Enam Pesan Panglima TNI untuk Masyarakat Papua dan Papua Barat

Kapuspen TNI Mayjen Achmad Riad dan
Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono saat melakukan konferensi pers

MIMIKA, BM

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bersama Irwasum Polri Komisaris Jenderal Polisi, Drs Agung Budi Maryoto baru saja melakukan pertemuan dengan tokoh-tokoh masyarakat Papua di Rimba Papua Hotel, Sabtu (28/11).

Melalui Kapuspen TNI Mayjen Achmad Riad dan Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono, keduanya menyampaikan hasil pertemuan tersebut kepada media di Timika.

Keduanya menyebutkan dalam pertemuan ini ada enam hal utama yang disampaikan oleh Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto yang kemudian dikomunikasikn secara bersama-sama.

Pertama yakni penerapan protokol kesehatan. Disebutkan bahwa dunia termasuk Indonesia masih berada dalam situasi pandemi Covid-19.

"Panglima meminta agar tokoh masyarakat, tokoh adat dan masyarakat selalu disiplin dalam melaksanakan 3M yakni pakai masker, cuci tangan dan hindari kerumuman, pasalnya untuk Papua dan Papua Barat tingkat penularan covid masih tingggi sehingga perlu kerjasama dan bahu membahu dalam menghadapi situasi ini," ungkapnya.

Pilkada di Papua dan Papua Barat merupakan hal kedua yang jadi topik menarik dalam pertemuan ini. Baik Panglima TNI maupun Irwasum Polri meminta masyarakat agar dewasa dalam berpolitik, berdemokrasi dan menyampaikan aspirasi.

Diharapkan semua komponen masyarakat dapat ikut terlibat dalam membangun demokrasi yang lebih baik sehingga mensukseskan Pilkada yang pada akhirnya bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat Papua dan Papua Barat.

"Perbedaan dalam politik jangan merusak kesatuan dan persatuan bangsa. Masyarakat diharapkan agar tidak mudah terpancing dengan isu-isu hoax selama pelaksanaan pentas demokrasi nanti," tegas Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto melalui Kapuspen TNI Mayjen Achmad Ryad.

Ketiga, Panglima TNI menegaskan bahwa Papua dan Papua Barat selamanya merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Dua wilayah ini memiliki tantangan yang harus dikelola secara bersama dengan melibatkan semua elemen masyarakat," ujarnya

Keempat, pemerintah pusat menyadari bahwa tokoh agama, adat dan tokoh masyarakat memiliki peran lebih dalam meningkatkan kedamaian dan menjaga situasi yang ada saat ini.

Kelima, Panglima TNI dan Irwasum Polri meminta masyarakat agar selalu menjaga nilai-nilai kearifan lokal. Dimana tokoh adat, agama dan tokoh masyarakat serta forkompinda menjadi jembatannya.

Keenam, Pemerintah Pusat pada 29 September lalu telah mengeluarkan Keputusan Presiden (Kepres) Nomor 20 Tahun 2020 tentang Tim Koordinasi Terpadu Percepatan Pembangunan Kesejahteraan Di Provinsi Papua Dan Provinsi Papua Barat yang diketuai Wakil Presiden K.H. Ma'ruf Amin.

"Ini merupakan bukti keseriusan pemerintah untuk menyelesaikan berbagai persoalan di Papua dan Papua Barat dengan meningkatkan kuliatas pendidian, kesehatan, lapangan kerja dan kualitas kehidupan agar masyarakat di dua provinsi ini lebih berperan dalam membangun daerahnya," jelasnya.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bersama Irwasum Polri Komisaris Jenderal Polisi Drs. Agung Budi Maryoto memberikan apresiasi kepada seluruh tokoh masyarakat Papua dan Papua barat dalam pertemuan silahturahmi ini.

"Rencananya pertemuan sepertini ini akan terus dilakukan secara intens sehingga berbagai persoalan yang ada dapat langsung disampaikan kepada pemerintah demi kemajuan, pembangunan dan kesehateraan masyarakat Papua dan Papua Barat," harap Panglima TNI dan Irwasum Polri melalui Mayjen Achmad Ryad. (Ronald)

Top