Longsor di Jagamin dan Baluni, TNI, PTFI dan Basarnas Siap Membantu

Situasi longsor di Kampung Jagamin (foto istimewa)

MIMIKA, BM

Dandim 1710/Mimika Letkol Inf Pio L Nainggolan kepada BeritaMimika malam ini mengisahkan kronologis longsor yang terjadi di Kampung Jagamin dan Baluni, Distrik Tembagapura.

Ia mengatakan kejadian bermula dari tingginya curah hujan yang deras dan berlangsung lama sejak pukul 20.00 Wit, pada Kamis (30/7) malam. Akibatnya pada pukul 03.00 Wit, Jumat (31/7) pagi, Kampung Jagamin dan Baluni terkena longsor.

"Kami sudah dapat informasi ini dan memang benar bahwa ada beberapa masyarakat yang ikut terbawa longsor. Namun kita belum bisa pastikan berapa jumlah korban jiwa. Kami dapatkan info ini dari Pos Aroanop Yonif 754," ungkapnya.

Ia mengatakan, paska kejadian, Danpos Aroanop langsung mengutus beberapa masyarakat untuk melihat dan memantau situasi tersebut. Hanya sayangnya hingga malam ini, mereka yang diutus belum kembali.

"Lokasinya agak jauh tapi sampai sekarang warga yang diutus belum kembali sehingga belum ada informasi terbaru yang kami peroleh. Kita berharap besok kami dapat informasi terbaru tentang keadaan di sana," ujarnya.

Dandim mengatakan, TNI akan memberikan dukungan penuh terhadap upaya penyelamatan masyarakat dua kampung ini. Ia mengatakan 91 personel TNI di Pos Aronanop Yonif 754 akan langsung menjadi garda terdepan.

"Kami terus memantau keadaan di sana sambil menunggu info terakhir. 91 personel kami di siap jadi peluncur dan juga pengaman di sana. Mereka akan menjadi peluncur sebelum tim utama yang datang lakukan evaluasi. Semua akan kami laksanakan setelah informasi terakhir kami peroleh," jelasnya.

Ia mengatakan hingga malam ini, pihaknya terus melakukan komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah daerah melalui Wakil Bupati Johannes Retttob termasuk PT Freeport Indonesia.

"Kami siap sambil menunggu koordinasi dan upaya lanjutan bersama pemerintah daerah dan PTFI," ujarnya.

Manager External Communication Corpcom PT Freeport, Kerry Yarangga kepada BeritaMimika malam ini mengatakan pihaknya juga akan terlibat dalam upaya penyelamatan masyarakat di dua kampung ini.

PTFI akan menunggu petunjuk dan koordinasi pemerintah daerah serta stakholeder lainnya dalam upaya penyelamatan walau kejadian ini di luar area tambang dan memiliki medan yang sulit.

"Kami tidak tinggal diam dengan kejadian ini. Saat kami tahu, langsung kita lakukan koordinasi internal sambil melihat langka pemerintah daerah karena kejadian ini di luar area tambang sehingga kami tidak bisa langsung ambil tindakan begitu saja," jelasnya.

Hal senada juga disampaikan Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika, Monce Brury kepada BeritaMimika.

Ia mengatakan pihaknya telah melakukan konfirmasi dengan BPBD Mimika terkait kejadian di Kampung Jagamin dan Balumi. Jika BPD melakukan operasi maka mereka akan langsung terlibat.

"Tugas pokok kami adalah operasi pencarian dan pertolongan sementara BPBD adalah penangulangan bencana. Pada dasarnya kami siap bantu pemerintah daerah karena kami berada di bawah BPBD sebagai leading sektor. Kami sebagai tenaga pendukung pasti akan bantu laksanakn operasi dan harus melihat juga pada faktor keamanan di lapangan," jelasnya.

Sementara itu, Kepala BPBD Mimika, Yosias Lossu melalui telepon mengatakan informasi kejadian longsor diperoleh dari Kepala Distrik Tembagapura pada pukul 10.00 Wit, Jumat (31/7).

"Tadi pagi saya ditelpon kepala distrik Tembagapura. Ia melaporkan ada beberapa rumah terkena longsor dan ada korban jiwa. Kami tidak bisa langsung ke lokasi karena cuaca. Kalau cuaca bagus, hari Senin paling lama kami akan ke sana," ungkapnya.

Menurut Lossu, kejadian ini juga telah diketahui Bupati Mimika Eltinus Omaleng. Terkait hal ini akan diadakan kordinasi bersama untuk tindakan selanjutnya.

"Cooper dua buah sudah siap. Sambil melihat situasi cuaca kami masih menunggu koordinasi bersama dengan pimpinan dan semua yang terkait. Keadaan alam ini bukan hanya terjadi Tembagapura tapi juga di Miyoko dan Kampung Aikawapuka Distrik Mimika Tengah. Jadi untuk penanganan ini akan dilakukan secara bersama-sama. Mimika Tengah kita bisa gunakan speedboat sedangkan di Tembagapura kita pakai heli," terangnya. (Ronald)

 



Top