Warga Kembali Serbu Minyak Tanah Tahap Dua di Empat Titik



Warga saat mengantri minyak tanah di depan kantor Kelurahan Pasar Sentral

MIMIKA, BM

Persoalan kelangkaan minyak tanah sering terjadi menjelang hari-hari raya. Seperti dialami saat ini menjelang Natal 2021 dan Tahun Baru 2022.

Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika melalui Disperindag kembali melakukan operasi pasar murah minyak tanah tahap dua Kamis (16/12) di empat titik, yakni Pasar Sentra, Kantor Distrik Wania, halaman SMA Negeri 1 dan Pos Peka Nawaripi Dalam.

Frits Werimon selaku Kepala Seksi Pengawasan dan Penertiban Perdagangan Disperindag, mengatakan bahwa operasi pasar murah minyak tanah dilakukan untuk menyikapi keluhan masyarakat.

"Jadi untuk Pasar Sentral sendiri itu setiap KK sebenarnya 20 liter, namun kita lihat dengan kondisi di lapangan. Jika antrian panjang maka akan dikurangi setiap KK hanya peroleh 10 liter," katanya saat ditemui disela-sela memantau kegiatan.

Agar kuota subsidi minyak tanah bisa disalurkan ke semua warga, maka warga yang mengantre wajib menyertakan kartu keluarga guna mencegah terjadinya pendoubelan.

"Untuk operasi pasar murah minyak tanah ini dilakukan di 16 titik. Hari ini ada empat titik kemudian akan dilanjutkan besok (Jumat) hingga Senin minggu depan," ujar Frits.

Ia juga berharap dengan dilaksanakan kegiatan ini bisa ada keseimbangan harga di pasar. Pasalnya secara aturan pengecer tidak boleh jual harga eceran tertinggi yakni Rp5.500.

"Kita sebenarnya bisa protes artinya kita lihat dari aturan karena BBM yang bersubsidi minyak tanah kemudian yang jenis lain premium dan solar ini yang diatur oleh pemerintah. Kita berharap sebelum hari raya masyarakat sudah dapat minyak tanah," harapnya.

Sementara ditempat lain, Kepala Kampung Nawaripi, Norman Ditubun mengatakan bahwa khusus Kampung Nawaripi ada kolaborasi dari Pemerintah Kabupaten dalam hal ini Disperindag dan TNI-Polri, yang mana pelaksanaan subsidi minyak tanah dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan vaksin.

"Disini selain warga yang hari ini laksanakan vaksin baik pertama maupun kedua, dia peroleh minyak tanah gratis dan telur satu rak. Sedangkan warga yang tidak ikut vaksin dia beli dengan harga Rp 40 ribu," katanya.

Dengan adanya kegiatan kolaborasi yang dilaksanakan di Kampung Nawaripi, dirinya memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten, TNI-Polri dalam hal ini Polres Mimika dan Lanud Yohanis Kapiyau.

"Terimakasih atas suportnya buat kami di Kampung Nawaripi. Suport seperti ini sangat bermanfaat dan berdampak pada masyarakat secara langsung," ucap Norman. (Ignas)

BERITA EKONOMI & PEMBANGUNAN

Top