Nasional

Cuaca Panas di Timika Disebabkan Fenomena El Nino

Kantor BMKG Timika.

MIMIKA, BM

Cuaca panas menyengat yang terjadi di wilayah Indonesia termasuk Kabupaten Mimika dalam beberapa waktu ini, disebabkan oleh fenomena El Nino yang mulai aktif.

Fenomena El Nino adalah fenomena pemanasan Suhu Muka Laut (SML) di atas kondisi normalnya yang terjadi di Samudera Pasifik bagian tengah.

Akibat dari fenomena El Nino ini memicu terjadinya kondisi kekeringan untuk wilayah Indonesia secara umum bahkan mengurangi curah hujan.

Seperti disampaikan oleh Forecaster BMKG Timika, William Titahena bahwa fenomena El Nino ini masuk dalam maritem kontingen maka suhu cuaca panas semakin meningkat.

"Saat ini panas yang berlebihan merupakan musim peralihan, terlihat dari suhu dalam beberapa hari ini, mencapai 33 sampai 34 derajat," ungkapnya.

Namun menurut William, Timika biasanya tiap hari hujan namun dalam beberapa waktu lalu curah hujan mulai berkurang dan ini belum bisa dipastikan apakah dipengaruhi oleh fenomena El Nino.

"Karena beberapa hari ini kondisinya panas terus dari pagi sampai sore dan bahkan malam pun terlihat cerah," ujarnya.

Disampaikan William bahwa dari prediksi BMKG untuk El nino agak melambat, dalam artian bergerak masuk ke Indonesia lebih lama dari pada tahun-tahun sebelumnya. (Ignasius Istanto)

Menang Hattrick Pemilu Jadi Target PDIP di 2024

 

Komarudin Watubun dan Utut Adianto (Grand Master Catur Indonesia) saat melakukan konferensi pers di Mimika

MIMIKA, BM

Ketua DPP Bidang Kehormatan Partai PDIP, Komarudin Watubun mengatakan, di Pemilu 2024 nanti PDI Perjuangan menargetkan menang ketiga kalinya secara berturut-turut untuk pemilihan presiden dan legislatif.

Komarudin menyampaikan hal ini kepada media di Mimika di Graha Eme Neme Yauware, Kamis (23/3/2023)

"Rencana kita secara nasional kita hattrick 3 kali berturut untuk menang presiden dan legislatif. Kemenangan itu diperoleh dari daerah-daerah lalu masuk ke nasional. Target kita pasti kita menang, menang di 4 provinsi (di Papua-red) semua untuk tingkat provinsi, DPR RI," ungkapnya.

Agar kemenangan tersebut dapat dicapai maka Partai berlambang moncong kerbau ini melakukan Rapat Koordinasi Pembahasan Usulan Bakal Calon Anggota Legislatif PDI Perjuangan Tingkat Provinsi, Kabupaten dan Kota (4 provinsi di Papua) di Timika selama dua hari yakni, Kamis (23/3/2023) dan Jumat (24/3/2023).

"Kegiatan seperti ini dalam rangka konsolidasi dan sosialisasi. Dalam konteks ini untuk daerah pemekaran tidak ada partai lain yang buat besar seperti ini. Pelantikan kita buat di semua provinsi, Pegunungan, Nabire, Jayapura, Wanena, Merauke. Ini dalam rangka agar kita siap untuk bertempur," jelas Komarudin.

Sebagai partai besar, Komarudin mengatakan PDIP adalah partai yang sudah clear soal rekrutmen mulai dari kabupaten kota hingga pusat.

"Hari ini (Kamis-Jumat) kita verifikasi calon. Calon-calon yang diusulkan itu kita lihat satu persatu. Calon sudah diusul 2-3 kali tapi tidak memberi kontribusi suara yang signifikan itu juga harus kita geser, cari calon-calon yang berpotensi untuk memenangkan pemilu," tegasnya.

