Kesehatan

Tim Gugus Sampaikan Belasungkawa Kepada Keluarga Almarhum Daniel Lepang

Konfrence wartawan Mimika dengan Jubir Gugus Tugas

MIMIKA, BM

Tim Gugus Tugas Penangnganan Covid-19 di Mimika menyampaikan ucapan belasungkawa kepada keluarga almarhum Daniel Lepang, pasien 03 positif virus covid-19 yang meninggal Jumat (3/4) kemarin.

Kepada media di Mimika, Juru Bicara Reynold Ubra meyampaikan hal tersebut melalui sambungan aplikasi Zoom, Sabtu (4/4) malam.

“Atas nama pemerintah daerah kami sampaikan turut berdukacita, semoga keluarga diberikan kekuatan, ketabahan dan penghiburan. Semoga almarhum diberikan tempat yang layak di surga,” ujarnya kepada wartawan.

Reynold mengatakan bahwa Almarhum Daniel Lepang meninggal di Rumah Sakit PT. Freeport Indonesia pukul 20.55 Wib, Jumat (3/4). Ia mengatakan pemakaman telah dilakukan sesuai prosedural pada Sabtu siang pukul 12.15 Wit di pemakaman Kuala Kencana.

Pada kesempatan ini Reynold Ubra juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada keluarga almarhum atas kerjasama dan kooperatif menyerahkan dan mempercayakan proses pemakaman dilakukan oleh tim gugus tugas.

“Apa yang ditunjukan keluarga ini patut dicontohi oleh semua penduduk di Mimika karena mereka memberikan kepercayaan penuh kepada kami untuk melaksanakan pemakaman. Mereka sangat kooperatif sehingga memudahkan kami melakukan proses ini,” ujarnya.

Reynod mengungkapkan, sesuai protap pemakaman pasien yang meninggal karena virus corona harus dilakuan dibawah empat jam. Pada saat meninggal dunia, manajemen PT. Freeport menginginkan agar jenazah Daniel Lepang disemayamkan di Tembagapura.

“Tapi keluarga almarhum di Mimika meminta dimakamkan di Timika. Karena keamanan sehingga malamnya tidak bisa, jenazah bisa diberangkatkan jam 4 subuh, transit di RSMM tapi jenazah tidak diturunkan. Kemudian kami bertemu keluarga dan mereka kooperatif sehingga pemakaman dilakukan di kuala. Semua yang terlibat sesuai protap menggunakan APD, tidak menyentuh jenazah dan setelah pemakaman kami semua disemprot desinfektan,” jelasnya.

Kepada media, Reynold juga menyampaikan perkembangan terkahir Covid-19 di Mimika. Ia mengatakan hingga hari ke 16, Sabtu (4/4), Mimika ada 42 PDP. 27 melakukan isolasi mandiri sementara 12 di rumah sakit.

ODP ada 46 orang, 44 isolasi mandiri, 2 dirawat di rumah sakit. Sementara jumlah OTG 81 orang, sebagian melakukan isolasi mandiri di rumah dan di shelter (rumah susun).

“Dari 12 PDP, 7 dirawat di RSUD sementara 5 di RS swasta. Mereka terdiri atas 8 laki-laki dan 4 perempuan,” ujarnya.

Ia juga mengatakan hingga hari ini Tim Gugus Tugas masih menunggu penyampaian terhadap hasil 7 sample yang dikirimkan ke Balitbangkes Jayapura.

“Hari ini kami juga nyatakan status 1 OTG selesai dalam pemantauaan (sehat-red). Begitupun 1 ODP kami nyatakan sehat,” terangnya.

Tim Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 juga pada hari ini menetapkan 4 orang PDP. Sementara total PDP yang ditemukan hari ini berjumlah 21 orang. Sementara OTG malam ini belum laporkan karena masih menyelesaikan hasil tracing.

