Bupati Mimika Lantik Koordinator KONI Tingkat Distrik Periode 2026-2030
Foto bersama di sela kegiatan
MIMIKA, BM
Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Mimika membentuk koordinator di 18 distrik untuk memperluas pembinaan atlet hingga ke kampung-kampung.
Para koordinator KONI tingkat distrik masa bakti 2026-2030 dilantik Ketua Dewan Pembina KONI Kabupaten Mimika Johannes Rettob di Ballroom Cendrawasih 66, Sabtu (5/9/2026).
Pelantikan tersebut berdasarkan Surat Keputusan KONI Kabupaten Mimika Nomor 12 Tahun 2026 tentang Pelantikan Koordinator KONI Tingkat Distrik Kabupaten Mimika Masa Bakti 2026-2030.
Bupati Mimika Johannes Rettob mengatakan pembentukan koordinator di tingkat distrik tidak semata-mata menjadi agenda organisasi. Keberadaan koordinator KONI di distrik merupakan bagian dari upaya menemukan dan membina bibit atlet yang selama ini tersebar di berbagai wilayah Mimika.
“Distrik merupakan salah satu titik penting untuk menemukan dan mengembangkan potensi olahraga yang tumbuh di tengah masyarakat,” kata Bupati JR.
Bupati mengatakan banyak anak muda Mimika memiliki bakat olahraga, tetapi belum seluruhnya memperoleh akses pembinaan yang terstruktur. Karena itu, koordinator KONI distrik diminta memetakan potensi olahraga di wilayah masing-masing dan mengidentifikasi atlet berbakat sejak usia dini.
Ia juga meminta koordinator membangun komunikasi dengan pemerintah distrik, sekolah, klub olahraga, pelatih, tokoh masyarakat, tokoh adat dan pemuda.
Katanya, kompetisi olahraga di tingkat distrik perlu dihidupkan secara berkala. Kompetisi tidak hanya ditujukan untuk mencari pemenang, tetapi juga menjadi ruang pembentukan karakter, kedisiplinan, kepercayaan diri dan pencarian talenta baru.
“Kita ingin pembinaan olahraga di Mimika dimulai sedini mungkin, dilakukan secara konsisten dan memiliki arah yang jelas,”tuturnya.
Sementara itu, Johannes Rettob meminta jajaran KONI menjalankan pembinaan olahraga dengan profesionalitas, integritas, loyalitas, dedikasi dan tanggung jawab.
Ia berharap dari setiap distrik dapat lahir atlet yang mampu berprestasi bukan hanya di tingkat kabupaten, tetapi juga Papua Tengah, nasional hingga internasional.
“Menang tanpa merendahkan, kalah tanpa menyerah,”ungkapnya.
Menurut dia, olahraga juga harus menjadi ruang untuk memperkuat persaudaraan di tengah masyarakat Mimika. Kompetisi, kata dia, harus tetap menjunjung sportivitas, kejujuran dan saling menghormati.
Sementara itu, Ketua KONI Kabupaten Mimika Antonius Kemong mengatakan pembentukan koordinator di 18 distrik menjadi langkah awal untuk mengubah pola pembinaan olahraga yang selama ini lebih banyak berpusat di kota.
Anton mengatakan pembinaan olahraga harus mengikuti arah pembangunan pemerintah daerah yang ingin membangun Mimika dari kampung ke kota. Menurut Antonius, pembangunan manusia tidak cukup dilakukan melalui pembangunan fisik, tetapi juga pendidikan, pembinaan mental dan kegiatan olahraga.
“Kalau kita tidak mulai, kapan lagi? Program ini baru dan ini kesempatan kita,” kata Antonius.
Ia berharap kegiatan olahraga dapat digerakkan di kampung-kampung melalui momentum seperti peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia maupun hari ulang tahun distrik. Dengan begitu, anak-anak dan remaja memiliki kegiatan positif setelah jam sekolah.
“Olahraga harus hidup di kampung-kampung,”ucapnya.
Dikatakan, para koordinator distrik juga akan memiliki peran penting dalam menyiapkan atlet yang akan mewakili wilayahnya pada Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab) Mimika.
KONI Mimika, kata dia, merencanakan Porkab pada Oktober 2026. Peserta akan mewakili distrik masing-masing dengan atlet yang berasal dari kampung-kampung di wilayah tersebut.
“Pesertanya akan diwakili dari kecamatan atau distrik, dari kampung-kampung yang diwakili oleh distrik masing-masing,” kata Antonius.
Ia mengatakan pelaksanaan Porkab masih mempertimbangkan kondisi anggaran pemerintah daerah. Namun, KONI tetap mendorong agenda tersebut berjalan sebagai bagian dari pembinaan olahraga dan persiapan atlet Mimika.
Antonius menilai pembentukan koordinator KONI distrik merupakan peluang untuk membangun basis olahraga yang lebih luas. Ia berharap pengurus tidak hanya menjalankan fungsi administratif, tetapi aktif mencari dan membina atlet di wilayah masing-masing. (Shanty Sang)
























