Dua Prajurit Kodim 1710/Mimika Jadi Pasukan Penjaga Perdamaian di Lebanon

Kopda M Khaerudin Haremba dan Kopda Erson Sapan
MIMIKA, BM
Dua prajurit terbaik dari Kodim 1710/Mimika dipilih melaksanakan tugas mulia negara sebagai pasukan penjaga perdamaian dunia (PBB) di Lebanon.
Mereka adalah Kopda M. Khaerudin Heremba, yang merupakan salah satu putera asli Papua dan Kopda Erson Sapan.
Di Kodim 1710/Mimika, Kopda Heremba jabatan organiknya adalah sebagai Babinsa Koramil 1710-06/Agimuga sementara Kopda Esron merupakan Tamudi Pokko Kodim 1710/Mimika
Keduanya tergabung dalam 850 anggota Satgas Batalyon Mekanis Kontingen Garuda XXIII-O/Unifil Lebanon.
Melalui telepon, malam ini, Komandan Kodim (Dandim) 1710/Mimika, Letkol (Inf) Yoga Cahya Prasetya kepada BeritaMimika mengatakan prajurit yang dikirim dalam tugas khusus ini merupakan putera terbaik bangsa.
"Dari Kodim 1710/Mimika kita usulkan, mereka ikut seleksi dan akhirnya terpilih untuk melaksanakan misi PBB di Lebanon. Sebelum saya masuk, mereka sudah ikut seleksi. Mereka mulai berangkat 22 Desember dan bertugas di sana selama satu tahun sampai Januari 2022," ungkapnya.
Dandim Yoga menjelaskan, sejak tahun 1957 hingga saat ini Indonesia selalu aktif menjadi bagian sebagai pasukan penjaga perdamaian PBB yang tergabung dalam Kontingen Garuda atau Konga.
"Personel yang dikirimkan dalam tugas khusus ini adalah prajurit-prajurit terbaik bangsa yang sudah melalui berbagai seleksi," ujarnya.
Diakuinya, seluruh jajaran Kodim 1710/Mimika merasa bangga karena dua prajurit terbaik mereka ikut dalam misi perdamaian dunia ini.
"Mereka bukan hanya mewakili Kodim Mimika saja namun Papua dan Indonesia. Ini merupakan sebuah kebangaan buat kita semua. Ini juga menjadi wujud nyata semangat sumpah pemuda di Papua yang akan terus berkobar dalam mengawal kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia," ujarnya dengan bangga.
Lanjutnya, sebelum diberangkatkan ke Lebanon, 850 anggota Satgas Batalyon Mekanis Kontingen Garuda XXIII-O/Unifil tidak hanya dibekali dengan kemampuan militer namun juga bahasa dan bagaimana memahami karakter dan budaya masyarakat Lebanon.
"Mereka dibekali dengan materi bahasa Inggris dan bahasa Arab, survival, mempelajari adat dan istiadat masyarakat Lebanon, bagaimana cara membantu masyarakat di sana dan terutama bagaimana membantu PBB dalam memulihkan perdamaian Timur Tengah, khususnya di wilayah perbatasan Lebanon dan Israel," jelasnya.
Dandim Yoga Cahya meminta seluruh masyarakat Mimika agar selalu mendokan keduanya dalam menjalankan tugas sebagai abdi negara.
"Kami minta dukungan masyarakat Mimika agar selalu mendokan keduanya dan seluruh kontingen Garuda Indonesia dalam menjalankan misi ini agar apa yang menjadi tugas dan pengabian mereka selalu dijalankan dengan penuh semangat dan profesionalisme dan terpenting selalu dalam lindungan Tuhan yang maha kuasa," harap Dandim. (Ronald/Tanto)



