Ekonomi dan Pembangunan

Cegah Stunting Dan Dukung Ketahanan Pangan, TP-PKK Mimika Tanam 400 Pohon Kelor Di Nawaripi

Foto bersama Pembina TP PKK Mimika Johannes Rettob, Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong, Ketua TP PKK Mimika Ny. Suzy Rettob, Wakil Ketua TP PKK Ny. Periana Kemong, Pj Sekda Mimika, Abraham Kateyau, Ketua DWP Mimika Ny. Bernadetha Kateyau, Direktur sekaligus Executive Vice President Sustainable Development di PT Freeport Indonesia (PTFI), Claus Wamafma, VP Environmental PT Freeport Indonesia (PTFI) Gesang Setyadi, serta sejumlah pimpinan Forkopimda.

MIMIKA, BM

Guna mencegah stunting dan mendukung ketahanan pangan serta memperingati Hari Lingkungan Hidup, TP-PKK Kabupaten Mimika laksanakan penanaman 400 pohon kelor (Moringa oleifera) di Kampung Nawaripi, Distrik Wania, Jumat (5/6/2026).

Adapun tema nasional yang diusung tahun ini "Saatnya Bekerja Untuk Iklim".

Kegiatan ini dihadiri Bupati Mimika Johannes Rettob, Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, Pj Sekda Mimika, Abraham Kateyau, Ketua Dharma Wanita (DWP) Ny. Bernadetha Kateyau, Direktur sekaligus Executive Vice President Sustainable Development di PT Freeport Indonesia (PTFI), Claus Wamafma, VP Environmental PT Freeport Indonesia (PTFI) Gesang Setyadi, serta sejumlah pimpinan Forkopimda.

Bupati Mimika Johannes Rettob dalam sambutannya, mengapresiasi atas upaya TP-PKK dalam upaya pencegahan stunting dan mendukung upaya ketahanan pangan. Program ini tidak hanya mendukung penghijauan lingkungan, tetapi juga memiliki manfaat strategis dalam meningkatkan kesehatan masyarakat dan mempercepat penurunan angka stunting di Kabupaten Mimika.

“Gerakan ini sangat luar biasa karena menyentuh dua aspek penting sekaligus, yaitu pelestarian lingkungan dan peningkatan ketahanan pangan serta kesehatan keluarga. Pohon kelor memiliki kandungan nutrisi yang sangat tinggi dan dapat menjadi salah satu solusi dalam mendukung program percepatan penurunan stunting di Mimika," kata Bupati John.

Bupati JR berharap kader-kader PKK terus mengedukasi masyarakat agar menjadikan kelor sebagai bagian dari konsumsi harian keluarga. Selain itu, pemerintah daerah melalui dinas terkait diminta untuk terus mendukung pengembangan program penanaman kelor di seluruh distrik dan kampung.

Ia mengatakan, bahwa penanaman 400 pohon kelor di Kampung Nawaripi akan memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan melalui penghijauan, menjaga kualitas tanah, serta mendukung kelestarian ekosistem lokal.

"Melalui kegiatan ini, kami Pemerintah Kabupaten Mimika bersama TP-PKK telah menunjukkan komitmen dalam mendukung gerakan pelestarian lingkungan sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan kesehatan masyarakat melalui pemanfaatan tanaman kelor sebagai sumber pangan bergizi," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua TP-PKK Mimika, Ny Susana Suzy Herawati Rettob mengatakan bahwa penanaman kelor merupakan salah satu program prioritas dari TP-PKK Provinsi, sehingga TP-PKK Kabupaten wajib meneruskan ke Distrik dan kampung.

Dalam momen peringatan hari lingkungan hidup sedunia, bukan sekedar momen untuk dirayakan, tetapi TP-PKK Mimika memilih melakukan aksi nyata dalam usaha menyelamatkan lingkungan.

Karena, kata Suzy, lingkungan bukan sekedar tempat tinggal, melainkan sistem penopang kehidupan dengan memastikan sumber udara dan air yang bersih,serta sumber daya alam demi kelangsungan hidup.

"Kami berkomitmen menjaga kelestarian lingkungan hidup dan menjaga ketahanan pangan, khususnya dalam rumah tangga," tandas Suzy yang didampingi oleh Wakil Ketua TP-PKK Mimika, Ny. Periana Kula Kemong.

