Penerimaan Negara di Kabupaten Mimika dan Sekitarnya Hingga Maret Capai Rp1,9 T

Kepala KPPN, Kepala KPP Pratama dan perwakilan Bea Cukai Amamapare Timika saat menyampaikan rilis APBN 2022 triwulan pertama
MIMIKA, BM
Terhitung sejak Januari hingga akhir Maret 2022 untuk penerimaan Negara di Kabupaten Mimika dan sekitarnya terealisasi sebesar Rp1,9 triliun atau mencapai 44 persen dari target sebesar Rp4,3 triliun.
Kepala KPP Pratama, Ambar Ari Mulyo bersama Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara(KPPN) Timika serta Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Amamapare menyampaikan rilis triwulan pertama APBN 2022 ini di aula KPPN, Kamis (21/4).
Kepala KPP Pratama, Ambar Ari Mulyo mengatakan rilis ini disampaikan sebagai informasi kepada publik mengenai pelaksanaan APBN di Wilayah Kabupaten Mimika, dan sekitarnya.
"Jika dibandingkan dengan realisasi penerimaan tahun 2021 pada masa yang sama yaitu sebesar Rp634,03 Milyar, maka penerimaan pajak bulan Januari sampai Maret 2022 mengalami pertumbuhan negatif sebesar -0,77 persen," jelasnya.
Penerimaan Negara ini terdiri dari penerimaan Pajak Dalam Negeri sebesar Rp630 miliar (18persen), Pajak Perdagangan internasional Sebesar Rp1,3 triliun (148persen) dan Penerimaan Negara Bukan Pajak sebesar Rp12,3 miliar (51persen).
Selain itu, berdasarkan data kinerja penerimaan pajak yang terdiri dari PPh, PPN, dan PPnBM, PBB (P3L) dan Pajak Lainnya pada Januari hingga Maret 2022, berhasil mencapai realisasi sebesar Rp629,14 milyar atau sekitar 18,43 persen dari target tahun 2022.
"Berdasarkan jenis pajaknya, penerimaan Pajak Kantor Pelayanan Pajak Pratama Timika bulan Januari sampai dengan Maret 2022 dengan kontribusi terbesar adalah PPh Non Migas dengan realisasi penerimaan pajak sebesar Rp561,97 milyar, " kata Ambar.
Lanjutnya," Untuk urutan kedua adalah PPN Dalam Negeri dengan realisasi penerimaan sebesar Rp65,68 milyar. Kemudian di urutan terakhir adalah Pajak Lainnya dengan realisasi penerimaan pajak sebesar Rp1,49 milyar,"ujarnya.
Selain itu capaian kinerja penerimaan pajak Kantor Pelayanan Pajak Pratama Timika per Januari hingga Maret 2022 ditunjang oleh sektor Pertambangan dan Penggalian dengan kontribusi sebesar 54,1persen.
Selanjutnya dari sektor konstruksi dengan kontribusi sebesar 18,3 persen, dan disusul sektor Administrasi Pemerintahan dengan kontribusi sebesar 5,85 persen.
Sementara Kepala Sub Bagian Umum Bea Cukai Amamapare Timika, Eko Sagi Parwono, menjelaskan, untuk penerimaan Bea masuk terealisasi sebesar Rp39,28 milyar atau mencapai 36 persen dari target yang ditetapkan.
"Penerimaan Bea keluar terealisasi sebesar Rp1,2 triliun atau mencapai 160 persen dari target yang ditetapkan, dan Penerimaan Pabean lainnya sebesar Rp3,03 milyar,"jelasnya.
Kepala KPPN Timika, Iwan Megawan menjelaskan terkait PNPB dari Pengelolaan Barang Milik Negara (BMN) telah terealisasi Rp12,3 miliar atau mencapai 51 persen dari target tahun 2022.
Sedangkan Belanja Negara dari APBN yang disalurkan melalui Kantor Pelayanan Perbendaharaan Timika telah terealisai sebesar Rp170,42 miliar atau 10,5persen dari alokasi belanja sebesar Rp1,6 triliun.
Belanja negara tersebut terdiri dari Belanja Pemerintah Pusat yang terealisasi sebesar Rp149,9 miliar (17,8 persen) dan Belanja TKDD yang terealisasi sebesar Rp20,5 miliar (2,6 persen).
Belanja Pemerintah Pusat terdiri dari Belanja Pegawai terealisasi sebesar Rp64,1 miliar (23,6 persen), Belanja Barang Rp81,1 miliar (19,8 persen), Belanja Modal 81,1 miliar (2,7 persen).
Belanja TKDD terdiri dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik, DAK Non Fisik, dan Dana Desa. DAK Fisik belum ada realisasi dengan total pagu sebesar Rp391,1 miliar, Dana Desa belum ada realisasi dengan total pagu di tahun 2022 sebesar Rp312,2 miliar.
Untuk Dana BOS telah direalisasikan melalui 2 gelombang. Gelombang pertama untuk 152 sekolah dengan jumlah Rp14,17 miliar dan gelombang kedua untuk 30 sekolah dengan jumlah Rp3,28 miliar.
"Sedangkan BOP Paud telah direalisasikan kepada 69 sekolah dengan jumlah Rp1,41 miliar. BOP Kesetaraan telah direalisasikan kepada 17 sekolah dengan jumlah Rp1,63 milliar,"ungkapnya.
Ditambahkan juga bahwa untuk penyaluran Kredit Ultra Mikro untuk periode Triwulan I 2022 telah disalurkan ke 31 Debitur melalui PT Pegadaian dengan nilai penyaluran Rp147,87 juta. Sedangkan Penyaluran Kredit Usaha Rakyat telah disalurkan sejumlah Rp51,41 miliar kepada 878 Debitur. (Ignas)






















