Nasional

Pemda Mimika dan 46 Perusahan Menandatangani Komitmen Keselamatan dan Kesehatan Kerja

MIMIKA, BM

Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Nasional (BK3N) Nasional ke-50 Tahun 2020 diperingati oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika bersama 46 perusahan dan instansi vertikal yang beroperasi di Mimika dengan melakukan penandatanganan komitmen K3.

Peringatan BK3N ini dilakukan di pusat pemerintahan SP III, Rabu (12/2) yang dipimpin Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob. Hadir pula Penjabat Sekda Marthen Paiding, para asisten dan staf ahli, pimpinan OPD dan seuruh pegawai Pemda Mimika serta perwakilan perusahan dan instansi vertikal.

Tema BK3N 2020 adalah ‘Optimilasisasi Kemandirian Masyarakat Berbudaya K3 Pada Era Revolusi Industri 4.0 Bebasis Tekonologi Informasi.

Peringatan Hari K3 Nasional Tahun 2020 merupakan momentum yang sangat strategis dan bersejarah mengingat Undang-undang Nomor 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja telah mencapai usai 50 tahun. 

Pada usia setengah abad Undang-undang ini menghadapi tantangan-tantangan baru dalam dunia Ketenagakerjaan.  Salah satu diantaranya adalah revolusi industri.

Demikian isi sambutan Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah yang dibacakan Wakil Bupati Johannes Rettob.

“Pemerintah saat ini memiliki 7 agenda prioritas yang tertuang dalam RPJMN.  Dua diantaranya adalah meningkatkan SDM yang berkualitas dan berdaya saing serta memperkuat infrastruktur untuk mendukung pengembangan ekonomi dan pelayanan dasar,” ungkapnya.

Dalam agenda peningkatan kualitas SDM, perlu pemahaman K3 yang komprehensif bagi SDM di perusahaan, guna memastikan dalam melakukan pekerjaan-pekerjaan beresiko, dapat dilakukan secara aman. Pada akhirnya dapat menciptakan tempat kerja yang aman, nyaman, efisien dan produktif.

Dalam agenda pembangunan infrastrukur, diarahkan pada infrastruktur yang mengubungkan kawasan produksi dengan pasar dalam rangka memperluas kesempatan kerja dan mengakselerasi nilai tambah perekonomian rakyat. 

“Program pembangunan tersebut harus didukung dengan penerapan K3 agar dalam pelaksanaannya tidak terjadi kecelakaan dan penyakit akibat kerja,” ujarnya.

Disebutkan pula, penerapan K3 pada revolusi industri 4.0 masih mengadapi banyak tantangan, salah satunya adalah kesiapan tenaga kerja Indonesia dalam menghadapi digitalisasi.

Perubahan tersebut akan menimbulkan hilangnya beberapa jenis pekerjaan dan memunculkan jeni pekerjaan-pekerjaan baru dengan pendekatan digital dan IT.

“Situasi ini tentu meniscayakan kewaspadaan kita akan pentingnya mengantisipasi potensi problem K3 baru, sembari terus memastikan agar pekerjaan yang bersifat manual tetap terlindungi keselamatan dan kesehatan kerjanya,” ujarnya.

Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah menyebutkan, Badan Pusat Statistik mencatat jumlah angatan kerja pada Agustus 2019 sebanyak 133.56 juta orang. Mengalami penurunan 2.62 juta orang dibandingkan Februari 2019.

Penduduk bekerja sebanyak 126,51 juta orang. Dari jumlah ini, 57,5 persen merupakan pekerja lusan SD dan SMP. Hal ini berpotensi terhadap rendahnya kesadaran pentingnya keselamatan dalam bekerja.

Sementara itu berdasarkan data BPJS Ketenagakerjaan Pusat, pada 2018 telah terjadi 157.313 kasus kecelakaan kerja dan sepanjang Januari hingga September 2019 terdapat 130.923 kasus.

Ini menunjukan terjadinya penurunan kasus kecelakaan kerja sebesar 26,40 persen. Termasuk dalam kategori kecelekaan kerja adalah kecelakaan berlalu lintas pada perjalanan menuju tempat kerja dan sebaliknya.

Ia mengatakan, kecelakaan kerja tidak hanya menyebabkan kematian, kerugian materi, moril dan pencemaran lingkungan namun juga dapat mempengaruhi produktifitas dan kesejahteraan masyarakat. Kecelakaan kerja juga mempengaruhi indeks pembangunan manusia dan indeks pembangunan ketenagakerjaan.

