Kembali Terbang, Sriwijaya Bawa 77 Penumpang Tujuan Makassar dan Jakarta

Penumpang Sriwijaya Air saat melakukan check in

MIMIKA, BM

Setelah beberapa bulan tidak melayani layanan penerbangan penumpang dan hanya melayani pengiriman karena pembatasan sosial yang diberlakukan Pemerintah Daerah (Pemda) Mimika sebagai salah satu langkah menekan penyebaran Covid-19, akhirnya

Setelah beberapa bulan tidak mengudara di langit Mimika akibat larangan terbang karena pandemi Covid-19, maskapai penerbangan Sriwijaya Air pada hari ini, Jumat (12/6) akhirnya kembali beroperasi.

Di hari pertama penerbanganya di tengah pandemi ini, Sriwijaya Air membawa 77 penumpang dari Timika tujuan Makassar (UPG) dan Jakarta (JKT). 72 penumpang tujuan Makassar sementara 5 sisanya ke Jakarta.

Hanya saja untuk saat ini, layanan penerbangan baru diberlakukan bagi mereka yang terbang dari Timika keluar daerah. Untuk penumpang masuk Timika, maskapai penerbangan Sriwijaya Air belum memberlakukannya.

“Untuk yang masuk tidak ada, baru yang keluar saja. Masuk mungkin berikutnya karena saat ini kami masih menunggu intruksi saja,” tutur District Manager Sriwijaya Air Timika, Timotius saat dihubungi BeritaMimika, Jumat (12/6).

Timotius menjelaskan, penumpang yang diperbolehkan ikut pada penerbangan Pukul 11.40 WIT tadi siang adalah mereka yang sudah mengantongi hasil rapid test negatif untuk tujuan Makassar dan swab atau PCR negatif dan SIKM untuk tujuan Jakarta termasuk dokumen pendukung lainnya.

Selain itu, pengawasan dan penerapan protokol kesehatan di area bandara pun sangat diperketat. Terlihat sebelum memasuki area bandara dilakukan pemeriksaan KTP, suhu tubuh serta bagasi disemprotkan disinfektan oleh petugas KKP dan Dinas Kesehatan yang bertugas.

Begitu pun saat masuk ke dalam ruang check in, kelengkapan dokumen keberangkatan para penumpang akan diperiksa dan diteliti oleh petugas serta tetap menjaga jarak dan wajib menggunakan masker.

Kepala Bandara Mozes Kilangin, Subagio l, kepada BeritaMimika mengatakan, pengawasan yang diperketat di bandara sudah sesuai dan mengikuti instruksi protokol kesehatan.

“Pengantar tidak boleh turun dari mobil, hanya penumpang dan barang yang boleh turun dan untuk penjemputan akan diatur sesuai protokol kesehatan tidak boleh bergerombol di area parkir. Security AVSEC pada saat masuk juga dicek kembali kelengkapan dokumennya,” tutur Subagio.

Katanya, penerapan ini dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, sehingga para penumpang, pengantar dan penjemput wajib patuh karena itu untuk kebaikan bersama.

“Semua wajib mengikuti protokol kesehatan yang sudah ditetapkan. Harapan kami ke depan semua penerbangan kembali beroperasi normal, tidak seperti saat ini yang masih dibatasi karena pandemic Covid-19,” harapnya. (Shanty)

Top