Ekonomi dan Pembangunan

Tiba di Timika, Gubernur Ganjar Pranowo Borong Jajanan Kuliner di Venue Biliar



Gubernur Jawa Tengah, Ganjar didampingi Wakil Bupati Mimika, Johanes Rettob saat membeli jajanan kuliner di stand Venue Biliar. (Humas PPM/Shanty)

MIMIKA, BM

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo membeli berbagai jajanan kuliner khas Mimika yang berada di Venue Biliar, Senin (4/10).

Ganjar datang ke Mimika guna menyemangati para atlet yang mengikuti pertandingan biliar. Momen ini ia sempatkan untuk berbelanja di stand kuliner.

Ia membeli berbagai jajanan khas Mimika, mulai dari keripik pisang tarusan minyak buah merah, ikan abon manyung, noken dan lainnya.

Bahkan, saat sampai di stand mama-mama Papua penjual noken, Ganjar tidak tanggung-tanggung mengeluarkan uang dari sakunya sebesar Rp1,1 juta untuk membeli topi rajutan dan langsung memakainya.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar usai berbelanja mengatakan, ia dari Jayapura langsung ke Mimika.

"Sangat menarik sekali di Papua ini, saya di Papua disambut masyarakat sangat hangat sekali. Hari ini ke Timika juga sama disambut hangat sekali. Pokoknya I Love You Papua lah," kata Ganjar.

Ganjar berharap PON ini sukses dan membuat olahraga di Indonesia Timur makin bagus lebih khusus di Papua.

"Ini juga menjadikan spirit nanti untuk para atlet di Papua, dan bisa makin berprestasi serta juara terus," ungkapnya.

Sementara Silvia dari Distanbun Mimika merasa senang, karena Gubernur Jawa Tengah membeli keripik pisang sebanyak 5 bungkus.

"Iya senang, karena dibeli langsung 5 bungkus sama Pak Gubernur Jawa Tengah. Satu bungkus keripik pisang ini Rp20 ribu," kata Silvia.

Hal yang sama juga dikatakan Mama Kostantina karena hasil jualan ikan abon manyung pun dibeli oleh Gubernur Jawa Tengah.

"Tadi Pak Gubernur beli 2 bungkus ikan abonnya. Saya senang karena ada orang dari luar yang mau membeli," ujar mama Konstatina. (Humas PPM/Shanty/Sianturi)

 

100 Pelaku UMKM Jajakan Produknya Pada Event PON, Disutradarai Bidang Sosial Ekonomi

 

Konferensi pers bidang sosial ekonomi diwakili sekretaris Bapenda, Yulianus Pabuntu

MIMIKA, BM

Momentum PON XX Papua, dimanfaatkan betul oleh Bidang Sosial Ekonomi Sub PB PON Cluster Mimika guna meningkatkan pendapatan ekonomi bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Mimika.

Tidak tanggung-tanggung, Bidang Sosial Ekonomi Cluster Mimika menyiapkan 100 pelaku UMKM untuk menjajakan hasil produk usahanya pada event PON XX di Mimika.

Sekretaris Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Mimika, Yulianus Pabuntu menyampaikan ini kepada media saat melakukan press conference di Media Center Kominfo, Senin (27/9).

"Ada 100 UMKM yang kita persiapkan untuk tampil di kegiatan PON. Jenis usaha mereka rata-rata merupakan produk lokal. Kita berharap dengan keterlibatan UMKM dapat meningkatkan  pendapatan mereka," ujarnya.

Yulianus mengatakan, PON XX 2021 di Papua merupakan sebuah kesempatan dan peluang emas bagi UKM terutama di Mimika.

100 UMKM yang dilibatkan oleh bidang ini, harapannya tidak hanya memberikan dampak ekonomi bagi Mimika saja namun untuk Papua secara keseluruhan.

"Di setiap venue, kami siapkan tempat untuk UKM bisa memperjualbelikan setiap produk yang mereka hasilkab. Ada sekitar 3-4 tenda setiap venue kami siapkan sehingga mereka punya kesempatan untuk bisa memperoleh pendapatan yang lebih baik," tutur Yulianus.

Namun, kata Yulianus sejauh mana peningkatan pendapatan UMKM selama beberapa hari ini belum bisa diukur. Ia berharap ada pertumbuhan yang mereka rasakan dari momen PON ini.

"Kalau berbicara tentang dukungan pemerintah, kami sudah menyiapkan tempat gratis untuk UMKM dan juga tidak di tagih retribusi. Bahkan secara khusus, di masa pandemi kami Bapenda membebaskan pajak untuk UMKM," katanya.

Diharapkan, pertumbuhan UMKM pada PON ini tidak sebagai usaha musiman, namun ke depan harus terus diberdayakan agar selalu eksis, memiliki nilai jual dan dapat bersaing hingga ke luar daerah.

"Dari 100 UMKM yang kita ambil rata-rata merupakan mama-mama Papua karena memang ada harapan kita bahwa pelaksanaan PON di Papua ini betul-betul mempunyai dampak terhadap UMKM Papua," ujarnya.

Di Mimika sejauh ini, untuk unit usaha kecil menengah, pendapatan terbesar masih di dominiasi oleh rumah makan dan restoran.

"Anggaran pendapatan daerah dari pajak sebesar Rp218 miliar sudah terealisasi sebesar Rp79 miliar dari restauran dan catering. Jadi UMKM sejauh ini masih sangat memegang peran dalam meningkatkan pendapatan daerah," ungkapnya. (Shanty)

Efek Ekonomi PON Di Mimika, Bawa Angin Segar Bagi Pelaku UMKM

Kepala Dinas Koperasi, Ida Wahyuni saat melakukan konferensi pers di Media Centre, Senin (27/9)

MIMIKA, BM

Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Mimika menyiapkan tempat pemasaran bagi pelaku UMKM yang terdata di Diskop agar mereka dapat memasarkan produknya pada event Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua cluster Mimika.