“Kementererian Tenaga Kerja bidang K3 telah menetapkan program dan kesehatan kerja nasional dengan melibatkan kementerian dan lembaga terkait. Untuk itu saya mengharapkan kepada semua pihak untuk ikut mengawal agar program dan strateegi nasional K3 dapat berjalan dengan efektif,” harapnya.

Adapun program K3 nasional Periode 2020-2024 meliputi gerakan promosi K3, penguatan sumber daya K3, penguatan pengawasan dan penegakan hukum norma K3, penguatan sistem pelaporan dan manajemen data dan informasi K3 serta koordinasi, sinergi dan kolaborasi K3.

“Saya juga berharap agar semua pihak dapat melakukan upaya konkrit terhadap pelaksanaan K3 di lingkungan masing-masing, agar budaya K3 berbasis teknologi i formasi benar-benar terwujud di seluruh tanah air. Kita perlu melakukan lompatan dan terobosan dengan inovasi-inovasi baru agar pelaksanaan K3 dapat terus diperkuat di tengah gerak perubahan masyarakat dan revolusi industri yang kian melesat,” harapnya.

Adapaun 46 perusahan dan instansi vertikal yang melakukan penandatangan komitmen K3 adalah PT. Freeport Indonesia, Internasional SOS, PT KPI, PT Redpath, PT KMP, PT Bogofatri, PT Anindo Bertahannuts Perkasa, PT Bamanat Amiete Papua, PT Chakra Jawara dan PT Cita Contract.

Selain itu PT Suprabakti Mandiri, PT Dwi Koala Kencana, PT Puncak Jaya Power, PT Sandvik, PT Buma Intinaker, PT Inamco Varia Jaya, BPJS Ketenagakerjaan, PT RVC, BPJS Kesehatan, PT Sucofindo, PT Tunas Perkasa Jaya dan PT Jasa Prima Papua.

PT KOKARFI, PT Putra Otomona Jaya, PT Yaw Law Bina Mandiri, PT Mitra Siaga, PT Jasty Pravita, PT NJ, PT Rezky Gold, PT Osato Seike, PT Srikandi Mitra Jaya, Food Mart Primo dan PT Pontil Indonesia Drilling Contractor.

Hadir pula PT SIJ, Rimba Papua Hotel, PT Sangati, PT Sanggar Sarana Baja, PT Petrosea, PT Mpaigelah, PT Eksplorasi Nusa Jaya, Diana, Oref Food, PT Trakindo, PT Stamford, PT SDT Abadi dan PT Pengembangan Jaya Papua.

Sementara deklarasi BK3N yang dibacakan bersama-sama oleh ASN Pemda Mimika dan 46 perwakilan perusahan dan instansi vertikal menyebutkan 3 hal pokok.

Pertama, membangun lingkungan kerja yang aman, sehat dan produktif bagi seluruh karyawan dan orang lain (termasuk pihak ke-3 dan pengunjung) di tempat kerja.

Kedua, memenuhi semua perundang-undangan pemerintah yang berlaku dan persyaratan lainnya yang tidak berkaitan dengan penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dan keselamatan operasional (KD) di tempat kerja.

Ketiga, melakukan perbaikan berkelanjutan terhadap sistem manajemen dan kinerja K3 guna meningkatkan budaya K3 yang baik di tempat kerja. (Ronald)

8 Poin Tujuan Pelaksanaan Pra Technical Meeting III Pesparawi XIII di Mimika

MIMIKA, BM

Panitia Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) XIII Se-Tanah Papua Tahun 2020 mengadakan Pra Technical Meeting III yang dilangsungkan selama tiga hari, Kamis (13/2) hingga Sabtu (15/2) di Hotel Horison Timika.

Kegiatan ini menghadirkan semua perwakilan dari 42 kabupaten kota Provinsi Papua dan Papua Barat. Tiap kabupaten kota diwakili oleh 4 orang, terdiri atas 2 pengurus LPPD, 1 dirigen dan 1 pelatih.

Kegiatan ini dibuka oleh Ketua Panitia Pesparawi Se-Tanah Papua Johannes Rettob didampingi Ketua Umum LPPD Provinsi Papua Konstan Karma, Ketua Umum LPPD Provinsi Papua Barat Nataniel D Mandacan dan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Papua, Pendeta Amsel Yoel.

