakukan pembentukan tim satgas dan sosialisasi nanti, saat ini tim Dinas Kesehatan sedang melakukan kaji banding di Kulonrogo.

"Perbubnya sudah ada dan telah ditetapkan pada tanggal 29 Desember 2022. Dan rencana kami untuk menjalanlan produk ini akan dimulai secara keseluruhan pada Juli yang diawali dengan sosialisasi," ujarnya.

Sebagai tambahan, agar diketahui warga Mimika, bahwa selama 6 bulan ini sejak Januari hingga awal Juni 2023, Pemda Mimika melalui Dinas Kesehatan telah menerima 4 penghargaan!

Dua penghargaan diberikan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan dua lainnya oleh Kementerian Dalam Negeri dan UNICEF.

Empat penghargaan tersebut adalah Penghargaan Tata Kelola Vaksin Covid-19 ari Kemenkes RI yang diberikan kepada Puskesmas Wania dan Pengharagaan Kawasan Bebas Asap Rokok.

Penghargaan Universal Health Coverage (UHC) atau jaminan kesehatan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI dan Penghargaan Pencapaian Imunisasi Lengkap dari UNICEF. (Ronald Renwarin)

PARADE FOTO Pererat Silahturahmi, Keluarga Besar Dinkes Mimika Gelar Halal Bi Halal

MIMIKA, BM

Keluarga besar Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika menggelar Halal Bi Halal di Graha Eme Neme Yauware, Jumat (5/5/2023).

Halal bihalal bertujuan untuk mempererat silaturahmi dan saling memaafkan untuk menciptakan keharmonisan pasca perayaan Idul Fitri 1444 H.

Acara tersebut mengusung tema “Taburkan Maaf, Sucikan Hati Dalam Indahnya Kebersamaan dan Keragaman Silaturahmi Untuk Meningkatkan Kinerja”.

Foto - Foto : Shanty Sang (Berita Mimika)

Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Mimika Hendritte Tandiyono saat menyampaikan sambutan
Ketua MUI Mimika Ustadz H Muhammad Amin saat menyampaikan tausiyah
Pembacaan Kalam Ilahi Surat Al-Imran Ayat 103-105 oleh Hernaawati dan Hesti Wijayanti
Ketua Panitia Farida saat menyampaikan laporan panitia
Penampilan Qosidah dari BKMT Mimika
Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Mimika Hendritte Tandiyono dan Kepala Dinas Kesehatan Reynold R Ubra foto bersama dengan tamu undangan
Keluarga besar Dinas Kesehatan dan tamu undangan saat mengikuti kegiatan Halal Bi Halal
Keluarga besar Dinas Kesehatan dan tamu undangan saling bersalaman
Keluarga besar Dinas Kesehatan mendengarkan tausiyah yang dibawakan Ketua MUI Ustadz Amin
Keluarga besar Dinas Kesehatan berpose salam

Survei Penilaian Akreditasi RSUD Mimika Mulai Dilakukan LARS DHP


Secara simbolis Plt Bupati Mimika, Johannes Rettob, membuka kegiatan akreditasi RSUD Mimika dengan memukul tifa

MIMIKA, BM

Survei penilaian akreditasi terhadap Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Mimika mulai dilakukan oleh Lembaga Akreditasi Rumah Sakit Damar Husada Paripurna (LARS-DHP), Jumat (14/4/2023).

Kegiatan survei lapangan yang akan berlangsung selama dua hari ini dibuka secara resmi oleh Plt Bupati Mimika, Johannes Rettob, di ruang rapat Edelweis, RSUD Mimika.

Dalam sambutannya, John menyampaikan bahwa penilaian akreditasi ini merupakan amanat dari UU nomor 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit.

"Di dalam pasal 40 bahwa dalam rangka peningkatan mutu pelayanan, setiap tiga tahun sekali, rumah sakit wajib mengikuti akreditasi rumah sakit yang dilakukan oleh lembaga independen," ujar John.

Ia berharap pelaksanaan penilaian akreditasi RSUD Mimika ini dapat dilakukan dengan sungguh-sungguh sehingga apa yang menjadi kekurangan segera dipenuhi oleh pemerintah.

"Kita berharap, kita akan tetap mempertahankan hasil yang telah kita peroleh pada tahun 2018 Dengan akreditasi paripurna. Saya hadir di sini, karena saya mau rumah sakit ini tetap paripurna dan jadi lebih baik lagi," tuturnya.

Dikatakan bahwa pemerintah sebagai pemilik dari RSUD telah berusaha semaksimal mungkin untuk meningkatkan seluruh pelayanan serta fasilitas sarana dan prasarana yang dibutuhkan.

"Yang penting bahwa RSUD Mimika ini menjadi rumah sakit yang unggulan dan menjadi tempat untuk seluruh orang Papua datang ke sini untuk berobat," kata John.

"Pelayanan kita, peningkatan mutu tetap menjadi perhatian pemerintah. Apa yang kurang tolong disampaikan, kami akan penuhi," pungkasnya.

Sementara itu, Direktur RSUD Mimika, dr. Antonius Pasulu, menjelaskan bahwa kreditasi rumah sakit adalah suatu pengakuan pada rumah sakit setelah dinilai oleh suatu Lembaga Independen Penyelenggaraan Akreditasi (LIPA).

"Sepanjang sejarah beroperasinya RSUD Mimika, sejak tahun 2008, telah dilakukan akreditasi rumah sakit sebanyak dua kali yaitu pada tahun 2012 dengan hasil lulus tanpa syarat dan tahun 2018 hasil dengan lulus predikat paripurna," jelasnya.

Setelah tertunda dua tahun akibat pandemi COVID-19, lanjut Anton, hari ini RSUD Mimika melanjutkan proses akreditasi yang ketiga kalinya.

"Kami telah melakukan persiapan dan berupaya untuk kembali mendapat pengakuan atas pemenuhan standar sebagai mana standar yang telah ditentukan sesuai keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia," kata Anton.

Lebih lanjut Anton menyampaikan bahwa keseluruhan pelaksanaan survei akreditasi dilakukan secara bertahap, di mana pada tahap pertama adalah survei dokumen.

"Survei dokumen telah dilakukan secara daring pada hari selasa 11 april 2023, dan saat ini dilakukan survei lapangan selama dua hari tanggal 14-15 april 2023" ungkapnya.

Senada dengan itu, Ketua Team Survei dari LARS-DHP, dr. Ety Retno Setyowati, mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan kegiatan akreditasi secara daring untuk melihat syarat dokumen.

"Dan kami melihat semuanya di RSUD Mimika ini luar biasa, terutama PMKP-nya karena ini adalah potret dari rumah sakit," ujarnya.

Untuk diketahui, PMKP adalah peningkatan mutu keselamatan pasien. Menurut dr. Ety, dengan adanya peningkatan, maka mutu rumah sakit serta keselamatan pasien akan selalu terjaga.

"Biasanya kalau di daerah Indonesia Timur itu PMKP-nya amburadul, ternyata di sini luar biasa. Ini menandakan bahwa walau kotanya di ujung Indonesia tetapi teman-teman di RSUD Mimika itu SDM-nya luar biasa," kata dr. Ety.

Dia menyampaikan bahwa di dalam survei lapangan ini, timnya akan melihat bagaimana penuntasan dokumen telah dilakukan benar.

"Hari ini dan besok, kami akan melihat apakah dokumennya sudah dituntaskan dengan benar oleh teman-teman yang ada di RSUD Mimika," tutupnya. (Endi Langobelen)

Top