Olah Raga

Baru Satu Yang Daftar, Hari Ini Penutupan Pendaftaran Calon Ketua Umum KONI Mimika

Antonius Kemong saat mendaftarkan diri

MIMIKA, BM

Proses pemilihan Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Mimika Periode 2026-2030 resmi memasuki tahapan awal.

Tim Penjaringan dan Penyaringan Calon Ketua Umum KONI Mimika membuka pendaftaran bakal calon, dengan satu kandidat yang telah resmi mendaftar hingga hari ketiga.

Ketua Tim Penjaringan dan Penyaringan, Anselmus Serat, menyampaikan bahwa pendaftaran telah dibuka sejak Selasa, 21 April 2026, di Kantor KONI Mimika, Jalan Hasanudin, dan akan ditutup pada Jumat, 24 April 2026 pukul 12.00 WIT.

“Pendaftaran dibuka selama empat hari, terhitung sejak 21 April dan akan berakhir besok siang (hari ini-red),” ujar Anselmus saat ditemui, Kamis (23/4/2026).

Memasuki hari ketiga, satu bakal calon atas nama Antonius Kemong resmi mengembalikan formulir pendaftaran beserta dokumen persyaratan. Berkas tersebut diterima langsung oleh seluruh anggota tim penjaringan dan penyaringan.

Menurut Anselmus, Antonius Kemong telah mengantongi dukungan dari 14 cabang olahraga (cabor) yang berada di bawah naungan KONI Mimika. Jumlah tersebut melampaui syarat minimal dukungan, yakni 10 cabor.

“Secara administrasi awal, yang bersangkutan sudah memenuhi beberapa ketentuan, termasuk dukungan cabor dan pengalaman di organisasi olahraga,” jelasnya.

Meski demikian, tim penjaringan masih akan melakukan tahapan verifikasi terhadap seluruh berkas yang telah masuk.

Proses ini dijadwalkan berlangsung pada 25 April 2026, termasuk masa perbaikan dokumen jika ditemukan kekurangan.

Ia juga menegaskan bahwa peluang bagi kandidat lain masih terbuka hingga batas akhir pendaftaran.

Tim berharap proses penjaringan ini dapat menghasilkan figur terbaik yang mampu membawa kemajuan olahraga di Kabupaten Mimika.

“Kalau ada berkas yang belum lengkap, kami akan berikan kesempatan untuk dilengkapi sesuai waktu yang ditentukan,” tambah Anselmus.

Anggota Tim penjaringan lainnya, Agus Hugo Krey menambahkan, bagi siapa saja calon bisa mendaftarkan diri maju dalam bursa calon ketua Umum Koni Mimika dengan mengikuti syarat umum dan bersifat wajib.

“Beberapa syarat umum juga harus dipenuhi oleh bakal calon, namun syarat wajib bagi seorang calon saat mendaftar minimal mengantongi 10 rekomendasi dari pengurus cabang olahraga,”pungkasnya. (Red)

Freeport Grassroots Tournament 2026 di Jayapura : Kembangkan Bakat Sepak Bola Anak-anak Papua

Peserta FGT 2026 melibatkan siswa SSB laki-laki dan perempuan (no punggung 10) yang turut berkompetisi dilapangan.

JAYAPURA, BM

Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) bersama PT Freeport Indonesia (PTFI) terus mengembangkan bakat sepak bola usia dini di Papua melalui Freeport Grassroots Tournament (FGT) 2026 yang berlangsung di Stadion Mandala, di Jayapura, Papua, 17-18 April 2026.

Terkait ini, Ketua Umum PSSI Erick Thohir memberikan apresiasi secara khusus kepada PT Freeport Indonesia karena PTFI dinilai selalu mendukung kemajuan sepakbola Indonesia

“Kepercayaan ini memperkuat komitmen PSSI untuk terus meningkatkan sepak bola usia dini, baik melalui kompetisi, kolaborasi, maupun pelatihan berkualitas yang sangat penting dan memberi pengaruh positif bagi perkembangan pemain muda," ungkap Erick Thohir.

Senior Vice President (SVP) Community Development PTFI Nathan Kum mengatakan Freeport terus mendukung pengembangan SDM Papua menuju Papua Unggul, salah satunya melalui olahraga.

“Kompetisi ini menjadi ruang belajar penting bagi anak-anak untuk memahami nilai sportivitas, fair play, dan respect atau saling menghormati sebagai fondasi utama dalam pembentukan karakter,” kata Nathan.

