Ekonomi dan Pembangunan

Perketat Pengawasan, DTPHP Gelar Rapat Bahas Pupuk dan Pestisida Bersama KP3

Suasana berlangsungnya rapat

MIMIKA, BM

Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) menggelar rapat pengawasan pupuk dan pestisida bersama Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3).

Rapat digelar di Kantor DTPHP, Rabu (19/8/2026).

Pertemuan tersebut membahas Peraturan Bupati (Perbup) sebagai landasan hukum pengawasan dan penindakan terhadap peredaran pupuk serta pestisida di wilayah Mimika.

Kepala DTPHP Mimika, Abdul Haris Sudharmono mengatakan, bahwa regulasi ini nantinya menjadi dasar pelaksanaan inspeksi mendadak (sidak) secara rutin oleh tim gabungan, minimal setiap tiga bulan sekali.

Menurutnya, penyusunan regulasi tersebut penting untuk memberikan dasar hukum yang jelas bagi tim dalam melakukan pengawasan di lapangan.

"Pengawasan dilakukan untuk memastikan pupuk bersubsidi disalurkan tepat sasaran sekaligus mencegah peredaran pupuk dan pestisida yang telah kedaluwarsa," kata Abdul.

Abdul menambahkan keberadaan produk kedaluwarsa menjadi perhatian karena tidak hanya berpotensi merugikan petani, tetapi juga dapat menimbulkan risiko terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungan.

Lanjutnya, apabila dalam pemeriksaan ditemukan pupuk atau pestisida kedaluwarsa, pemilik atau pelaku usaha akan diberikan teguran serta larangan untuk menjual produk tersebut.

"Jika pelanggaran tetap dilakukan, barang akan disita dan proses selanjutnya dilakukan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Karena, ini menyangkut keselamatan dan kesehatan manusia,” tegasnya.

Selain pengawasan terhadap pupuk dan pestisida, kata Abdul, pihaknya juga akan memperkuat koordinasi dengan Dinas Ketahanan Pangan melalui Seksi Keamanan Pangan.

Ini dilakukan untuk memastikan hasil pertanian yang beredar di masyarakat aman, memenuhi standar keamanan pangan, dan layak dikonsumsi.

"Dengan adanya Perbup ini, pengawasan diharapkan dapat dilakukan secara lebih terjadwal, terpadu, dan memiliki dasar hukum yang jelas sehingga peredaran pupuk dan pestisida di Kabupaten Mimika dapat semakin tertib dan aman," ungkapnya. (Shanty Sang)

Semarak HUT ke-81 RI, Maxim Timika Adakan Konvoi dan Beri Layanan Gratis serta Promo Spesial

Head Of Division (HOD) Maxim Timika, Hendra Nussaly dan Penasehat Hukum Maxim, Ria Aritonang S.E., S.H., M.H foto bersama driver Maxim

MIMIKA, BM

Dalam rangka menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, perusahaan transportasi daring, Maxim Timika memberikan program spesial, berbagai layanan bagi pengguna setianya dan juga konvoi motor dan mobil.

Konvoi dimulai dari Kantor Maxim Timika, Jalan Hasanuddin, Selasa (18/7/2026).

Dalam konvoi ini diikuti 8 mobil dan 40 motor, dengan mengambil rute start dari Kantor Maxim Timika-Area Petrosea-Diana Shopping Mall-dan finish kembali ke Kantor Maxim Timika.

Head Of Division (HOD) Maxim Timika, Hendra Nussaly mengatakan, bahwa pada 17 Agustus pengguna Maxim menikmati perjalanan gratis dengan mobil dengan dekorasi khusus bertema kepulauan Indonesia dan HUT RI.

Inisiatif ini dirancang untuk menambab semarak perayaan kemerdekaan bagi masyarakat dan juga menjadi simbol komitmen Maxim untuk terus hadir melayani kebutuhan transportasi warga Timika.

Dan ditanggal 18 Agustus 2026 Maxim Timika menggelar konvoi bersama driver terpilih.

"Konvoi ini menjadi ajang kebersamaan sekaligus bentuk apresiasi kepada mitra pengemudi. Rangkaian kegiatan menambah semarak suasana perayaan kemerdekaan di Mimika," kata Hendra.

Selain itu, Maxim juga menghadirkan promo menarik bagi pengguna setia dengan Kode promo saldo Rp200.000. Sejak kemarin banyak pelanggan yang menikmati promo 17 Agustus tersebut dan saat ini dilakukan konvoi Maxim.