Hal ini menjadi bukti sekaligus jawaban terhadap mereka yang selama ini menanyakan keterlibatan pelaku UMKM dalam PON XX Papua di Mimika.

Kepala Diskop dan UMKM Mimika, Ida Wahyuni dalam press conference di Media Center Kominfo di Hotel Grand Mozza, Senin (27/9) mengatakan, UMKM di Timika sangat antusias untuk memasarkan produk mereka.

"Mereka (pelaku UMKM) memperkenalkan produk yang ada di Kabupaten Mimika baik itu olahan makanan, obat maupun mikro. Kontribusi Pemda Mimika melalui APBD sebagaimana kebijakan Bupati Mimika untuk keberpihakannya terhadap UMKM di Diskop dan UMKM menyediakan tempat pemasaran,” jelasnya.

Ida mengatakan, gedung Koperasi yang dibangun selain berfungsi sebagai kantor juga disiapkan sebagai tempat pemasaran.

Tidak hanya itu, pada perhelatan PON ini juga disediakan stand-stand di setiap venue untuk tempat menjual produk dari Timika.

Dikatakan pada event PON ini, Diskop juga menyediakan tempat pemasaran di Pasar lama yang akan berlangsung saat kirab api PON.

"Para pelaku UMKM yang belum diakomodir oleh bidang sosial ekonomi akan diakomodir oleh bidang pemasaran agar dapat memasarkan produknya di eks pasar swadaya yang juga menjadi tempat berlangsungnya pesta rakyat menyambut PON," terangnya.

Tidak hanya itu, pihaknya juga akan menyiapkan tempat pemasaran di Diana Shopping Center lantai 2. Bahkan sejak tahun 2019, Diskop terus melakukan pendampingan terhadap pelaku UMKM untuk sertifikasi produk sehingga produk yang akan dipasarkan aman dikonsumsi baik oleh masyarakat Timika maupun tamu dari luar daerah.

“Untuk favorit yang paling di cari adalah noken. Jadi kami dari Diskop menyediakan bordiran maskop PON untuk dapat dipasang di noken,” ujarnya.

Selain itu, ada juga produk olahan ikan yang habis terjual. Dengan demkian maka jelas bahwa secara ekonomi, UMKM merasakan incomenya dari pegelaran PON ini.

Diskop menegaskan bahwa berapa pun produk yang siap sebagai komoditi, akan dipasarkan oleh pelaku UMKM yang ada di Timika.

PON ini juga sebagai ajang memperkenalkan produk UMKM sebagai oleh-oleh yang mana untuk ke depan nanti akan dikembangkan penjualannya secara online.

“Beberapa bulan sebelum pelaksanaan PON kami sudah melakukan koordinasi dengan pimpinan bank bahwa 2 bulan sebelumnya ada peningkatan pemanfaatan kredit usaha rakyat oleh pelaku usaha mikro. Dari sini kita bisa melihat bahwa pelaku usaha mikro sudah memanfaatkan kredit untuk meningkatkan jumlah produk olahannya,”ujarnya.

Ida berharap pelaku UMKM dengan memanfaatkan KUR dapat lebih banyak melakukan produksi. Dari sebelumnya yang mungkin hanya 100, di momen PON ini harus ditingkatkan menjadi 200 produksi.

“Kami harap peningkatan ini bisa menjadi semangat baru ditengah pandemi ini. Jadi noken yang sekarang dibeli di Timika suatu saat ketika pulang ke Sumatera atau Jawa bisa dibeli secara online. Itu juga menjadi program kita agar UMKM bisa beradaptasi karena konsumen kita bukan hanya masyarakat Mimika tapi dari luar juga. Ini momentum yang luar biasa untuk memasarkan produknya,” katanya.

Secara bertahap pihaknya akan melakukan persiapan-persiapan dan pembinaan pelaku UMKM untuk dapat beradaptasi dengan online. Sehingga yang dilakukan 2 tahun ini adalah bagaimana produk olahan makanan itu bersertifikasi.

“Namun produk dari 49 pelaku UMKM yang kami lakukan pembinaan untuk sertifikasi baru 10 yang bersertifikat. Jadi rendahnya minat pelaku UMKM di Timika untuk melegalkan produknya masih kurang sekali. Inilah yang kami Diskop datangi langsung ke pelaku usaha untuk melakukan sertifikasi produknya maupun BPOM," ujarnya.

"Kami juga melakukan koordinasi agar pelaku UMKM lebih aktif untuk produknya bersertifikat supaya konsumen aman. Karena standar konsumen di luar Timika umumnya mencari produk yang bersertifikat,” ungkapnya. (Shanty)

BERITA EKONOMI & PEMBANGUNAN

Jamin Keandalan Listrik Nataru, PLN UP3 Timika Siagakan Personel 24

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-23 12:06:31

Jelang Nataru Disnakkeswan Sidak Pedagang Daging di Pasar Sentral

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-19 13:15:56

Dukung Swasembada Pangan, Polres Mimika Panen 2 Ton Jagung

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-19 05:09:09

80 Peserta UMKM Diberi Pelatihan Sistem E-Katalog

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-12 04:04:51

BPS Mimika Catat Inflasi Mimika 1,77 Persen Pada November 2025

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-02 13:03:39

Top