“Sampai hari ke-16 hari ini jumlah tracing yang sudah kami lakukan sebanyak 173 orang.Hari ini juga kami lakukan kontak tracing terhadap 57 orang yang memiliki hubungan dengan kejadian positif covid-19 cluster lembang. Dalam Satu dua hari ke depan kami juga akan melakukan dan memastikan pasien 01 positif untuk kontak beresiko tinggi akan dikeluarkan dari masa pemantauan,” jelasnya. (Ronald)

Bupati Sampaikan Asal Muasal Masuknya Virus Corona di Mimika

Bupati dan jajarannya saat mengikuti video conference

MIMIKA, BM

Bupati Mimika Eltinus Omaleng bersama Wakil Bupati Johannes Rettob dan Penjabat Sekda Mimika Marthen Paiding serta beberapa pimpinan OPD barusan mengikuti Video Conference bersama Mendagri Tito Karnavian.

Video Conference dimulai pukul 10.00 Wit hingga pukul 12.00 WIT di Mimika Command Center Pusat Pemerintahan SP III. Pertemuan ini melibatkan seluruh gubernur, bupati dan walikota se-Indonesia. Dalam conference ini Mendagri Tito Karnavian menyampaikan terkait penanganan Covid-19 di Indonesia.

Usai pertemuan ini, Bupati Omaleng kepada wartawan menyampaikan asal muasal penyebaran Corona Virus di Mimika.

Bupati mengatakan sumber masuknya virus ini berasal dari Cluser Lembang, Jawa Barat dan Jakarta. Ada warga Mimika yang terkontaminasi karena pernah melakukan perjalanan ke dua daerah ini.

“Covid ini tidak ada di Papua dan Mimika. Kita cepat ketemu karena kebetulan kita langsung cepat batasi pintu keluar masuk di bandara. Ini luar biasa. Beberapa waktu lalu jemaat GBI Mawar Sharon ikut sidang jemaat GBI di Lembang, dari sinilah virus itu berkembang ke Timika,” ujarnya.

Bahkan Bupati Omaleng mengatakan salah satu kematian beberapa hari lalu disebabkan karena virus ini karena sebelumnya melakukan perjalanan ke Lembang.

“Banyak yang datang melayat dan berkembangnya disitu. Beberapa pejabat juga waktu itu datang melayat. Termasuk 25 warga Mapurujaya karena sebelum meninggal, almarhum ini pernah pimpin ibadah di Mapurujaya,” ungkapnya.

Bupati mengatakan bahwa ia harus menyampaikan mata rantai virus ini agar semua yang pernah terlibat baik yang melayat maupun mengikuti pemakaman segera memeriksakan diri.

“Saya harus sampaikan ini dan kami harap mereka jangan takut karena ini untuk kebaikan semua orang. Entah saat ini masih sehat atau sakit kalian harus segera datang melapor supaya dilakukan pemeriksaan supaya tim segera ambil tindakan pencegahan,” ujarnya.

Bupati Omaleng mengapresiasi kerja Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 karena berhasil mengungkap awal mula keberadaan virus ini di Mimika.

“Tim gugus luar biasa. Tim penyidik polisi dan KPK juga kalah. Mereka berhasil ketemu sumbernya dari mana. Jadi kasus pasien positif berasal dari klaster Lembang dan Jakarta. Saya juga sudah periksakan diri dan negatif tapi saya harus periksa lagi beberapa hari ke depan karena aturannya harus seperti itu,” ungkapnya.

Bupati Omaleng mengatakan hingga Jumat (3/4) rincian kasus covid-19 di Mimika terdiri atas 3 pasien positif, 32 PDP, 22 ODP dan 78 OTG.

Jumlah pasien yang dirawat di RSUD 11 orang, jumlah sample yang sudah diperiksa dari 5 pasien hasilnya 3 positif dan 2 negatif.

