Flyer event Timika Inside Festival of Art (TIFA) 2024
MIMIKA, BM
Timika Inside Festival of Art (TIFA) dipastikan bakal digelar lagi pada tahun 2024 ini. Event tahunan yang berorientasi pada seni dan budaya ini akan menampilkan berbagai pertunjukan, mulai dari pertunjukan tari, fashion, modelling, hingga film.
Ketua Panitia TIFA 2024, Dina Merani, menyampaikan tahun ini, TIFA akan menyajikan sesuatu yang berbeda dan tentunya lebih menarik serta unik dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Sebab, mulai tahun ini, TIFA telah menjadi salah satu dari antara 110 event yang terpilih dalam kurasi Kharisma Event Nusantara (KEN) di Indonesia, sebuah program unggulan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).
"Tiga tahun berturut-turut kita telah konsisten melaksanakan event TIFA di Mimika, dan tahun ini, kita (TIFA) lolos kurasi masuk KEN mewakili Papua Tengah," ujar Dina saat ditemui di Sekretariat TIFA, Jalan Busiri, Timika, Papua Tengah, Rabu (3/4/2024) malam
"Ini suatu kebanggan bagi kami. Oleh karena itu, kita akan tampilkan pertunjukan-pertunjukan karya seni budaya yang lebih luas dan lebih menarik lagi di TIFA 2024 ini," imbuhnya.
KEN 2024 yang bertajuk “Budaya Indonesia Panggung Dunia” sendiri, kata Dina, telah resmi diluncurkan pada 27 Januari 2024 lalu oleh Menparekraf, Sandiaga Uno, di Jakarta.
Pelaksanaan 110 event unggulan yang terdaftar ini pun sudah dijadwalkan, yang mana event TIFA yang bertemakan "Berdiri Bergerak Membangun Ekonomi Kreatif dari Indonesia Timur" akan digelar selama tiga hari, pada tanggal 18–20 Juli 2024 mendatang di Lapangan Timika Indah, Jalan Belibis, Timika, Papua Tengah.
Lebih lanjut Dina mengungkapkan bahwa dengan semangat antusias dari Panitia TIFA 2024 yang rata-rata terdiri para pelajar, saat ini, persiapan menjelang event telah mencapai 70 persen.
"Persiapan untuk TIFA 2024 sudah sekitar 70 persen. Kita sudah mulai berproses, mulai buat-buat bazar untuk mendukung kelengkapan seperti kostum, ID card, dan sebagainya," ungkap Dina.
Clemen Rekol selaku Stage Manager juga memaparkan bahwa event TIFA 2024 mencakup sejumlah kegiatan, di antaranya Karnaval Mimpi, Papua Culture Week, Papua Plus Size, Family Fashion Show, Humanist Alien, Bazar & Pameran Budaya, Tabur Tifa, Diskusi Seni dan Budaya, serta Dance Film.
"Panggung seni budaya yang menjadi ikon kita yaitu Tabur Tifa akan berlangsung selama tiga hari. Sementara Karnaval Mimpi sendiri kita jadikan sebagai opening event," tuturnya.
"Di Karnaval Mimpi, kita konsepnya para peserta akan tampil dengan kostum profesi yang menjadi mimpi-mimpi mereka ke depan. Ini beda dengan karnaval tahun sebelumnya yang hanya mengenakan pakaian adat," jelas Clemen.
Untuk beberapa kegiatan yang dilombakan, Clemen meyebut masih serupa dengan TIFA 2023, yakni Papua Culture Week, Papua Plus Size, dan Family Fashion Show.
"Tapi tahun ini, untuk Bazar & Pameran Budaya, kita juga akan mencari stan mana yang pembelinya paling banyak. Panitia akan kasih hadiah untuk tenant-tenant itu. Karnaval Mimpi juga demikian, kita cari yang paling unik, paling bernilai, dan akan kita beri hadiah juga," terangnya.
Adapun konsep buah karya baru, yakni Humanist Alien, bakal menghantar para penonton untuk menikmati suasana ruang galaksi yang dihadirkan melalui dimensi penataan lighting dipadukan dengan lampu flash handphone.
"Yang pasti setiap tahun kita terus berupaya menghadirkan terobosan-terobosan baru dalam pertunjukan seni dan budaya event TIFA," kata Clemen optimis.
Terkait pendaftaran peserta, dikatakan bahwa pendaftaran sudah dapat dilakukan melalui media sosial TIFA ataupun dengan menghubungi kontak person yang tertera pada flyer-flyer. Pendaftaran juga bisa dilakukan lewat Sekretariat TIFA di Jalan Busiri Jalur 1, Timika, Papua Tengah.
"Untuk event yang gratis seperti Karnaval Mimpi itu free untuk siapa saja bisa mendaftar. Kemudian panggung seni budaya itu sanggar mana pun bisa join," katanya.
"Sementara yang berbayar itu Papua Culture Week, Papua Plus Size, dan Family fashion show. Itu biaya pendaftarannya Rp700 ribu, tapi saat ini, ada diskon juga yang kita kasih sampai tanggal 21 April 2024. Diskonnya Rp700 ribu untuk dua orang. Bazar dan pameran budaya itu Rp2,5 juta. Bisa dibayar dua kali. Jadi, yang berminat masuk tenant-tenant bisa segera mendaftar," jelas Clemen.
Sejauh ini, lanjut Clemen, sejumlah peserta atau sanggar baik di Mimika maupun di luar Mimika bahkan luar Papua telah mendaftar untuk tampil di panggung TIFA 2024.