"Promonya hingga  17 persen per perjalanan dan berlaku hingga tanggal 21 Agustus 2026," ungkapnya.

Melalui rangkaian kegiatan ini, Hendra mengajak masyarakat untuk merayakan kemerdekaan dengan penuh kebersamaan, inovasi, dan semangat melayani.

Sementara itu, Penasehat Hukum Maxim, Ria Aritonang S.E., S.H., M.H menyampaikan, konvoi ini bukan sekadar kebersamaan, tetapi wujud nyata bahwa pengemudi Maxim siap menjadi teladan dalam tertib berlalu lintas dan memberikan pelayanan transportasi yang aman.

“Dengan konvoi ini membuktikan kebersamaan antar pengemudi dan Maxim siap menjadi teladan dalam berlalu lintas,” pungkasnya. (Shanty Sang)

105 Peserta Dilatih Pengembangan Wirausaha Baru Oleh Kementerian Perindustrian di Mimika

Suasana kegiatan pelatihan

MIMIKA, BM

Kementerian Perindustrian Republik Indonesia (Kemenperin) RI menggelar kegiatan Penumbuhan dan Pengembangan Wirausaha Baru Industri Kecil Menengah (WUB IKM) di Kabupaten Mimika.

Kegiatan ini diikuti oleh 105 peserta yang berasal dari tiga jenis wirausaha yakni olah kue, sablon dan service AC masing-masing sebanyak 35 peserta.

Kegiatan yang digagas oleh Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka Kementerian Perindustrian ini bekerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mimika dan berlangsung di Hotel Horison Ultima, Rabu (2/9/2026).

Turut hadir Anggota DPR RI Komisi VII, Arjuna Sakir didampingi Direktur Industri Aneka Ditjen Industri Kecil, Menengah dan Aneka Kementerian Perindustrian, Reny Meilany, Kadisperindag Mimika, Sabelina Fitriani, Staf Ahli Bupati Mimika Bidang Ekonomi l, Keuangan dan Pembangunan, Petrus Pali Amba.

Anggota DPR RI Komisi VII, Arjuna Sakir dalam sambutannya menyampaikan kehadiran Kementerian Perindustrian di Timika menjadi bukti pembangunan industri harus menjangkau seluruh daerah dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

“Kita ingin masyarakat Papua Tengah tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga menjadi pelaku usaha, pencipta produk, pencipta lapangan kerja, dan penggerak ekonomi daerah,” kata Arjuna.

Arjuna menambahkan, kegiatan ini bukan sekedar pelatihan tetapi merupakan bagian dari upaya strategis untuk mencetak wirausaha baru, memperkuat industri kecil, meningkatkan keterampilan masyarakat, menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua.

"Peserta akan mendapatkan tiga jenis pelatihan yakni olahan kue, sablon dan service AC dimana ketiga industri tersebut memiliki peluang usaha," ujarnya.

Lanjutnya, Papua Tengah memiliki ekonomi yang besar dan potensi ini harus dikelola menjadi kegiatan ekonomi yang produktif dan menjadi nilai tambah untuk masyarakat.

"Kita ingin dari kegiatan ini lahir pelaku usaha baru yang mampu membuat produk berkualitas, memberikan pelayanan yang baik, memanfaatkan teknologi, menggunakan pemasaran digital dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas," harapnya.

Sementara itu, Direktur Industri Aneka Ditjen Industri Kecil, Menengah dan Aneka Kementerian Perindustrian, Reny Meilany mengatakan Kementerian Perindustrian lebih memilih memberikan pelatihan atau Bimtek dibandingkan bantuan anggaran yang sifatnya cepat habis.

"Kalau anggaran diberikan seolah-olah kita tidak tahu nanti arahnya kemana. Dengan kami lakukan langsung dalam bentuk pelatihan atau Bimtek kami rasa jauh lebih bermanfaat karena sudah jelas akan kami dorong jadi wirausaha," tutur Reny.

Dengan pelatihan ini, Reny berharap peserta mampu berkembang dan dapat menciptakan lapangan kerja baru di Mimika.

"Pelatihan ini selain materi yang diberikan, peserta juga akan melakukan praktik langsung untuk wirausaha olahan kue, service AC dan sablon," ucapnya.

Ia berharap, setelah pelatihan ini Disperindag Mimika dapat memberikan pendampingan lebih lanjut kepada para peserta. (Shanty Sang)

BERITA EKONOMI & PEMBANGUNAN

Top