
Ketua PHBI Mimika, Laitam Gredenggo
MIMIKA, BM
Pemerintah pusat telah mengizinkan pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1 Syawal 1443 Hijriah (2022) dilakukan di mesjid maupun lapangan terbuka.
Izin tersebut dikeluarkan melalui Surat Edaran (SE) Kementerian Agama (Kemenag) No 8 Tahun 2022.
Walau demikian, pelaksanaan Shalat Ied nanti tetap merujuk pada penerapan protokol kesehatan yakni memakai masker dan menjaga jarak.
Dengan edaran ini, Pantia Hari Besar Islam (PHBI) Mimika telah melakukan sejumlah persiapan guna memperlancar proses perayaan Idul Fitri nanti.
PHBI Mimika telah memastikan berapa banyak mesjid yang akan digunakan untuk Shalat Ied termasuk lapangan dan areal bangunan lainnya.
PHBI juga telah mendatangkan berapa ustad dari luar Mimika untuk membantu pelaksanaan Shalat Ied di Timika. Selain itu, malam takbiran nanti akan dipadukan juga dengan lomba mobil hias.
"Totalnya ada 80 masjid termasuk di Kokonau dan di Eme neme. Sholat Ied akan dimulai pukul 06.30 waktu setempat," ujar Ketua PHBI Mimika, Laitam Gredenggo di Masjid Babusalam Timika, Senin (25/4/).
Graha Eme Neme Yauware digunakan sebagai sentral Shalat Ied karena juga memiliki lahan yang luas dan represntatif.
"Kita akan masksimal di dalam tetapi kota juga akan sipakan di luar untuk antisipasi banyaknya jamaah. Bahkan bisa kita gunakan sampai ke badan jalan," jelasnya.
Laitam menjelaskan bahwa dalam pelaksanaan nanti, ada beberapa ustad yang juga didatangkan untuk memimpin sholat Idul Fitri.
"Banyak ustad yang didatangkan. 65 merupakan mubalik lokal, sementara 15 lainnya adalah ustad tamu. Sebenarnya ustad tamu ini sudah merupakan satu kesatuan dengan Ramdhan kemarin yang belum pulang sekaligus untuk menjadi Khotib di masjid-masjid," jelasnya.
Terkait malam takbiran yang akan dipadukan dengan lomba mobil hias, Laitam mengatakan pesertanya adalah DMM dan paguyuban.
"Hingga technical meeting tadi (Senin-red), ada 53 peserta yang sudah terdaftar dari DKM dan beberapa paguyuban. Jadi masing-masing peserta juga sudah dibatasi yakni hanya 2 kendaraan roda empat saja," terangnya.
Ia juga mengakui bahwa pada saat malam takbir nanti pasti ada yang terlibat namun bukan sebagai peserta. Menurut Laitam mereka akan tetap diakomodir dan menjadi tanggungjawab PHBI.
"Star dimulai dari pusat pemerintahan SP3 dan finish di Graha Eme Neme Yauware. Kita lakukan dari atas untuk hindari roda dua karena dalam pawai ini roda dua dilarang," ujarnya.
"Pengalaman di tahun-tahun sebelumnya, kita buka di Eme Neme tapi kita tidak bisa bendung banyaknya roda dua karena mereka pasti tetap akan masuk," jelasnya.
Sementara hasil lomba nanti akan diumumkan oleh dewan juri pada saat Sholat Idul Fitri.
"Terkait keamanan secara keseluruhan, terutama saat malam takbir sudah dikoordinasikan dengan pihak keamanan, Satpol PP dan perhubungan. Harapan kami dengan rute yang panjang ini, semua bisa berjalan dengan baik. Kita juga belajar dari kekurangan di tahun-tahun sebelumnya," ungkapnya. (Ade)