Kesehatan

Sambut HUT Kostrad, Yonif 754 Adakan Pengobatan Gratis

Banyak warga Iwaka datang berobat

MIMIKA, BM

Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun Kostrad yang ke-59 (Jumat besok-red), Satuan Batalyon Infanteri (Yonif) 754/ENK/20/3 Kostrad melaksanakan kegiatan pelayanan kesehatan gratis kepada masyarakat di Distrik Iwaka, Kamis (05/03).

Kegiatan ini juga bertujuan untuk lebih mendekatkan Yonif 754 dengan masyarakat Mimika.

Pelaksanaan kegiatan tadi dipimpin Lettu Inf. Marco Gunawan Sinaga beserta 12 personil Yonif 754 dan 2 orang dokter.

Kegiatan ini disambut meriah dan antusias dari masyarakat, ini terlihat banyaknya warga Iwaka yang hadir untuk berobat dan memeriksakan kesehatan mereka.

Rata-rata warga yang datang mengeluhkan beberapa penyakit diantaranya demam, flu, batuk, malaria, radang dan beberapa penyakit lainnya.

Letkol Inf Dodi Nur Hidayat selaku Danyonif 754/ENK berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang lebih bagi masyarakat.

“Ini salah satu agenda kami menyambut HUT ke-59 Kostrad. TNI dan masyarakat merupakan kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Harapan kami, TNI semakin dekat dan menjadi sahabat bagi masyarakat di momen HUT tahun ini,” ungkapnya.

Sementara itu, mewakili masyarakat Distrik Iwaka, Yohanes mengucapkan terimakasih atas pelayanan kesehatan gratis yang diberikan Yonif 754.

“Kita berharap ini rutin dilakukan untuk menjawab kekurangan yang kami rasakan di sini. Kami sangat berterimakasih karena sangat positif dan warga di sini sangat terbantu. Mewakili warga Iwaka, kami ucapkan HUT ke-59 Kostrad (besok-red), TNI Jaya, TNI maju bersama rakyat,” ujarnya. (Ronald)

Reynold : Corona Jangan Terlalu Ditakuti Namun Takutlah TB dan Malaria

Plt Dinas Kesehatan, Reynold Ubra

MIMIKA,BM

Masuknya virus corona ke Indonesia membuat tingkat kewaspadaan masyarakat terhadap penyebaran virus ini semakin meningkat. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya warga yang membeli dan memborong masker.

Pelindung mulut dan hidung ini dianggap ampuh mencegah dan membatasi peredaran virus corona. Seperti yang terjadi di Mimika, warga mulai memborong masker sebagai stok untuk antisipasi penyebaran virus tersebut.

Akibatnya banyak apotek-apotek di Timika mulai kehabisan stok karena masyarakat membelinya dalam jumlah yang banyak.

Menanggapi hal tersebut, Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Mimika, Reynold Ubra menghimbau agar masyarakat tidak terlalu khawatir dengan virus corona tetapi yang perlu di khawatirkan adalah TBC dan malaria.

Ia meminta warga Mimika jangan panik dan dan gusar karena virus corona tidak mudah membunuh orang. Penyebarannya juga tergantung imunitas tubuh.

“Tetapi ketika kita berhadapan dengan penderita TB yang resisten karena penularan maka kita akan terinfeksi kemudian di suntik selama 12 bulan. Jadi, mestinya masyarakat Mimika memilih jangan terkena TB resisten dan juga malaria,"tutur Plt Kadinkes Reynold Ubra saat diwawancarai di ruang kerjanya, Rabu (4/3).

Untuk pencegahan penularan virus corona, Reynold meminta masyarakat jangan hanya membeli masker tetapi juga membeli liserin untuk mencuci tangan, kemudian etika batuk juga perlu diperhatikan dengan baik.

Lanjutnya, kalau masker tidak ada atau tidak tersedia di apotek maka yang perlu dilakukan adalah menghindari atau jangan berdekatan dengan orang yang lagi batuk pilek, jangan bertatap muka kurang dari satu meter, tidak berciuman dan tidak berjabat tangan.

"Menggunakan masker itu bagus, masker habis karena itu kesadaran masyarakat saja. Apalagi di Mimika kita sangat mudah mengakses informasi sehingga muncul kesadaran. Kesadaran seperti inilah yang diharapkan,"tutur Reynold.

Reynold juga menghimbau, agar warga Mimika tidak perlu takut terhadap orang yang terinfeksi virus corona, namun kewaspadaan dini harus dibangun dari diri sendiri.

Reynold juga menyebutkan bahwa kondisi alam di Mimika menjadi alasan mengapa warga Mimika tidak boleh terlalu gusar dengan penyebaran virus ini.

“Kalau apotek menaikkan harga masker itu adalah privat bisnis tetapi bagaimana dengan stok di Dinkes? stoknya masih ada tetapi itu bukan untuk apotek melainkan untuk semua penyakit respiratori dan petugas di gudang obat,” ujarnya.

"Cara mudah mencegah virus corona selain mengjindari orang yang batuk pilek dan menjaga imunitas adalah dengan istirahat cukup, makan teratur dan olahraga teratur minimal sehari 15 menit,"ungkapnya. (Shanty)

Kepala Puskemas Limau Asri Diminta Kembalikan Uang Rp79 Juta

Reynold Ubra

MIMIKA,BM

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika, Reynold Ubra meminta kepala dan bendahara Puskesmas Limau Asri SP5 agar mengembalikan uang pelayanan kesehatan sebesar Rp79 juta Tahun Anggaran 2019.

Menurutnya, uang tersebut telah digunakan namun hingga saat ini tidak ada pertanggungjawaban yang jelas terkait penggunaan dana tersebut.

"Masalah ini sebenarnya kami sudah tangani tanggal 15 Januari lalu tetapi teman-teman di Puskesmas Limau Asri pergi ke kantor kepolisian untuk melaporkan penggunaan dana ini. Setelah melapor, di hari berikutnya kami langsung melakukan audit internal kepada pelaporan keuangan dan juga pegawai kesehatan,"ungkap Reynold Ubra saat diwawancarai, Selasa (3/3).

Reynold menegaskan, walau sedang dalam proses hukum namun dana jaminan kesehatan nasional ini harus dikembalikan oleh para penggunanya.

"Kami minta uang dikembalikan kalau tidak kami potong gaji atau hak-haknya. Yang sudah disampaikan pihak kepolisian silahkan berjalan tapi uang juga tetap harus dikembalikan,"tutur Reynold.

Menurutnya, beban kerja di Puskesmas sangat tinggi dan harus mengelola keuangan dari berbagai sumber karena muara dari seluruh program kesehatan di Indonesia ada di Puskesmas.

Lanjutnya, ketidakpahaman tentang masalah administrasi ini bisa menimbulkan salah persepsi. Untuk itu, di 2020 ini pihaknya akan mencoba memperbaiki hal itu dengan menata kembali sistem pencatatan dan pengelolaan seluruh keuangan yang ada di Puskesmas.

"Satu hal yang pasti dari kejadian ini adalah puskesmas semakin transparansi dan organisasinya semakin sehat. Saya melihat ini secara positif karena beberapa pegawai berani melaporkan kepada pihak berwajib mengenai penggunaan dana yang tidak benar,"ungkapnya (Shanty)

Top