"Dari Bali, Aceh, Magelang, Sorong, Manokwari, Jayapura, Asmat, Kaimana, Pekan Baru, itu mereka sudah mendaftar untuk proses mengikuti event ini," ujarnya.
Melihat waktu pegelaran event yang hanya berlangsung tiga hari, Clemen mengatakan panitia nantinya akan membatasi kuota peserta maupun sanggar.
"Sanggar mana pun bisa join, tapi kita akan batasi juga berapa banyak yang bisa join. Kalau sudah memenuhi kuota berarti kita akan tutup. Soal kriteria sanggarnya mungkin kita tidak terlalu sih, kita cuma akan mengatur menitnya saja yang kita batasi 5–7 menit," jelas Clemen.
"Dan kalau dilihat dari tahun 2022 itu saat Tabur Tifa, bisa dibilang masih sanggar-sanggar lokal, kaya sanggar dari Papua atau suku-suku besar yang ada di Timika. Tapi sekarang, kita sudah ada juga yang dari luar Papua jadi lebih ke nusantara yang akan ditampilkan di Tabur Tifa. Kita usahakan agar setiap penampil itu akan menampilkan yang terbaik," tandasnya.
Di sisi lain, dari Tim Kreatif, pun telah mulai memaksimalkan kerja-kerja promosi, mulai dari desain flyer hingga mengampanyekannya melalui media sosial.
"Kita sekarang di tahap promosi melalui media sosial dengan mengunggah flyer-flyer yang sudah didesain. Ke depan, kita akan lebih gencar lagi promosi, mungkin dengan foto-foto terbaru dan juga konten-konten video agar lebih menarik lagi," kata Joe Pali, perwakilan Tim Kreatif.
Sementara Alfo Smith sebagai Artist Director menjelaskan bahwa event TIFA ini merupakan salah satu wadah bagi karya-karya apik para seniman.
TIFA sendiri memberikan kebebasan seluas-luasnya kepada pegiat seni untuk menampilkan karya-karya terbaiknya. Siapa pun boleh mengambil bagian dalam mempertunjukkan buah karyanya, sehingga tidak menutup kemungkinan adanya peserta dari luar yang ikut mendaftar.
"Tapi ini memang ada juga tahap-tahap yang mana kita benar-benar kurasi sehingga penampil-penampil akan buat yang sebaik mungkin. Dan apabila di saat pertunjukan, ada penampilan-penampilan dari luar Mimika itu bagi kami menjadi satu momentum yang baik. Artinya kita bisa membuka perspektif masyarakat Mimika bahwa budaya ini tidak hanya di sini saja. Budaya itu luas sehingga siapa saja boleh masuk di dalam ruang lingkup pertunjukkan itu," terang Alfo.
"Tentu ini menjadi satu experience yang baru bagi masyarakat supaya mereka bisa melihat bahwa ternyata kalau kita di Timika ini yang kita pelajari cuma tari-tari atau seni budaya ini saja. Sedangkan di luar sana mereka sudah sampai di level 10 , kita masih di level 1. Nah itu yang kita mau mengajak mereka untuk lebih lepas, lebih luas, dan masuk lebih dalam lagi untuk memandang sebuah karya seni maupun budaya itu sendiri," imbuhnya.
Meski demikian, kata Alfo, panitia bakal tetap memprioritaskan kesenian dan budaya Papua untuk tampil maksimal di atas panggung TIFA 2024.
Dia berharap degan hadirnya TIFA sebagai wadah para seniman bisa memantik kembali geliat seni dan budaya di Mimika.
Di samping itu, Alfo pun berharap Pemerintah Kabupaten Mimika maupun perusahaan dan kontraktor-kontraktor yang beroperasi di Mimika dapat memberikan perhatian serta dukungan kepada TIFA dalam menghidupkan semangat berkesenian di Mimika.
"Kita berharap di event TIFA ini, ada dukungan dari pemerintah terkait, Pemerintah Provinsi, perusahan-perusahan atau kontraktor yang ada di Timika Papua karena secara tidak langsung ini kan membawa nama Kabupaten, nama masyarakat, nama besar provinsi, karena ini kalau sudah tembus KEN itu artinya bukan saja event nasional lagi tapi sudah internasional," pungkasya.
Perjalanan TIFA sebagai event seni dan budaya di Mimika memang bisa dikatakan cukup berdampak positif pada pengembangan sumber daya manusia, baik itu para panitianya yang diberikan pengalaman sejak dini untuk mengurus sebuah event besar maupun para pegiat seni dan budaya yang benar-benar diberikan panggung pertunjukan untuk menampilkan karyanya.
Seperti halnya yang dialami Ocean Chelsea Laura Nussi, sosok peserta usia pelajar yang terpilih menjadi Duta TIFA 2023. Dirinya mengaku sangat merasakan manfaat saat mengikuti event TIFA, baik itu dari segi ilmu maupun dalam pengembangan karakternya.
"Saya bangga dan senang bisa mendapatkan pengalaman baru, bisa belajar hal-hal baru. Contohnya seperti belajar tentang dunia modelling dan juga tari-tarian. Karena event ini sangat positif, saya juga ingin mengajak teman-teman yang lain untuk mari kita sama-sama bergabung, belajar, mengembangkan karakter dan pengetahuan kita dalam berkesenian. Event ini juga cuma setahun sekali, jadi saya rasa teman-teman akan rugi jika tidak bergabung," kata Ocean. (Endy Langobelen)