Pra Technical Meeting I dan II sebelumnya telah dilakukan di Jayapura. Pra Technical Meeting III ini merupakan pertemuan terakhir seluruh peserta sebelum pelaksanaan Pesparawi XIII Se-Tanah Papua yang akan dilangsungkan pada 10-22 Juni nanti.

Ada 7 hal yang menjadi tujuan pelaksanaan Pra Technical Meeting III yakni pertama menerima penyerahan serta kelengkapan admintsrasi tiap peserta yang akan mengikuti Pesparawi XIII.

Kedua, mengetahui kebijakan pembangunan yang berwawasan lingkungan. Ketiga, meningkatkan pemahaman tentang musik gereja yang akan dipertandingkan.

Keempat, mengetahui kesipaan panitia Pesparawi di Mimika. Kelima, memahami tata cara penggunaan baracode bagi perseta dan pengenalan Liasion Officer (LO) tiap kontingen kabupaten kota.

Keenam, pencanangan siap mensukseskan Pesparawi XIII Tahun 2020 bersama panitia, pemerintah daerah, forkompinda dan masyarakat. Ketuju, melaksanakan peninjauan tempat tinggal kontingen dan lomba serta kedelapan, melaksanakan pengundian nomor urut tampil.

Ketua Panitia Kegiatan Pra Technical Meeting III di Mimika, I Nyoman Putu Arka melaporkan lingkup kegiatan ini sejalan dengan tema, sub tema dan moto Pesparawi XIII Se-Tanah Papua.

Tema Pesparawi XIII adalah ‘Aku Hendak Menyanyi Bagi Tuhan Selama Aku Hidup (Maz 104:33a). Sub Tema ‘Dengan Semangat Pesparawi XIII Se-Tanah Papua, Kita Padukan Tekad untuk Bersekutu, Bersaksi dan Melayani Bagi Kemuliaan Tuhan dan Kedaiamaian Sesama Umat Beragama serta Upaya Menyelamatkan Lingkungan Hidup.

Sementara Moto Pesparawi XIII adalah ‘Dari Mimika untuk kedamaian Indonesia dalam Semangat Eme Neme Yauware (Bersatu, Bersaudara dan Membangun).

I Nyoman juga menyamapaikan, pelaksanaan technical meeting hari pertama (Kamis-red) selain ibadah bersama dan pembukaan, akan dilanjutkan dengan pemaparan kebijakan berwawasan lingkungan.

Hari kedua, Jumat (14/2) akan dilakukan pemaparan dan seminar musik gereja serta paparan akhir panitia Pesparawi secara teknis oleh masing-masing bidang tentang persiapan.

Hari terkahir, Sabtu (14/2) akan dilakukan pencanangan sukseskan pespawari di Mimika, peninjauan tempat tinggal kontingen dan lomba, pengenalan, sosialisasi penggunaan barcode, pengundian nomor urut tampil dan penutupan.

“Kami sangat berterimakasih kepada Bupati Eltinus Omaleng dan Wakil Bupati Johannes Rettob yang telah memberikan perhatian dan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Pesparawi XIII di tanah Mimika,” ujar Ketua Umum LPPD Provinsi Papua, Konstan Karma dalam sambutannya.

Ia bersyukur karena dalam pandangan LPPD, panitia telah bekerja keras dan maksimal dalam menyukseskan pelaksanaan Pesparawi XIII di Mimika.

“Pasti ada masalah. Namun dalam persiapan ini jika ada masalah itu menunjukan sebuah langka maju. Tidak ada persoalan yang tidak bisa terselesaikan. Panitia sudah bekerja keras dan cerdas, kita semua peserta juga harus mempersiapkan diri dengan baik,” tandasnya.

Ia juga menambahkan bahwa bukan hanya kesuksesan Pesparawi XIII, 42 Kabupaten Kota di Papua dan Papua Barat juga mendukung sepenuhnya Mimika sebagai tuan rumah PON XX.

Ketua Umum LPPD Provinsi Papua, yang juga adalah Sekretaris Daerah Provinsi Papua Barat, Nataniel D Mandacan mengatakan Pesparawi sudah menjadi komitmen anak-anak Papua sebagai wadah pemersatu dan forum komunikasi untuk sering berkomunikasi dalam memuji dan memuliahkan Allah.