“Hari ini akan dikirim 7 dample ke Jayapura. 5 sample baru dan dua sample pasien 01 dan 02. Mereka sudah sehat namun harus di tes sekali lagi. Kalau sudah negativ mereka dipulangkan ke rumah,” ungkapnya. (Ronald)

Kasihan, Seorang Petugas Kesehatan Diusir Pemilik Kost Karena Tangani Covid-19

Jumpa pers Tim Gugus Tugas beberapa waktu lalu

MIMIKA, BM

Saat ini Mimika, Papua, Indonesia dan dunia sedang memerangi Virus Corona. Para medis, baik dokter maupun perawat merupakan garda terdepan dalam memerangi virus ini.

Namun sayangnya, di saat dunia sedang bersatu melawan Covid-19, salah seorang petugas kesehatan di Mimika diusir pemilik kost (rumah kontrakan) karena aktif berperan menangani virus ini untuk menyelamatkan warga Mimika.

Tidak disebutkan petugas kesehatan ini bekerja di fasilitas kesehatan mana, baik rumah sakit, puskesmas maupun klinik termasuk siapa oknum pemilik kost dan letaknya di jalan apa, namun kejadian ini terjadi Kamis (2/46) kemarin.

Juru Bicara Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19, Reynold Ubra kepada BeritaMimika mengiyakan bahwa kejadian ini benar terjadi.

“Kejadian ini memang ada dan seharusnya menjadi evaluasi bagi kami tetapi hal paling mendasar adalah keluarga atau pemilik kosan belum mengerti dan memahami bagaimana cara penularan virus ini,” ujarnya.

Ia menyadari bahwa masih banyak warga Mimika yang belum teredukasi tentang bagimana penanganan, pencegahan dan penularan Covid-19 sehingga terkadang ada yang memiliki stigma negativ terhadap pasien maupun perawat.

“Saya berharap dengan publikasi masiv dari kami dan rekan-rekan media, masyarakat Mimika bisa memahami secara mendasar bahwa penularan covid-19 bisa dikendalikan. Masyarakat juga jangan takut terhadap orang yang merawat (petugas medis) atau pasien ODP atau OTG. Jangan membuat stigma negativ tentang mereka. Yang kita butuh saat ini adalah dukungan semua orang dan bagaimana kita semua mengikuti instruksi pemerintah untuk memutuskan mata rantai penyebaran virus ini,” tegasnya.

Perlu diketahu, berdasarkan penjelasan Jubir Reynold Ubra kepada BeritaMimika beberapa waktu lalu, Virus Corona ditularkan melalui percikan atau tetesan (droplet) ketika seseorang batuk, bersin atau berbicara.

Ia mengatakan ada dua cara penularan virus corona melalui droplet yakni secara langsung dan tidak langsung.

Secara langsung penularan virus ini terjadi apabila seseorang yang terpapar virus ini kemudian batuk, bersin atau berbicara dan percikannya langsung mengenai orang lain. Situasi ini biasa terjadi dalam jarak dekat (1 meter).

Tidak heran untuk mencegahnya pemerintah melalui Tim Gugus Tugas meminta warga Mimika menerapkan physical distancing atau jaga jarak 2 meter dengan orang lain.

Sementara itu penularan secara tidak langsung terjadi apabila kita menyentuh permukaan atau benda apapun yang sudah terkontaminasi dengan orang yang terpapar Corona Virus.

Pasalnya Covid-19 ini dapat bertahan dengan waktu yang berbeda ketika berada di plastik, tembaga, kaca, kayu, baja hingga kertas.

Penularannya akan terjadi jika tanpa sadar usai menyentuh benda-benda yang sudah terkontaminasi, kita menyentuh hidung, mulut dan mata tanpa terlebih dahulu menyentuh tangan. Bisa dipastikan jika ini terjadi maka virus ini sudah berada dalam tubuh.

Makanya selain sosial atau physical distancing, mencuci tangan yang bersih dengan sabun sangat disarankan dilakukan oleh semua warga Mimika. (Ronald

Top