Mengapa harus pohon kelor yang ditanam? Menurut Susy Rettob, daun kelor memiliki manfaat yang sangat luar biasa, baik untuk daya tahan tubuh, menghambat sel kanker, menyehatkan kulit, mencegah racun arsenik, mengobati mata, diabetes, menyehatkan jantung, mencegah anemia, serta menambah air susu ibu (ASI).

Pohon kelor tambah Suzy, sangat mudah tumbuh dan bertahan saat musim kemarau. Mengingat wilayah Distrik Wania sangat luas, maka yang ditanam sebanyak 400 pohon kelor.

Ia berharap, agar masyarakat bisa terus mengembangkannya, sehingga pertumbuhan kelor semakin banyak.

"Jadi kelor ini sangat besar manfaatnya untuk kesehatan. Ini saya sampaikan sesuai penelitian ahli. Yang paling luar biasanya, kelor juga bisa dipergunakan sebagai bahan perawatan kulit," pungkasnya. (Shanty Sang)

Buka PEIF 2026, Wabup Dorong Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia Timur

Foto bersama salam harmoni di sela-sela kegiatan

MIMIKA, BM

Bank Indonesia menyelenggarakan Papua Economic and Investment Forum (PEIF) ke 2 tahun 2026 sebagai langkah strategis untuk mendorong percepatan investasi, hilirisasi industri, dan penguatan potensi ekonomi di Tanah Papua.

Kegiatan yang dilaksanakan di Hotel Swisbelin Mimika, Kamis (4/6/2026) dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong.

Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong dalam sambutannya mengatakan, bahwa dengan dipilihnya Kabupaten Mimika menjadi tuan rumah pelaksanaan kegiatan ini merupakan kehormatan sekaligus peluang penting untuk memperkenalkan potensi daerah, memperkuat jejaring percepatan kerja serta sama, pembangunan mendorong ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Papua khususnya di Kabupaten Mimika.

"Dunia saat ini bergerak dengan sangat cepat, perubahan ekonomi global, perkembangan teknologi, dinamika pasar, serta tantangan pembangunan daerah menuntut kita untuk berpikir lebih strategis, adaptif, dan kolaboratif. Namun, di tengah bebrbagai tantangan, tanah Papua memiliki potensi yang sangat besar untuk menjadi salah satu motor penggerak ekonomi baru di kawasan Indonesia Timur,"kata Wabup Kemong.

Wabup Emanuel mengatakan, Kabupaten Mimika, sebagai salah satu daerah strategis di Papua Tengah yang memiliki keunggulan sangat besar. Memiliki potensi sumber daya alam, posisi geografis yang penting, infrastruktur pelabuhan dan bandar udara yang terus berkembang, serta peluang investasi di berbagai sektor, mulai dari pertambangan, perikanan, pertanian, pariwisata, perdagangan, jasa, hingga pengembangan UMKM.

Oleh karena itu, tema investasi dan penguatan daya saing yang diangkat dalam forum ini sangat relevan dengan arah pembangunan kedepannya.

"Kita tidak bisa hanya bergantung pada pengelolaan sumber daya alam yang ekstraktif dan konvensional. Kita harus bergeser maju menuju hilirisasi, penguatan sektor UMKM, pengembangan pariwisata, peningkatan kualitas SDM, serta penciptaan iklim investasi yang inklusif, berdaya saing dan berkelanjutan,"ujarnya.

Katanya, Pemerintah Kabupaten Mimika membuka pintu selebar-lebarnya bagi investasi yang bertanggung jawab. Investasi yang diharapkan bukan hanya investasi yang membawa modal (capital), tetapi juga investasi yang menghadirkan alih teknologi, meningkatkan kapasitas tenaga kerja lokal, membuka lapangan kerja, menggerakkan UMKM, serta memberi dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat, khususnya masyarakat asli Papua.

Ia percaya bahwa investasi yang baik adalah investasi yang tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga menghormati nilai-nilai sosial, budaya, lingkungan, dan masyarakat setempat. keberlanjutan hidup.

"Melalui forum PEIF ke-2 ini, ada tiga hal penting sebagai fokus kita bersama yakni, sinergi dan kolaborasi yang kuat, peningkatan kemudahan berusaha dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif," tutur Emanuel.

Dikatakan, bahwa Pemerintah Kabupaten Mimika berkomitmen untuk terus memperkuat reformasi birokrasi, meningkatkan kualitas pelayanan perizinan, memangkas regulasi yang menghambat, serta memberikan kepastian hukum bagi para investor yang ingin menanamkan modalnya di Kabupaten Mimika.