“Pesparawi menjadi ajang pemersatu dan persatuan kita. Lewat Pesparawi kita diminta untuk menjaga kebersamaan di tanah leluhur ini. Jangan terpecah belah. Semua ini tujuannya selain memuliakan Allah juga untuk mengantarkan kita kepada hidup yang lebih baik,” ungkapnya.

Ia mengatakan, Pesparawi (protestan-red) dan Pesparani (Katolik-red) merupakan dua kegiatan kerohanian yang tujuannya untuk merangkul anak-anak Tuhan agar tetap menjadi satu dalam mengimani Tuhan Yesus sebagai juru selamat.

“Papua Barat akan menghadirkan 13 LPPD (kontingen-red) pada Juni nanti. Dari 12 kategori lomba yang dipertandingkan, ada yang mengikuti 3,4,5 mata lomba sementara ada yang ikut semuanya,” ungkapnya.

Dikatakan pula, lomba Pesparawi XIII juga sebagai ajang mempersiapkan Papua dan Papua Barat pada Pesparawi Nasional Tahun 2021 di Jogjakarta.

“Mari bernyanyi dan memuji Tuhan. Menang atau kalah ada ditangan Tuhan. Kalau kita memuji Tuhan dengan hati yang tulus, Ia akan memberikan kita kemenangan. Mari bersama kita belajar dari kekurangan-kekurangan yang ada agar semakin lebih baik,” ujarnya berpesan.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Wilayah Papua, Pendeta Amsel Yoel mengatakan melalui penyelengaraan Pesparawi XIII, kemulian Tuhan akan turun dan memberkati tanah Mimika.

“Seluruh jajaran kementerian agama menyampaikan terimakasih kepada LPPD dua provinsi atas dukungannya sehingga Mimika bisa dipersiapkan menjadi tuan rumah. Kami akan terus memberikan dukungan positif. Ciptakan suasana Papua yang rukun dan damai sehingga akan selalu menjadi berkat bagi kita dan orang lain disekitar kita,” ujarnya.

Ia mengharapkan pelaksanaan di Juni nanti, tiap kontingen membuang rasa persaingan karena sesungguhnya tujuan kegiatan ini adalah membangun kebersamaan untuk memuliahkan Tuhan.

“Melalui technical meeting ini, kita harus mampu menjaga keragaman dan kemajemukan, toleransi dan hidup sosial secara bersama dengan menghormati perbedaan serta bersedia hidup dalam komunitas yang beragam sehingga tugas-tugas pelayanan gereja di atas tanah ini (Papua-red) dapat berjalan dengan baik,” harapnya.

Ketua Panitia Pesparawi XIII Se-Tanah Papua, Johannes Rettob usai menyampaikan ucapan selamat datang, ia juga mengatakan awal Mimika ditunjuk sebagai tuan rumah Pesparawi 2020, banyak kabupaten kota yang tidak menyetujuinya. Saat itu semua menilai bahwa Timika adalah daerah yang kurang kondusif.

Wabup John juga menyampaikan ucapan terimakasih secara khusus kepada kontingen Pesparawi Provinsi Papua karena pada Pesparawi XII di Kaimana, semua kabupaten kota provinsi ini satu suara mendukung Mimika sebagai tuan rumah Pesparawi XIII.

“Banyak yang tidak setuju Mimika jadi tuan rumah karena tiap minggu kacau. Kami Mimika akan tunjukan dan buktikan apa yang dipikirkan saat itu tidak akan terjadi. Mimika kini telah menjadi minggu-minggu kasih Allah dan kami bahkan akan membuat kegiatan Pesparawi XIII bertaraf internasional,” ungkapnya diiiringi tepukan meriah semua peserta.

Wabup John juga mengatakan bahwa segala persiapan yang berhubungan dengan pelaksanaan Pesparawi Juni nanti sedang di persiapkan.

Ia berharap dalam technical meeting ini semua perwakilan dapat menyampaikan segala hal yang berhubungan dengan pelaksanaan nanti, terutama lomba dan penjurian agar kekurangan-kekuatangan di masa lalu dapat diperbaiki.

“Muda-mudahan kita semua bisa memberikan evaluasi besar untuk penyelengaran nanti agar terlaksana dengan baik dan sukses. Protes apa saja yang mau disampaikan. Ini kesempatan kalian. Kami tidak ingin Pesparawi XIII di Mimika, muncul banyak persoalan dan protes pada saat kegiatan maupun akhir kegiatan nanti,” tegasnya. (Ronald)

Top