LPK YETC Hadir Di Mimika Guna Berikan Peluang Emas Bagi Masa Depan Anak-Anak Papua

Pengguntingan pita secara bersama sebagai tanda secara resmi beroperasinya LPK YETC di Mimika
MIMIKA, BM
Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Yaumapare Exellent Training Center (YETC) secara resmi hadir di Kabupaten Mimika dan beralamat di Jalan Hasanudin.
Keberadaan LPK YETC ini ditandai dengan peremian oleh Pemerintah Kabupaten Mimika Rabu (27/7) yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan, Septinus Timang.
Peresmian ini disaksikan juga oleh Kepala Bidang Tenaga Provinsi Papua, Hamsi Hamber, Ketua Komite Akreditasi Lembaga Pelatihan Kerja Papua, Jumi Wiyono serta sejumlah tamu undangan dan para peserta.
Keberadaan LPK YETC di Timika sangat berdampak besar karena memberikan peluang bagi masa depan anak-anak Papua untuk peningkatan kompetensi tenaga kerja sesuai dengan bidangnya agar lebih ahli dan menguasai bidang pekerjaannya secara maksimal ketika terjun di dunia kerja.
Mewakili Pemda Mimika, Staf Ahli Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan, Septinus Timang memberikan apresiasi, sebab keberadaan LPK Yaumapare Excellent Training Center akan sangat membantu setiap individu dalam mengembangkan ketrampilan yang dimiliki saat ini.
"Ini akan sangat penting perannya dalam menciptakan SDM yang handal sehingga dapat terjun dalam dunia kerja, mengingat Papua memiliki sumber daya alam yang amat melimpah," ungkapnya.
Lanjutnya, Mimika menyimpan sumber daya alam yang melimpah sehingga saat ini memerlukan ketrampilan dan keahlian untuk dapat mengolah sumber daya alam tersebut.
"Kami pemerintah daerah akan terus bekerja sama dengan semua yang terkait dalam hal ini lembaga-lembaga dan juga Disnaker untuk yang berkontribusi memberikan pelatihan kerja khususnya bagi orang asli Papua untuk bersaing dan mendapat tempat di tanah sendiri,"kata Septinus.
Harapan pemerintah, keberadaan Yaumapare Excellent Training Center dapat bekerja sama dengan pemerintah untuk menghasilkan tenaga-tenaga kerja yang handal dan berkualitas serta siap dalam dunia kerja di era modern.
Sedangkan Kepala Bidang Tenaga Provinsi Papua, Hamsi Hamber, mengakui dari sisi infrastruktur dan peralatan untuk dua program yakni alat berat dan lasa sudah sangat memadai.
"Kami harus lakukan akreditasi dua program ini, karena kami akan lihat berkas-berkas yang mana ada persyaratan yang harus dilengkapi," ungkapnya.
Ia berharap peserta didik apabila sudah menyelesaikan pelatihan langsung diserap dunia usaha dan industri, yang mana telah dibangun juta beberapa kerjasama dengan perusahan-perusahaan yang ada di Mimika.
Hal yang sama juga disampaikan oleh Ketua Komite Akreditasi Lembaga Pelatihan Kerja Papua, Jumi Wiyono. Ia menyebutkan bahwa dari sisi infrastruktur yang dimiliki LPK Yaumapare Excellent Training Center sudah sesuai dengan standar industri.
"Jadi semua lembaga pelatihan kerja baik itu milik pemerintah, swasta maupun lembaga pelatihan industri seperti PT Freeport, semua harus terakreditasi sesuai dengan Permenaker Nomor 34 tahun 2016 bahwa semua lembaga pelatihan kerja itu harus memenuhi standar mutu pelatihan,"katanya.
Sebagai ketua komite akreditasi lembaga pelatihan kerja Provinsi Papua, ia mengungkapkan bahwa selain memberikan pembinaan, kehadiran mereka juga hadir untuk melakukan proses akreditasi.
"Kehadiran kami disini ini dalam rangka pembinaan, belum akreditasi dan belum digitasi karena akreditasi itu harus memenuhi standar mutu mulai dari mulai program pelatihan serta unit-unit kompetensi apa saja yang mereka laksanakan dalam pelatihannya," kata Jumi.
Ia juga menambahkan bahwa pihaknya juga akan meninjau seperti apa struktur competentnya karena itu harus sesuai dengan kompetensi, baik terhadap peserta didik maupun instrukturnya.
"Kami sudah lihat semua sarana prasarana di lembaga ini sangat mendukung dengan pelatihan dan tahun depan bisa akreditasi, karena di Timika kebanyakan perusahaan industri membutuhkan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri,"sambungnya.
Sementara itu, Ginanjar selaku penanggungjawab lembaga Yaumapare Excellent Training Center mengungkapkan bahwa lembaga pelatihan di bawah PT Amung Negelem Sejahtera (ANS) ini adalah perusahaan lokal Papua yang mana salah satu bidang bisnis atau usahanya adalah untuk melakukan training.
"Pelatihan ini berbeda dengan pelatihan yang ada di Papua. Kami bisa bilang ini adalah yang pertama karena lembaga ini bisa memberikan sertifikat tingkat internasional dari BNSP yang dikeluarkan dari Kementerian ESDM dan juga Sertifikat Ijin Operasi (SIO)," terangnya.
Menurutnya, dalam pelatihan itu ada dua program yakni program sponsorship dan komersial.
"Ke depan kami akan bekerjasama bukan hanya dengan pemerintah di Timika tapi juga dengan pemerintah di Nabire , Intan Jaya, Merauke dan lain-lain. Sehingga kalau mereka membutuhkan pelatihan industri maka mereka bisa datang ke tempat ini dan kami akan memberikan asrama dan lain-lain,"ungkapnya.
Kata Ginanjar, tidak hanya pelatihan namun selama proses ini berlangsung akan juga dilaukan pembinaan. Pasalnya setelah bekerjasama dengan Disnaker dan perusahaan-perusahaan lain, maka database siswa training bisa diikutkan untuk magang.
"Nanti setelah mereka magang dan sudah punya keahlian barulah kita distribusi ke perusahaan yang membutuhkan tenaga anak-anak Papua. Sampai saat ini sudah ada enam angkatan sebanyak 130 siswa,"katanya.
Untuk waktu pelatihan ini menurutnya akan berlangsung selama 18 hari ditambah 1 hari untuk pembekalan.
"Mereka yang ikut pelatihan ini bukan langsung diterima tetapi dites terlebih dahulu, seperti interview dan seleksi berkas kemudian diberikan pembekalan. Pembekalan itu ada kesepakatan dimana kami akan test prosedur training, jika setuju baru mereka masuk kelas,"ujarnya.
Lanjutnya," Nanti mereka punya sertifikat itu ada dua, yakni sertifikat K3 umum yang dipakai sebagai persyaratan sekarang dan sertifikat keahlian yang di belakangnya ada kompetensi apa yang mereka sudah capai. Dan dalam training center ini mereka dilatih 4 materi, yakni K3 umum, K3 untuk dasar umum dan K3 keahlian serta leadership," tutupnya. (Ignas)






















