Nasional

Begini Mekanisme Keringanan Tagihan Listrik Bagi 4.400 Pelanggan PLN UP3 Timika

Manager PLN Timika

MIMIKA, BM

PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Timika mendukung kebijakan pemerintah terkait pembebasan biaya tarif listrik bagi konsumen rumah tangga 450 Volt Ampere (VA) dan pemberian keringanan tagihan 50% kepada konsumen rumah tangga bersubidi 900 VA.

Adapun jumlah pelanggan di UP3 Timika yang mendapat diskon R1/450 ada 3.998 pelanggan dan R1/900 VA sebanyak 406 pelanggan untuk masa berlaku selama tiga bulan sejak April hingga Juni 2020.

Manager PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Hotman Ambarita kepada BeritaMimika melalui press releasenya mengatakan PLN telah menyiapkan mekanisme atau cara mendapatkan program tersebut.

"Untuk pelanggan rumah tangga 450 VA pascabayar akan langsung dibebaskan tagihannya pada bulan April, Mei dan Juni," ungkapnya.

Sementara untuk pelanggan pra bayar dapat memperolehnya dengan mengirimkan nomor ID Pelanggan ke WA dengan nomor 08122-123-123 atau melalui website PLN www.pln.co.id.

Dengan ID tersebut, pelanggan akan mendapatkan token senilai pemakaian tertinggi dalam 3 bulan terakhir.

"Diskon tarif yang diberikan untuk pelanggan subsidi 900 VA bagi pelanggan pascabayar, rekening yang harus dibayarkan pada tiap bulannya akan dikurangi 50%. Sementara, bagi pelanggan prabayar, token listrik gratis sebesar 50% akan diberikan kepada pelanggan, dihitung dari pemakaian bulanan tertinggi dalam 3 bulan terakhir," jelasnya.

Lanjutnya, mekanisme pengambilan token gratis untuk pelanggan rumah tangga daya 450 VA dan diskon 50% untuk pelanggan Rumah Tangga daya 900 VA bersubsidi bisa melalui website www.pln.co.id kemudian masuk ke menu pelanggan dan langsung menuju ke pilihan stimulus covid-19.

Setelah itu, masukkan ID Pelanggan/ Nomor Meter. Kemudian Token Gratis akan ditampilkan di Layar. Pelanggan tinggal memasukkan Token Gratis tersebut ke meteran yang sesuai dengan ID Pelanggan.

"Bisa juga mengakses melalui whatsapp ke nomor 08122-123-123, ikuti petunjuk, salah salah satunya masukkan ID Pelanggan. Token gratis akan muncul, pelanggan tinggal memasukkan token gratis tersebut ke meteran sesuai dengan ID Pelanggan. Dengan ID Pelanggan tersebut, pelanggan akan mendapatkan token senilai pemakaian tertinggi dalam 3 bulan terakhir," imbuhnya.

Proses pembagian Token Bebas Tagihan dan Diskon Tarif Listrik ini dilaksanakan bertahap, sejak 1 April dan paling lambat 11 April, seluruh pelanggan yang berhak sudah bisa menikmati program tersebut.

"Kebijakan pemberian keringanan tagihan listrik ini sebagai bentuk kehadiran negara dalam membantu perekonomian masyarakat miskin dan tidak mampu. Ini bukti PLN bersama Pemerintah siap hadir di setiap kondisi" tandasnya. (Elfrida)

BPS Mimika Tidak Capai Target Realisasi Sensus Online

Kepala BPS Mimika

MIMIKA, BM

Badan Pusat Statistik (BPS) Mimika menargetkan 8,5 persen atau sebanyak 5.692 kepala keluarga (KK) di Mimika melakukan Pendaftaran Sensus Penduduk 2020 secara Online.

Namun sayangnya, hingga batas terakhir pendaftaran online, hari ini Selasa (31/3) hanya 1,34 persen atau 1.033 KK yang sudah mengimput data mereka secara online. Dengan demikian maka target yang sudah ditetapkan BPS Pusat untuk Mimika, tidak tercapai.

Kepala BPS Mimika, Trisno L Tamanampo saat dihubungi BeritaMimika.com, Selasa (31/3) mengatakan, sebelumnya sudah ada 1.374 KK atau 1,78 persen yang melakukan respon terhadap sensus online, namun hanya ada 1.033 KK yang melakukan penginputan data dengan benar.

“Ini masih sangat jauh dari target yang diberikan, sebelumnya kita diberi target 5 persen tapi kemudian naik menjadi 8,5 peren tapi 5 persen pun kita tidak capai,” akunya.

Meski capaiannya tidak seperti yang diharapkan, Trisno, berterima kasih kepada semua penduduk Mimika yang sudah mengambil bagian dalam sensus ini.

Hasil capaian ini pun akan menjadi acuan BPS untuk lebih memaksimalkan sensus penduduk wawancara yang rencananya akan dimulai tanggal 1-31 Juli mendatang.

Namun, mengingat situasi saat ini, bisa dipastikan rencana perekrutan petugas sensus maupun sensus wawancara akan mengalami pergeseran jadwal.

