Kesehatan

Dua Pasien Yang Dirawat Karena Korona Hasilnya Negatif

Reynold Ubra, Jubir Penanganan Covid-19 di Mimika

MIMIKA, BM

Dari lima pasien yang di rawat di RSUD karena kasus Covid-19, 3 telah dinyatakan postif sementara dua lainnya per hari ini dinyatakan negatif virus Corona. Keduanya kini telah dipindahkan dari ruang isolasi RSUD.

Hasil negatif didasari dari bukti laboratorim yang samplenya dikirim ke Jayapura. Hal ini disampaikan Juru Bicara Tim Gugus Tugas, Reynold Ubra kepada wartawan di sekretariat tim, SP II, Rabu (1/4).

“Jadi secara kumulatif per hari ini (Rabu-red) kita temui ada 6 OPD baru di rumah sakit, puskesmas dan klinik. Jadi per hari ini OPD 11, tidak ada OTG dan PDP. Jumlahnya tetap 16 OPD dan 47 OTG,” ujarnya.

Menurut Reynold, 11 OPD ini selain memiliki riwayat klinis juga pernah melakukan perjalanan ke daerah yang terjangkit virus dan terjadi tansmisi lokal.

“Hari ini ini kami lakukan kontak tracing dari pasien 03. Info yang kami dapatkan, pasien 03 dan 02 positif memiliki hubungan erat dengan kegiatan di Lembang, Jawa Barat beberapa waktu lalu,” ujarnya.

Bahkan menurutnya, satu kasus kematian kemarin malam juga memiliki hubungan dengan pasien 02 dan 03. Selain itu ada satu pasien PDP yang sedang dirawat di salah satu rumah sakit swasta juga memiliki kontak erat dengan kedua pasien positif tersebut. Hanya saja untuk PDP ini laporannya akan disampaikan besok hari.

“Pernah kontak dengan salah satu peserta yang hadir di lembang. Kami sedang kembangkan investigasi tapi lebih kurang kita dapat kesimpulan bahwa kasus yang sampai hari ini di Mimika adalah kasus import dan pasti akan berkembang karena dari pasien 02 dan 03 kami mengembangkan menjadi empat kelompok besar,” jelasnya. (Ronald)

Tambah Satu, Mimika 3 Positif Corona

Jubir Tim Gugus Tugas, Reynold Ubra

MIMIKA, BM

Setelah Minggu (29/3) dua warga Mimika ditemukan positif Corona Virus, pada hari ini Selasa (31/3) pukul 22.47 Wit, pasien positif Covid-19 di Mimika bertambah satu orang menjadi 3 pasien.

Walau demikian kondisi pasien positif corona baik 01 maupun 02 kini dalam keadaan sehat. Sementara pasien 03 masih dalam perawatan namun sudah menunjukan perbaikan.

Jubir Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Mimika, Reynold Ubra kepada media lewat pesan whatssap, malam ini, mengatakan sesuai hasil penelusuran, pasien 03 merupakan pasien import case artinya ia terinfeksi setelah melakukan perjalanan keluar daerah (Jayapura-red).

“Ada penambahan 1 pasien (54 tahun) dan saat ini sedang di rawat di RSUD. Sesuai penelusuran informasi, pasien 03 tiga merupakan pasien import case. Jadi Mimika kini tiga orang dari jumlah 5 PDP yang dirawat di RSUD,” ujarnya.

Setelah dilakukan pemeriksaan, pasien 03 sebelumnya melakukan pengobatan di dua klinik di seputaran kota Timika.

“Pasien 03 ini lakukan perjalan ke Jayapura pada tanggal 10 untuk ikuti sebuah acara. Ketika balik dia sempat periksa di dua klinik tapi tidak ada perubahan, maka dia ke RSUD dan dirawat sejak 28 Maret kemarin,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, hingga malam ini di Mimika ada 16 PDP dan OPD 11. Sementara Orang Tanpa Gejala namun memiliki hubungan erat dengan pasien Covid-19 secara keseluruhan berjumlah 47 orang.