Ia mengatakan, bahwa PDI Perjuangan sudah melalui proses penjaringan dari tahun lalu dan bahkan sudah selesai. Saat ini tahapan internal partai hanyalah penyaringan untuk dimasukkan per dapil.

"Target untuk Provinsi Papua Tengah kalau tidak salah 18 atau 20 dari 45. Secara organisasi kita sudah siap bertempur, tapi hasilnya tentu setelah pemilu," ujarnya.

Ia mengaku optimis bahwa PDIP percaya diri akan menang di 2024 karena didukung oleh metode pengetahuan dan memiliki strategi jitu yang tidak mungkin ia bocorkan kepada media.

"Kalau strategi saya tidak mungkin kasih tahu, itu sama saja dengan saya kasih tahu rahasia kami tapi dalam berpendidikan itu ada metodenya dan ilmu pengetahuan. Survey itu adalah salah satu metode yang dipercayai oleh ilmu pengetahuan," jelasnya.

"Di Papua kita cukup kuat. Tidak ada orang menang tanpa bekerja, semua orang menang atau berhasil harus bekerja keras. Tiap dapil harus ada 1 kursi. Kita target menang, intinya kita bertarung untuk menang," terangnya.

Sementara itu, Wasekjen DPP Bidang Internal, Utut Adianto berharap dengan naiknya anggaran Otsus menjadi 2,25 persen ditambah adanya pemekaran 4 provinsi di Papua, masyarakat Papua semakin berkembang terutama dalam hal kesejahteraan dan kemakmuran.

"Dari otsus ini kemarin mekar jadi 4 provinsi tambahan, harapan kita dengan adanya ini maka ada retribusi kemakmuran yang jadi lebih mudah," ucap Utut.

Sama seperti Komarudin, Utut juga yakin bahwa PDIP akan menang di 2024. Karena menurutnya sejak tahun 2020 dari berbagai hasil survey, partainya selalu berada di urutan teratas.

"Survey sejak tahun 2020 PDI-P selalu yang teratas. Dan agaimana mengkonversi survey itu jadi kemenangan? itu merupakan tugas DPP," ujarnya.

Utut mengatakan, secara nasional sudah ada arahan dari pusat (DPP) agar semua (mesin partai) wajib bekerja keras yang dikoneksikan dengan kebijakan daerah dan kearifan lokal masing-masing.

"Inilah yang selalu diwanti-wanti oleh ketua umum. Pak Watubun selama ini sendirian dari DPP sementara Papua kita tahu punya sejarah panjang dengan partai kami dan itu kita capai seperti ini melalui perjuangan yang tidak mudah. Dan kami yang relatif paling cepat sekarang punya 4 ketua DPD," jelasnya.

Dikatakan Utut, secara infrastruktur PDIP sudah sangat siap termasuk menentukan titik-titik kemenangan real pun sudah diketahui.

"Kita upayakan minimal 1 provinsi 1 (kursi DPR RI). Dulu Papua 10 kursi sekarang 12 kursi hanya bedanya setiap provinsi jadi 3. Kalau bisa satu-satu (4 provinsi baru) kami dapat 4 kursi. Kalau target kita untuk DPR RI kita berharap mendapat 150 kursi kalau yang sekarang kita sudah 128 kursi," ungkapnya. (Shanty Sang)

PT Freeport Indonesia Raih Penghargaan Subroto 2022 Kategori Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat

PTFI melalui Yayasan Maramowe menjadi mitra dan rumah bagi para Seniman Suku Kamoro dalam memperkenalkan dan melestarikan budaya dan memberdayakan seniman agar terus berkarya

JAKARTA, BM

PT Freeport Indonesia (PTFI) meraih Penghargaan Subroto 2022 dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia.

PTFI memenangkan penghargaan dalam kategori Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Mineral Terinovatif, subkategori Mineral Logam, bidang Sosial Budaya atas komitmen PTFI melakukan kegiatan usaha yang berkelanjutan, melalui pengembangan sumber daya manusia di sekitar area operasi perusahaan.
 
