Bukan New Normal, Mimika Tetapkan Status Tanggap Darurat Adaptasi Hidup Baru

Bupati didampingi wakilnya memimpin rapat evaluasi Covid-19 di Mimika
MIMIKA, BM
Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika belum menerapkan status New Normal sebagai bagian dari gaya hidup masyarakat Mimika di tengah pandemi Covid-19 saat ini.
Yang ditetapkan pemerintah daerah bersama Forkompinda, TNI Polri dan PT Freeport yang tergabung dalam Tim Gugus Tugas Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19 di Mimika adalah Status Tanggap Darurat Adaptasi Hidup Baru, bukan New Normal.
Artinya bahwa masyarakat Mimika masih berada dalam fase beradaptasi guna menuju gaya hidup baru yang dikenal dengan sebutan New Normal yang mana semua warga wajib patuh terhadap protokol kesehatan.
Ada beberapa alasan mendasar mengapa Mimika menerapkan fase adaptasi ini. Pertama karena masih ada beberapa distrik terutama distrik Mimika Baru dan Tembagapura sebagai penyumbang angka kasus tertinggi masih berada dalam kategori zona merah.
Kedua, pandemi Covid-19 di Mimika belum melewati puncaknya walau angka kesembuhan di Tembagapura dan beberapa distrik di seputaran kota tingkat kesembuhannya mencapai 50 persen.
Hal ini ditunjukan dengan jumlah rata-rata pemeriksaan PCR dari spesimen yang diperiksa, apalagi hingga malam ini masih ada 100-an spesimen yang masih menunggu hasil laboratorium.
Ketiga, saat ini Tim Gugus Tugas juga sedang mempersiapkan kesiapan fasilitas kesehatan di tingkatatan dasar layanan kesehatan (puskesmas-Red) untuk memaksimalkan pemeriksaan rapid tes termasuk kesiapan tenaga medisnya.
"Sejak awal hingga saat ini kita sudah lakukan 12 ribu tes antibodi, kita punya 2 mesin PCR di RSUD dan Klinik Kuala Kencana yang mana masing-masing kemampuan pemeriksaan spesimen rata-rata 96 kasus dalam satu hari. Ini akan kita tingkatkan ke depan," ujar Reynold Ubra ketika dihubungi BeritaMimika, Kamis malam.
Reynold Ubra menjelaskan, angka efektif reproduksi penularan kasus sejak hari pertama hingga saat ini mengalami penurunan. Pada 11 hari pertama penularan kasus adalah 1 berbanding 5, artinya 1 orang bisa menularkan ke 5 orang. Pada hari ke-57 atau tepatnya pada masa pelaksanaan PSDD, penularannya menurun yakni 1 berbanding 1,7 orang.
"Kita Mimika pada Juni ini turun 0,7 persen atau di bawah angka 1. Ini menunjukan bahwa penularan sudah tidak terjadi tapi masih ada 100-an kasus aktif yang saat ini sedang kita rawat termasuk PDP, ODP dan OTG dan yang harus kita tracing. Makanya selama 14 hari ke depan kita akan lihat perkembangannya untuk menentukan apakah kita sudah siap untuk memberlakukan New Normal atau tidak termasuk jumlah kasus kematian," jelasnya.
Keempat, Tim Gugus Mimika juga sedang beradaptasi dengan penerapan isolasi pasien secara mandiri di rumah atau disebut karantina sehat.
"Kalau kasus positif tanpa gejala maka pasien akan lebih diarahkan isolasi mandiri di rumah. Namun pasien dengan gejala sedang sampai berat maka harus dirujuk di rumah sakit terutama pasien dengan komorbit TB, HiV, jantung dan diabetes," jelasnya.
Reynold juga menyebutkan hal terakhir yang juga akan dilakukan tiap ODP Pemda Mimika terutama yang berhubungan langsung dengan penanganan Covid-19 adalah mereka wajib membuatkan juknis tentang pengawasan sosial distancing, penggunaan masker dan cuci tangan dengan sabun.
"Ini akan dilakukan dan dipantau secara menyeluruh agar masyarakat Mimika terbiasa dengan kepatuhan terhadap protokol kesehatan sehingga ketika memasuki fase New Normal nanti, warga Mimika sudah terbiasa dengan gaya hidup ini," jelasnya.