Ia mengatakan melalui turnamen ini, PTFI ingin menghadirkan pengalaman bertanding yang berkualitas, menjunjung disiplin, kejujuran, dan semangat kebersamaan.

“Kami berharap anak-anak pulang dengan rasa gembira, mental yang lebih kuat, serta motivasi untuk terus berlatih dan berkembang,” katanya.

Setiap tahun, FGT berlangsung di Kota Jayapura, Provinsi Papua dan Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur. Turnamen ini memperebutkan gelar juara untuk kategori U-10 dan U-12, serta penghargaan fair play untuk masing-masing kategori.

Secara format, kompetisi menggunakan sistem 7 lawan 7, dengan setiap tim diperbolehkan mendaftarkan maksimal 15 pemain.

Pertandingan berlangsung dalam durasi 2 x 15 menit dengan waktu istirahat selama 5 menit, serta menerapkan pergantian pemain tanpa batas.

Turnamen berlangsung secara intensif selama dua hari. Pada kategori U-10, SSB Nafri keluar sebagai juara 1, disusul SSB Orion Star Sentani di posisi kedua, SSB Tunas Muda Hamadi sebagai juara ketiga, dan SSB Volta PLN di peringkat keempat.

Sejumlah penghargaan individu juga diberikan sebagai bentuk apresiasi, yakni Best Player kepada Arkiles Fonataba (SSB Tunas Muda Hamadi), Best Goalkeeper kepada Herman Isak Manggaprouw (SSB Nafri), serta Team Fairplay diraih oleh SSB Petra Sentani.

Pada kategori U-12, SSB Putra Yeabhu meraih juara pertama, diikuti SSB Nafri sebagai juara kedua, SSB Batik di tempat ketiga, dan SSB Waena sebagai Juara keempat.

Penghargaan individu U-12 diberikan kepada Sem Stenly Neymar Msen (SSB Nafri) sebagai Best Player, Frits Tokoro (SSB Putra Yeabhu) sebagai Best Goalkeeper, serta Team Fairplay diraih oleh SSB Nafri.

Selain turnamen sepak bola, dalam FGT 2026 juga dibagikan 300 pasang sepatu sepak bola untuk SSB di Jayapura, 400 sepatu sepak bola untuk SSB di Timika, dan 300 sepatu sepak bola untuk SSB di Gresik.

“Saya senang mengikuti kegiatan FGT ini, karena saya mendapat sepatu bola baru. Saya jadi lebih semangat berlatih,” kata peserta FGT dari SSB Volta, Dominic Pahabol.

FGT 2026 di Jayapura diikuti lebih dari 300 anak dan merupakan pelaksanaan ketiga setelah mulai digelar dua tahun lalu.

Ketua PSSI Papua Benhur Tomi Mano mengatakan pembinaan yang dilakukan Freeport Indonesia ini luar biasa. 

Apalagi melalui akademi sepak bola yang ada di Freeport, banyak pemain sudah berkesempatan ke luar negeri.

“Ini menjadi bukti nyata kontribusi PTFI yang bekerja sama dengan PSSI dalam mengembangkan sepak bola di Indonesia Timur, khususnya di Papua”ujarnya.

Ia berharap para orang tua terus mendukung dan mendorong anak-anak yang memiliki potensi di bidang sepak bola.

“Potensi tersebut tidak hanya untuk Papua, tetapi juga untuk Indonesia agar bisa berjaya di kancah sepak bola dunia kedepannya,” lanjutnya. (Red)

Gubernur Meki Resmi Buka Liga 4 Piala Gubernur Papua Tengah

Gubernur Meki Nawipa saat akan membuka kegiatan

MIMIKA, BM

Kompetisi sepak bola Liga 4 PSSI Piala Gubernur Papua Tengah secara resmi sudah bergulir, Minggu (08/03/2026) di Stadion Wania Imipi SP1, Kabupaten Mimika.

Pembukaan Liga ini ditandai dengan kick-off sebagai simbol dimulainya kompetisi oleh Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa bersama Wakil Gubernur, Deinas Geley dan Bupati Mimika, Johannes Rettob, dengan disaksikan oleh 7 Bupati dari 7 kabupaten, nsur forkopimda, serta para pemain dan tamu undangan.

Kompetisi ini diikuti oleh tujuh tim yang telah dibagi menjadi dua Grup yakin grup A terdiri dari, Persemi Mimika selaku tuan rumah, Persido Dogiyai, Persipuja Puncak Jaya yang menembus babak final tahun lalu, dan Persintan Intan Jaya.