Penghargaan Subroto merupakan penghargaan tertinggi dari Kementerian ESDM yang sudah terlaksana sebanyak lima kali sejak tahun 2017.

Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi pemerintah terhadap para pemangku kepentingan yang telah berkontribusi memajukan sektor energi dan sumber daya mineral dalam negeri.

"Pemerintah mengucapkan terima kasih bagi PTFI yang terus menunjukkan komitmennya mengembangkan dan memberdayakan masyarakat Papua, khususnya di bidang sosial dan budaya. Pemerintah berharap PTFI akan senantiasa menunjukkan kepemimpinannya sebagai perusahaan yang peduli terhadap praktik pertambangan yang berkelanjutan di Indonesia,” kata Menteri ESDM Arifin Tasrif yang turut menghadiri Penghargaan Subroto 2022 secara virtual.
 
Penghargaan ini adalah Penghargaan Subroto kedua yang PTFI raih, setelah tahun lalu PTFI meraih penghargaan di kategori Wajib Bayar dengan Kontribusi PNBP Terbesar.

Penghargaan diberikan terkait dengan perhatian perusahaan terhadap pelestarian kearifan dan budaya lokal melalui pemberdayaan serta pengembangan pengukir muda Kamoro bekerjasama dengan Yayasan Maramowe Weaiku Kamorowe di Timika.

“Penghargaan ini adalah bentuk apresiasi pemerintah Indonesia yang menjadi semangat bagi kami untuk terus berkarya dan berkontribusi bagi masyarakat. Kami menyadari bahwa tidak ada perusahaan yang sukses di tengah masyarakat yang gagal, dan semangat inilah yang senantiasa memacu kami untuk terus memajukan masyarakat yang hidup berdampingan dengan kami,” kata Presiden Direktur PTFI Tony Wenas.
 
Selama lebih dari 55 tahun beroperasi di Indonesia, PTFI terus mengembangkan program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan di berbagai bidang, terutama pendidikan, kesehatan, dan kemandirian ekonomi.

PTFI berharap berbagai program strategis ini akan membantu pemerintah mewujudkan masyarakat Papua yang lebih mandiri dan lebih berdaya saing.

Di bidang pendidikan, PTFI telah mendirikan lima Sekolah Asrama Taruna Papua dan memberi akses pendidikan gratis bagi anak-anak Papua yang berasal dari tujuh suku di Mimika. Selain itu, PTFI pun terus memberi beasiswa pendidikan bagi anak-anak Papua hingga tingkat perguruan tinggi di dalam dan luar negeri.
 
Di bidang kesehatan, PTFI memberi layanan kesehatan secara gratis bagi masyarakat Papua melalui satu rumah sakit dan tiga klinik, serta melalui program Klinik Terapung dan Dokter Terbang untuk menjangkau masyarakat Papua yang tinggal di area terpencil.

Di bidang kemandirian ekonomi, PTFI terus memberi pendanaan bagi ratusan UMKM serta pembinaan pengembangan perkebunan, pertanian, perikanan, dan peternakan bagi masyarakat Papua.
 
Sejak tahun 1992 hingga 2021, nilai investasi sosial PTFI telah mencapai 1,9 miliar dolar AS. Hingga masa operasi PTFI selesai di tahun 2041, investasi sosial PTFI diperkirakan akan mencapai 100 juta dolar AS setiap tahun.

Program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat ini akan terus PTFI lakukan dengan berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, terutama pemerintah Kabupaten Mimika untuk memastikan berjalannya program yang berkesinambungan dengan tujuan pembangunan daerah.

“Keberadaan PTFI telah memberi dampak positif bagi pertumbuhan daerah Mimika, terutama dalam memajukan kualitas sumber daya manusia Papua. Pemerintah Mimika terus mendukung PTFI untuk dapat beroperasi secara berkelanjutan dan menciptakan nilai tambah bagi masyarakat Mimika,” kata Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob. (Red)

Top