"Kami ingin memastikan bahwa Mimika menjadi daerah yang ramah investasi, terbuka terhadap kerja sama, dan memiliki tata kelola pemerintahan yang semakin efektif," ucapnya.

Emanuel berharap forum ini tidak hanya menjadi ruang diskusi, tetapi juga menjadi ruang lahirnya gagasan, kerja sama, dan komitmen investasi yang konkret. Mari bersama manfaatkan PEIF ke-2 ini untuk memetakan peluang strategis, memperkuat kepercayaan investor, serta membangun kesepahaman bersama demi kemajuan papua tengah dan tanah papua secara keseluruhan.

"Pemerintah Kabupaten Mimika siap menjadi mitra yang terbuka, responsif, dan kolaboratif dalam mendukung setiap investasi yang memberi manfaat nyata bagi daerah dan masyarakat," pungkasnya. (Shanty Sang)

Disperindag Dan Pertamina Perketat Penggunaan Barcode BBM Subsidi

Foto bersama Kadis Perindag bersama tim saat melakukan kunjungan ke salah satu SPBU

MIMIKA, BM

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Mimika bersama Pertamina Patra Niaga memperketat penggunaan barcode bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) reguler di Timika.

Upaya tersebut dilakukan dalam melakukan pemasangan spanduk dan X-Banner di enam Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) reguler di Timika, Jumat (22/5/2026).

Kepala Disperindag Mimika, Sabelina Fitriani mengatakan, pemasangan spanduk dan banner tersebut dilakukan sebagai upaya memperketat pengawasan pembelian BBM subsidi.

Selain itu untuk mengingatkan masyarakat agar tertib menggunakan barcode Subsidi Tepat saat melakukan pengisian pertalite dan biosolar.

Penggunaan barcode dalam pembelian BBM subsidi sebenarnya bukan kebijakan baru. Namun sosialisasi dan pengawasan tetap diperlukan karena antrean kendaraan, khususnya truk dan mobil pengguna BBM subsidi, masih sering terjadi di sejumlah SPBU.

“Dalam banner itu tertulis beberapa hal, yakni SPBU tidak melayani pembelian BBM subsidi dengan identitas kendaraan dan QR Code yang berbeda, kemudian kendaraan yang tidak memiliki atau memodifikasi pelat nomor, serta kendaraan yang tangkinya telah dimodifikasi,”kata Sabelina.

Sabelina menjelaskan, BBM subsidi merupakan hak seluruh masyarakat sehingga penggunaannya harus tepat sasaran dan tidak disalahgunakan untuk penimbunan ataupun diperjualbelikan kembali.

Ia juga mengingatkan adanya sanksi pidana bagi penyalahgunaan BBM subsidi sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, dengan ancaman hukuman penjara hingga enam tahun dan denda maksimal Rp60 miliar.

“Melalui pemasangan banner dan spanduk ini, kami berharap masyarakat semakin memahami aturan yang ada dan tertib dalam melakukan pengisian BBM di SPBU,”ujarnya.

Sementara itu, Sales Branch Manager Pertamina Patra Niaga Rayon II Papua Tengah, Junaedi Kala mengatakan, pemasangan X-Banner dan spanduk dilakukan serentak di seluruh SPBU reguler di Timika sebagai bagian dari kampanye Subsidi Tepat.

“Pertamina tidak akan melayani pengisian BBM subsidi apabila data kendaraan tidak sesuai dengan barcode yang digunakan, kendaraan tidak memiliki pelat nomor, maupun kendaraan yang menggunakan tangki modifikasi,”tuturnya.

Junaedi juga mengimbau masyarakat agar rutin melakukan reset barcode pada akun Subsidi Tepat guna mencegah penyalahgunaan oleh pihak lain.

“Barcode yang dimiliki pengguna bisa saja disalin, difoto, atau disebarluaskan sehingga digunakan oleh orang lain. Karena itu masyarakat perlu melakukan reset barcode secara berkala untuk menjaga keamanan akun Subsidi Tepat,”ungkapnya.

Melalui kolaborasi antara Pertamina dan Disperindag Mimika, diharapkan distribusi BBM subsidi di Kabupaten Mimika semakin tertib, tepat sasaran, dan dapat dinikmati secara merata oleh masyarakat. (Shanty Sang)

BERITA EKONOMI & PEMBANGUNAN

Top