Minta Kejelasan Pembangunan Tempat Wisata, Pemilik Galian C Datangi Kantor Bappeda


Pemilik galian C Selamat Datang beserta rombongan saat mendatangi Kantor Bappeda

MIMIKA, BM

Terkait tindaklanjut rencana pembangunan tempat wisata yang ada dilokasi galian C selamat datang, pemilik lokasi galian beserta rombongan datang ke Kantor Bappeda Senin (11/4) untuk meminta kejelasan.

Pemilik lahan, Mussa Dendegau menyampaikan bahwa kedatangan mereka ingin meminta kejelasan apakah lokasi galian c ini bisa dibenahi secara bersama antara pemerintah dengan masyarakat atau tidak.

"Kami minta kejelasan dan kami juga sudah memberikan masterplan sebanyak dua kali dan ini sesuai dengan permintaan Bappeda,"ungkapnya.

Menurutnya, Bappeda Mimika harus memberikan kejelasan terkait hal ini agar pemerintah bisa mendampingi serta mengarahkan, pasalnya beberapa dinas terkait sudah meninjau langsung lokasi namun sampai saat ini tidak ada kelanjutan setelah diminta waktu dua minggu.

"Kalau memang tidak bisa dijadikan tempat wisata, sampaikan ke kami tempat itu layak jadi apa," ujar Musa.

Ia juga menilai beberapa kali melihat pemerintah memberikan izin di lokasi lain untuk dibuat kolam ikan. Sementara pihaknya belum pernah sama sekali diberikan izin.

"Kalau seingat saya, pernah ada beberapa lokasi yang diberikan untuk dibuat kolam ikan. Dan kami ini yang belum pernah, kami mau mencoba dari niat baik kami,"katanya.

Diakuinya saat ini lokasi galian c secara perlahan sudah dibenahi oleh masyarakat sambil menunggu perhatian dari Pemerintah.

"Sebaiknya pemerintah turun lihat lokasi dulu untuk kasih tahu kami aturan-aturan pembangunan seperti apa. Lalu beri kami kesempatan untuk mengerjakan, jangan bicara tapi belum lihat perubahan saat ini yang ada di sana seperti apa. Jangan menunda-nunda terus," ungkap Mussa.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Waterpau bahwa pihaknya yang sebelumnya sudah dijanjikan untuk duduk bersama menyatukan pikiran terkait pembangunan, hingga tidak terealisasi.

"Kami selama ini nekat karena kami mau tempat yang hancur itu jadi bagus. Kami masyarakat mau supaya kita duduk sama-sama menyatukan pikiran. Dengan aturan yang segala macam yang tahun ini ganti, tahun berikut ganti lagi. Tempat yang dulu hancur kita mau bikin bagus supaya orang banyak bisa datang dan tempat ini bisa dipakai oleh Pemda Mimika juga. Kami tidak ada maksud apa-apa," ungkapnya.

Disampaikannya bahwa beberapa minggu terkahir operasi galian C sudah diberhentikan, namun karena kelamaan menunggu dukungan pemerintah, operasi galian c terpaksa diaktifkan kembali guna membantu anggaran pembenahan lokasi.

"Kalau tidak percaya mulai dari dua minggu yang lalu lokasi di sana sudah jauh berubah. Itu karena kami nekat dan kami siap. Masyarakat hari ini kita bicara begini itu kita langsung turun dan lihat lokasi yang minggu kemarin dengan minggu ini,"ujarnya.

Dirinya mendukung pengalihan fungsi galian c menjadi tempat wisata. Hal ini merupakan salah satu langkah yang baik bagi masyarakat asli Papua dalam bersaing.

Kepala Bappeda Mimika, Yohanna Paliling kepada wartawan menyampaikan bahwa pihaknya akan melanjutkan aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat.

"Kita hanya diskusi saja, ada keinginan di masyarakat di lapangan lalu masih ada proses dengan OPD terkait. Tadi (kemarin-red) kami diskusi dan akan sampaikan ke pimpinan dengan OPD terkait. Urusannya nanti seperti apa, nanti kita dengar ya," ungkapnya.

Lanjutnya, "Mereka sudah lama menunggu, tetapi OPD teknis yang di situ kan harus bertemu dulu untuk melihat boleh atau tidak. Kalau boleh seperti apa dan kalau tidak pun itu karena apa. Seperti itu saja, tidak ada masalah. Kami cerita baik, dan mereka juga sangat proaktif untuk kita sama-sama diskusi," ucapnya seusai melakukan pertemuan dengan pemilik galian c bersama rombongannya. (Ignas)

BERITA EKONOMI & PEMBANGUNAN

Top