Terbang Perdana di 2020, Trigana Air Muat Subsidi Sembako dan Bahan Bangunan ke Wamena

MIMIKA, BM
Untuk ketiga kalinya PT. Trigana Air Service mendapat kepercayaan menjalankan subsidi angkutan udara kargo dari Timika ke Wamena.
Untuk rute ini Trigana Air pertama kalinya terbang pada 2012 dan kedua pada 2018. Di 2020, maskapai ini kembali mendapatkan kepercayaan dari kementerian perhubungan untuk kembali melakukan penerbangan kargo.
Penerbangan perdana di 2020 ini, pengiriman barang subsidi berupa sembako dan bahan bangunan ke Wamena melalui Bandar Udara Mozes Kilangin, dilakukan pada Sabtu (8/2).
Kepala Otoritas Bandar Udara Wilayah 10 Merauke, Usman Effendi kepada awak media mengatakan hal ini merupakan program dari Presiden RI Joko Widodo terkait konektivitas tol laut dan jembatan udara.
"2020 ini kontraknya awal Januari namun karena menunggu barang dengan kementerian penyedia barang (kementerian perdagangan-red) maka baru bisa dilaksanakan sekarang. Kementerian Direktur Jenderal Perhubungan Udara hanya memberikan fasilitas transportasi saja," ujarnya.
Dijelaskan, kontrak kerjasama yang terjadi di awal Januari 2020 ini merupakan sebuah prestasi yang bertujuan untuk memperkecil harga, walaupun sebagian ditanggung oleh pemerintah dan diharapkan nanti ada yang bisa dikelola di Wamena.
"Semoga ini betul-betul bisa bermanfaat untuk mengurangi disparitas harga yang kalau dengan komersil itu sangat mahal. Ini subsidi dari pemerintah melalui kementerian perhubungan sehingga bisa menekan harga di daerah lain yang memang membutuhkan. Timika sebagai pintu yang memfasilitasi pengangkutan barang ke Wamena," ungkapnya.
Sementara itu Area Manager Papua PT. Trigana Air Service, Liency mengatakan ini merupakan tahun ketiga Trigana Air menjalankan subsidi angkatan udara kargo. Dikatakan pula Pesawat Trigana Air memiliki kapasitas angkutan sebanyak 14 ton.
"Hari ini kami bersyukur bisa melaksanakan penerbangan perdana. Harapan kami tahun ini sukses seperti tahun lalu dan kami berharap dukungan dari semua penyedia barang. Schedule yang kami jalankan adalah tiga kali seminggu hingga Desember 2020. Penyedia barangnya adalah koperasi usaha dari Kabupaten Mimika. Kami tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan semua pihak," tandasnya.
Kepala Dinas Perhubungan Mimika, Yan Selamet Purba mengatakan melalui tol laut dilanjutkan dengan jembatan udara, maka pengawasan terhadap pengiriman barang harus lebih ditingkatkan.
"Semangat terus Trigana Air. Harapan kami dengan kerjasama ini koperasi-koperasi yang ada di Mimika bisa lebih diberdayakan lagi," harapnya.
Yan Slamet Purba juga berharap agar Trigana Air menambah frekuensi pengiriman barang ke pedalaman. Karena menurutnya, kadang hanya untuk memperoleh mie instan, kopi dan gula saja terasa begitu sulit didapatkan oleh masyarakat di pedalaman.
"Kalau boleh subsidi kargo untuk Kabupaten Mimika diperluas atau ditambah. Kedua, pastikan dengan baik bahwa barang-barang yang keluar dari Timika tidak ada barang yang berbahaya karena ini merupakan tanggung jawab moril kita bersama untuk menyukseskan penerbangan tol udara sehingga bisa berjalan baik. Kita berharap tol udara semakin lama semakin luar biasa," ungkapnya.
Ia menuturkan Timika adalah sentral pengembangan ekonomi bagi kabupaten-kabupaten sekitar sehingga ketersediaan barang harus lebih ditingkatkan.
"Yang juga harus dicermati adalah ketersediaan bahan atau material yang akan diangkut. Jangan sampai semua diangkut keluar tetapi di Timika kosong. Kita berharap selalu ada evaluasi ini dari otoritas UPBU di setiap penerbangan. Kami ucapkan sukses selalu untuk Trigana Air," pungkasnya. (Elfrida)