Kemudian grub B terdiri, Persipuncak Puncak Cartenz yang tahun lalu lolos ke babak nasional, Persidei Deiyai, Persintan Intan Jaya, Persipa Paniai.

Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa dalam sambutannya mengatakan bahwa Provinsi Papua Tengah merupakan Provinsi yang terakhir yang melakukan liga 4, oleh karena itu para pemain dari 7 tim yang berlaga harus menunjukkan sportifitas, fair play, saling mendukung dan saling mensuport untuk mewujudkan sepak bola yang baik di negeri ini.

"Di Pemprov kali ini kita sudah komitmen yang dapat juara 1 akan kita kasih 100 juta selain piala, juara 2 akan mendapatkan 70 juta dan seterusnya," kata Guberbur Meki.

Jadi pemain, kata Meki, bukan hanya menjadi pemain, tapi bagaimana menujukan kehebatan, juga kerjasama yang baik dengan tim untuk menjadi yang terbaik di Provinsi Papua Tengah.

Ia juga berharap dengan Liga 4 ini maka dapat mewujudkan Papua Tengah adalah rumah bersama.

"Tidak ada pendatang, tidak ada orang pesisir, tidak ada pulau, tidak ada gunung dan tidak ada lembah, yang ada di negeri ini adalah negeri kita bersama Provinsi Papua Tengah,"ujarnya.

Menurutnya bahwa semua yang ada di 7 tim adalah anak-anak terbaik di Papua Tengah, sehingga diharapkan dari Papua Tengah bisa naik ke liga 3 dan seterusnya.

"Supaya kita di Papua Tengah juga ada tim kebanggaan,"tutur Mekim

Dalam kesempatan tersebut Gubernur Papua Tengah juga mengapresiasi kepada para pimpinan daerah yang sudah memberikan kontribusi untuk pelaksanaan Liga 4 ini.

Sementara itu mewakili Plt Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Provinsi Papua Tengah, Muhammd Haikal selaku Sekjen PSSI Papua Tengah mengatakan bahwa Liga 4 yang digelar tidak hanya sebuah kompetisi tetapi sebuah ruang pembinaan, persaudaraan, kebanggaan bagi seluruh masyarakat Papua Tengah.

“Saya ucapkan terima kasih kepada Gubernur juga Bupati dari delapan kabupaten di Papua Tengah, atas komitmen dan dukungan yang luar biasa terhadap pembinaan dan perkembangan sepak bola di kabupaten masing-masing, karena kehadiran dan perhatian bapak-bapak sekalian menjadi pondasi penting bagi kemajuan sepak bola di Papua Tengah,"ucapnya.

Katanya, tahun ini merupakan tahun kedua pelaksanaan pesta sepak bola terbesar di Papua Tengah.

"Semoga perhelatan ini menjadi pondasi kuat bagi sepak bola Papua Tengahuntuk terus maju dan berprestasi hingga ke kancah nasional serta mampu melahirkan bibit-bibit pemain, pelatih, dan perangkat pertandingan, yang dapat membawa panji daerah Papua Tengah di level nasional bahkan internasional,"ucapnya.

Ia pun mengajak seluruh peserta untuk menjunjung tinggi sportifitas, fair play dan persatuan.

"Mari kita jadikan liga 4 piala Gubernur Papua Tengahsebagai contoh kompetisi yang tertib aman dan membanggakan," ajaknya.

Ketua Panitia Pelaksana Liga 4 Piala Gubernur Papua Tengah 2025/2026, Alfred Fredy Anouw mengatakan, kompetisi Piala Gubernur Liga 4 ini menyampaikan pesan yang kuat kepada seluruh masyarakat Papua Tengah bahwa sepak bola adalah bahasa persatuan dan ruang damai.

Sepak bola adalah jembatan persaudaraan. Di atas lapangan hijau tidak ada lagi sekat suku, tidak ada lagi perbedaan gunung, pesisir, lembah, atau daerah.

"Jadi yang ada hanyalah satu tujuan: bermain dengan sportif, menjunjung tinggi sportivitas, fair play, dan membawa kebanggaan bagi daerah kita untuk sesuatu yang besar,” katanya.

Disampaikannya juga bahwa kompetisi piala Gubernur Liga 4 ini tidak sekedar ajang mencari juara, namun ini adalah panggung bagi generasi muda Papua Tengah untuk menunjukkan bakat.

"Kita berharap lahirlah pemain-pemain hebat," pungkasnya. (Shanty Sang)

Top