Hukum & Kriminal

Lokasi Jatuhnya Helikopter PK-IWS Ditemukan, Besok Tim SAR Gabungan Lakukan Evakuasi

Nampak lokasi jatuhnya Helikopter PK-IWS.

MIMIKA, BM

Helikopter milik PT Intan Angkasa dengan registrasi PK-IWS yang dilaporkan hilang kontak Rabu (10/09/2025) sekitar pukul 14.30 WIT akhirnya ditemukan lokasi jatuhnya sekitar pukul 16.55 WIT.

"HEli tersebut sudah terlihat dan heli mengalami kecelakaan. Lokasinya lebih dekatnya ke arah Jila,"ungkap Kasubsie Operasi SAR Timika, Charles Y. Batlajery.

Disampaikan Charles, ditemukan lokasi Helikopter tersebut oleh pilot dari Helikopter PK-IWD milik PT Intan Angkasa.

"Saat terbang sekitar 5 smpai 10 menit didepan heli PK-IWS, kedua pilot sempat berkomunikasi namun suara sempat putus-putus,” ujarnya.

”Kemudian setelah masuk di radarnya UTC Sentani diinformasikan helikopter ini sedang mendarat mungkin karena cuaca buruk. Namun setelah dipastikan kembali ternyata heli tersebut mengalami kecelakaan," ungkapnya.

Disampaikannya bahwa untuk proses evakuasi akan dilakukan pada Kamis (besok-red), hal ini mengingat cuaca saat ini tidak memungkinkan.

"Besok kita akan terbang terlebih dahulu dengan heli untuk mengobservasi lokasi terdekat agar tim bisa melakukan proses evakuasi, mengingat heli tersebut jatuh ke jurang,"ujar Charles.

Perlu diketahui juga dalam insiden ini untuk POB 4 orang hingga saat ini belum diketahui nasib dan kondisinya. (Ignasius Istanto

Masih Terjebak, Tim ERG PTFI Masih Lakukan Proses Evakuasi

Kapolres Mimika AKBP Billyandha Hildiario Budiman.

MIMIKA, BM

Tim Emergency Response Group (ERG) PT Freeport Indonesia sampai saat ini masih berupa melakukan proses evakuasi terhadap tujuh karyawan.

Tujuh karyawan ini dilaporkan terjebak dalam insiden longsor di area tambang bawah tanah (Underground) Grasberg Block Cave sejak Senin (08/09/2025) malam.

"Menurut informasi yang kami dapat itu ada 7 karyawan yang masih terjebak, dan sekarang masih dalam proses evakuasi dari tim ERG," kata Kapolres Mimika AKBP Billyandha Hildiario Budiman saat ditemui Rabu (10/09/2025).

Menurut Kapolres, sampai saat ini pihaknya masih menunggu info lebih lanjut terkait perkembangan proses evakuasi ke tujuh karyawan.

"Sementara ini kita masih tunggu info dari freeport. Anggota kami juga masih standby untuk menunggu info lebih lanjut,"kata AKBP Billy.

Disampaikan Kapolres juga bahwa untuk kondisi ke tujuh karyawan sesuai dengan informasi yang diperoleh masih selamat.

"Itu informasi yang kami dapat tadi malam. Kita juga masih tanyakan apakah masih bisa dilakukan komunikasi atau tidak, karena informasinya itu sinyal HT maupun HP disana susah, hanya berdasarkan CCTV," ujar AKBP Billy. (Ignasius Istanto

Terkait Video Viral Mobil Operasional Polsek Digunakan Sebagai Taksi Gelap, Hari Ini Tiga Anggota Diperiksa

Ss video viral mobil operasional polisi digunakan jadi mobil taxi gelap

MIMIKA, BM

Kapolres Mimika AKBP Billyandha Hildiario Budiman menyampaikan bahwa saat ini pihaknya sudah melakukan pemeriksaan terhadap tiga anggota Polsek Tembagapura.

Hal ini dilakukan guna menyikapi video viral adanya dugaan mobil operasional Polsek Tembagapura digunakan sebagai taksi gelap untuk transportasi ilegal masyarakat.

"Saya sampaikan permohonan maaf atas viralnya video yang sudah beredar di wilayah Polsek Tembagapura. Dan saya sampaikan bahwa untuk anggota tersebut hari ini sudah kita lakukan pemeriksaan sebanyak 3 orang, termasuk 1 orang saksi,"kata Kapolres saat memberikan keterangan kepada awak media, Selasa (09/09/2025).

Kapolres menegaskan apabila mereka ini terbukti menyalahgunakan kewenangan untuk kepentingan pribadi maka akan di tindak tegas, entah itu sanksi hukuman disiplin maupun kode etik.

"Saya ucapkan terimakasih kepada masyarakat yang sudah menginfokan adanya dugaan atau pelanggaran yang dilakukan oleh anggota kami. Dan kepada masyarakat apabila ada menemukan adanya indikasi pelanggaran selama di wilayah hukum Polres Mimika, silahkan dilaporkan ke kami dan akan kami tindak tegas,"tegas AKBP Billy.

Disampaikan Kapolres mobil operasional itu hanya khusus untuk petugas Polsek Tembagapura, namun apabila ada urgent atau keadaan darurat misalkan ada masyarakat yang sakit atau kedukaan maka akan dilayani.

"Kami atas dasar kemanusiaan akan kami layani, tapi tidak ada pungutan biaya sepeserpun," ujar AKBP Billy. (Ignasius Istanto

Top