Sementara itu, terkait dengan kebijakan Pemda Mimika menerapkan Status Tanggap Darurat Adaptasi Hidup Baru, Reynold Ubra mengatakan Mimika mendapat apresiasi dari Provinsi Papua.
"Tadi kami video confrence dengan wakil gubernur, bupati dan walikota se-Papua termasuk forkompinda. Mereka memberikan respon positif karena angka reproduksi positif di Mimika 0,7 persen sementara Papua secara keseluruhan 1,2. Angka pencapaian kita terhadap penanggulangan kasus Covid-19 juga membanggakan," ungkapnya.
Dalam penerapan Status Tanggap Darurat Adaptasi Hidup Baru di Mimika yang mulai diberlakukan besok hingga 2 Juni nanti, ada 9 poin utama yang harus diketahui masyarakat Mimika.
Pertama, bagi penumpang pesawat dan kapal laut yang ingin melakukan perjalanan ke luar daerah maupun ke Timika, sekarang hanya cukup dengan menunjukan surat kesehatan rapid tes atau tes antibodi sehingga tidak perlu melakukan tes PCR.
Hanya saja pemeriksaan rapid tes akan dilakukan dengan pembayaran yang ditanggung oleh pelaku perjalanan. Selain itu masa berlaku surat keterangan ini hanya 7 hari.
Kedua, tempat hiburan malam dan penjualan miras ditutup total. Ketiga, aktifitas persekolahan dan perkuliahan tetap menerapkan pembelajaran dari rumah, keempat fasilitas publik kembali di buka dengan tetap berpedoman pada protokol kesehatan.
Kelima, ojek kembali beroperasi. Keenam, angkutan umum hanya memuat 50'persen penumpang, ketujuh, angkutan laut dan penerbangan dibuka kembali dan kedelapan jam aktifitas ASN dimulai pukul 08.00 Wit hingga pukul 13.00 Wit, sementara kesembilan adalah aktifitas dimulai pukul 05.59 Wit sampai 17.01 Wit.
Rapat evaluasi dan Penetapan Status Tanggap Darurat Adaptasi Hidup Baru di Mozza siang tadi dipimpin langsung Bupati Mimika Eltinus Omaleng didampingi Wakil Bupati Johannes Rettob.
"Kemarin kita menetapkan Pra New Normal, hari ini kita tetapkan Status Tanggap Darurat Adaptasi Hidup Baru. Ini kita lakukan agar masyarakat bisa mengerti apa artinya New Normal yakni sebuah gaya hidup baru. 2 minggu ke depan kita adaptasi untuk terbiasa ketika New Normal kita terapkan nanti," tutur Bupati Mimika, Eltinus Omaleng usai pertemuan.
Walau banyak hal semakin dipermudah, namun Bupati Omaleng meminta warga Mimika agar setia dan terbiasa memberlakukan protokol kesehatan yakni pakai masker, social distancing dan rajin mencuci tangan dengan sabun sebelum menyentuh wajah.
"Selain agar kita terhindar dari virus Corona ini juga supaya kita terbiasa karena hidup di New Normal harus seperti itu. Kita akan evaluasi 14 hari ke depan. Kemarin kita berhasil PSDD kemudian Pra New Normal, hasilnya banyak pasien sembuh. Saya percaya bahwa akan banyak lagi yang sembuh. Virus corona belum hilang jadi saya harap kita semua selalu hati-hati dan jaga diri dan keluarga masing-masing," ujarnya berpesan.
Sementara itu Wakil Bupati Mimika, Johanes Rettob mengatakan dasar pengambilan keputusan ini sesuai dengan kebijakan-kebijakan yang sudah dilakukan dan evaluasi secara menyeluruh. Apalagi angka efektif reproduksi di Mimika kini mencapai 0,7 persen.
"Inilah yang menjadi dasar tetapi bukan berarti kita bebas seenaknya. Kita beradaptasi sehingga pengawasan secara langsung akan disiagakan untuk memastikan kepatuhan kita semua terhadap protokoler kesehatan," tutup Wabup John. (Shanty)