Ia berharap ketika sensus wawancara dilakukan semua masyarakat Mimika bisa mengambil bagian dengan memberikan dukungan kepada pegawai BPS yang akan mendatangi tiap rumah.

“Kami sudah melakukan yang terbaik. Kami sudah melakukan pendampingan di sensus online ini tapi hasilnya sudah seperti ini yah tetap kami syukuri. Nanti kita akan coba lebih baik untuk sensus wawancara lagi pada Juli mendatang walau kemungkinan ada pergeseran. Kami harapkan masyarakat bisa memberikan data yang benar untuk membantu menyukseskan sensus ini,” harapnya. (Shanty

Reynold Ubra : Mimika Ada 39 Kasus, 2 Positif Covid-19

Jubir Tim Gugus Tugas Pemda Mimika, Reynold Ubra

MIMIKA, BM

Tim Gugus Tugas Pemda Mimika, melalui Juru Bicara Reynold Ubra, pada Minggu (29/3) malam menyampaian bahwa dua warga Mimika telah terjangkit Virus Corona.

Kedua warga ini berada pada usia golongan 25-34 tahun dan 45-54 tahun. Keduanya kini telah diamankan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Mimika.

“Sample keduanya telah dikirim ke Jayapura pada Sabtu kemarin dan keduanya dinyatakan Postifiv Corona. Dinas Provinsi sudah merilisnya. Sesuai protokoler, informasi ini harus diumumkan terlebih dahulu dari pusat, provinsi baru daerah,” ungkap Reynold Ubra.

Ia mengatakan dua pasien positif corona ini merupakan warga Mimika yang sebelumnya melakukan perjalanan ke luar daerah.

“Dari empat sample PDP yang sedang dirawat, dua positif, satu pasien negatif dan satu imported case,” ujarnya.

Reynold mengatakan, pemantauan jejak kasus ini mulai dilakukan sejak 25 Maret hingga Minggu (29/3). Hasilnya, di Mimika sudah mencapai 39 kasus yang terdiri atas 2 positif, 13 PDP, 7 ODP dan 19 Orang Tanpa Gejala.

“Total semua 39 kasus. Temuan PDP, ODP maupun orang tanpa gejala merupakan hasil kasus sejak tanggal 25 Maret hingga malam ini. Kami masih menunggu ada satu kasus PDP lagi yang sedang dalam pemeriksaan laboratorium,” ungkapnya.

Dengan kenyataan ini, Reynold Ubra mengatakan Tim Gugus Tugas akan berupaya membentengi Mimika dengan menelusuri contact tracing dari dua pasien terhadap keluarga dekat, kerabat maupun lingkungan sekitar serta melakukan pemantauan lokasi (tempat pasien datang/kunjungi).

“Kami akan mencari tahu lokasi-lokasi sejauh mana mereka berkunjung baik di tempat belanja maupun tempat kerumunan orang banyak sehingga kami pastikan tidak terjadi transmisi lokal,” ungkapnya.

Ia berpesan kepada seluruh masyarakat Mimika agar menghindari transmisi lokal dengan tetap tinggal di rumah guna bersama dapat memutuskan mata rantai virus ini.

“Pemda sudah lakukan upaya maksimal dan akan terus melakukannya. Hal utama agar tidak terinfeksi adalah tetap di rumah, selalu cuci tangan, jika belum cuci tangan jangan sentuh mata, mulut dan hidung serta selalu jaga jarak dengan menghindari keramaian,” ujarnya berpesan.

Reynold menjelaskan, masa keemasan menguaknya virus ini di Mimika sebenarnya telah dimulai sejak minggu lalu namun setelah Mimika melakukan lockdown, barulah terungkap.

“Ini semua bisa dihentikan kalau kita bijaksana. Kami juga harap agar mereka yang sudah terkena ini terbuka tentang informasi yang kami tanyakan agar kita bisa melakukan penelusuran lebih dalam baik yang melakukan kontak langsung maupun tidak, terutama keluarga dan kerabat pasien,” harapnya.

Ia juga meminta warga Mimika agar tidak memberikan stigma negatif terhadap persoalan ini terutama kepada para pasien.

“Stigma dan diskriminasi akan menjadi penghambat kita dalam melakukan pemutusan mata rantai terutama transisi lokal,” jelasnya.

Sementara itu terkait dengan fasilitas kesehatan yang akhir-akhir ini ramai ditanyakan, Reynold mengatakan pada hari ini (Minggu-red) sejumlah fasilitas kesehatan yang dipesan dari Jakarta sudah tiba di Mimika.

Diantaranya 150 baju pelindung (500 yang di pesan, sisahnya menyusul) Alat Pelindung Diri (masker dan sarung tangan), cairan desinfektan dan alat elektrik penyemprotan desinfektan.

“Besok pagi ada juga alat dan fasilitas kesehatan lainnya yang tiba dari Jakarta dan Jayapura. Kami juga akan melanjutkan kegiatan beberapa hari ini yang sudah dilakukan termasuk sosialisasi dalam bahasa Komoro dan Amunge serta bahasa lima suku kekerabatan lainnya,” ungkapnya. (Ronald

Top