“Hasil tracing contact hari ini terhadap pasien 03 di Timika kita dapati 2 orang memiliki kontak erat risiko tinggi dengan 2-3 gejala klinis (PDP). Selain itu 2 orang memiliki kontak erat risiko rendah dengan 1 gejala klinis sedangkan 15 orang kontak dengan pasien 03 tanpa gejala,” jelasnya.

Dari 16 orang PDP, 10 orang dirawat di Wisma Atlet (shelter) sementara 6 orang melakukan isolasi mandiri. 2 dari 6 orang yang melakukan isolasi mandiri maupun di shelter semuanya menunjukan perbaikan.

“Sampai malam ini ada 19 orang yang disolasi di shelter, terdiri dari 10 PDP, 4 OTG dan 2 ODP,” ujarnya.

Menurut Reynold Ubra, secara keseluruhan baik ODP, PDP dan OTG sejauh ini sangat koopertaif dan terbuka. Ia bahkan mengatakan beberapa ODP sedang dalam proses kesembuhan.

“Semua kami lakukan pemantau secara ketat termasuk yang isolasi mandiri. Kami juga terus melakukan follow up melalui call center maupun pematauan langsung di lapangan untuk memutuskan mata rantai ini,” jelasnya.

Reynold Ubra juga menjelaskan bahwa siang tadi ada 2 pasien dari Ilaga yang dirujuk ke Timika. Keduanya dalam pemantauan karena memiliki riwayat perjalanan ke luar daerah.

“Rujukan tersebut dilakukan dengan alasan penanganan segera terlebih karena alasan keamanan. Sampai malam ini kondisi mereka dua dalam keadaan sehat dan dalam pemantauan kami,” ujarnya. (Ronald

Perawat cMc Membuat Pelindung Wajah Sendiri

Para perawat dengan pelindung wajah yang dibuat sendiri

MIMIKA, BM

Alat Pelindung Diri (APD) atau pakaian pelindung merupakan kebutuhan utama bagi tim medis dalam memerangi Corona. Virus yang tidak kasat mata bahkan tidak diketahui kapan keberadaanya ini harus diantisipasi dengan kelengkapan tersebut. Namun hingga kini Clinic Cahaya Medical Centre (cMc) belum memiliki pakaian pelindung diri.

Kepada BeritaMimika, berapa hari lalu, Bidan Ria didampingi perawat dan apoteker di cMc mengatakan Dinas Kesehatan telah menyalurkan masker dan handscoon (sarung tangan-red), namun untuk pakaian pelindung diri tidak ada.

Untuk menyiasati guna membentengi diri, para perawat di cMc pun berinisiatif membuat pelindung wajah untuk digunakan sehari-hari.

"Kami bikin sendiri. Bahannya sederhana plastik mika yang tebal biasa untuk jilid buku, pita dan spons. Pita direkatkan ke spons dengan lem perekat kemudian ditempelkan ke plastik mika. Kalau mau dipakai lagi bisa disemprot disinfektan atau alkohol terlebih dahulu. Tetapi tetap harus pakai masker," paparnya.

Dikatakan bahwa perawat di tempat lain ada juga yang menggunakan bando sebagai pengganti pita dan spons.

"Sampai sekarang kami belum menemukan pasien ODP atau PDP, tapi kalau ada yang batuk parah kita kasih masker gunanya untuk melindungi pasien dan kita disekitarnya," ungkapnya

Ria yang bekerja sebagai bidan selama delapan bulan di cMc juga mengungkapkan rasa ketakutannya saat bekerja.

"Bohong kalau kita bilang tidak takut, pasti ada tapi sebisa mungkin kita melindungi diri kita. Salah satu cara ya dengan berinisiatif membuat pelindung wajah sendiri. Kami tidak tahu kenapa APD tidak ada tapi kita berusaha tetap melayani pasien," pungkasnya. (Elfrida

Top