Nasional

13 Pasien di Mimika Dinyatakan Bebas Dari Virus Corona

Jubir Penanganan Covid-19 di Mimika, Reynold Ubra

MIMIKA, BM

Kabar gembira bagi masyarakat Mimika, ketangguhan petugas kesehatan baik dokter maupun perawat yang tergabung dalam Tim Gugus Tugas untuk memulihkan pasien yang terindikasi Covid-19 membuahkan hasil.

Terhitung hari ini, Rabu (8/4), pasien 01 dan 02 yang sebelumnya positif virus Corona, kini dinyatakan telah sembuh oleh RSUD Mimika.

Selain keduanya, 9 orang yang merupakan hasil kontak tracing dengan pasien 01 (4 OTG) dan pasien 02 (5 ODP) juga dinyatakan sehat dan telah dipulangkan dari shelter. Sementara 2 PDP yang di rawat di Rumah Sakit Tembagapura juga dinyatakan negatif.

“Ini kabar gembira bukan hanya bagi pasien dan keluarga namun masyarakat Mimika dan kami Tim Gugus Tugas. Keduanya (01 dan 02) sudah diizinkan pulang namun dengan catatan tetap isolasi mandiri di rumah dan tetap akan dipantau oleh Tim Gugus maupun tim medis RSUD Mimika,” ujar Jubir Reynold Ubra kepada media di Mimika, Rabu (8/4) malam.

Walau demikian, Reynold meminta warga Mimika untuk terus mengikuti instruksi pemerintah daerah terkait Stay At Home karena bukan hanya kabar gembira, Mimika juga menerima kabar duka.

“Pada hari ini 4 PDP dinyatakan positif corona melalui pemeriksaan RT PCR sehingga kumulatif pasien positif di Mimika berjumlah 13 orang. 3 orang dinyatakan meninggal dunia, 1 kasus kematian di RS Tembagapura dan 2 Kematian di RSUD Mimika,” ujarnya.

“Pasien yang meninggal hari ini adalah pasien PDP 05 yang dinyatakan positif covid-19. Ia meninggal di RSUD Mimika sekitar pukul 13.20 WIT dan tadi sudah dimakamkan sesuai protapnya. Kami sampaikan turut berdukacita untuk keluarga atas kedukaan ini. Semoga Tuhan memberikan kekuatan bagi keluarga,” doanya.

Ia juga mengatakan, dengan negatifnya 2 PDP di Rumah Sakit Tembagapura maka secara keseluruhan dari 6 PDP yang pernah dirawat di ruang isolasi RS Tembagapura dan mengikuti pemeriksaan laboratorium, 2 orang positif, 1 meninggal dunia dan 4 orang lainnya dinyatakan negatif.

“Hari ini kami juga temukan 4 PDP baru, 13 OPD baru dan 11 OTG. Jadi secara keseluruhan hingga Rabu malam, total PDP 51 orang, OPD 95, OTG 151 orang dan 13 positif Covid-19,” ujarnya. (Ronald)

Pastor Amandus Rahadad Mengecam Beredarnya Virus Surat Berantai di Medsos

Perayaan ekaristi di Gereja Katedral Tiga Raja

MIMIKA, BM

Pastor Paroki Gereja Katedral Tiga Raja, Pastor Amandus Rahadat Pr melarang umat untuk meneruskan surat berantai yang sering dikirimkan melalui mesengger gacebook maupun media sosial lainnya.

Pasalnya, akhir-akhir ini di media sosial (medsos) pesan berantai ini marak diekspos. Terkait hal ini, Romo Amandus menyampaikan pencerahan di postingan facebooknya.

Dalam postingannya, Pastor Amandus mengatakan, sedang marah seruan Stay At Home untuk mencegah Covid-19, ternyata orang-orang yang Stay At Home diserang jenis virus lain via medsos.

Virus apakah itu? Namanya virus corona surat berantai yang isinya warga akan mendapatkan rahmat kalau meneruskan surat berantai itu kepada 10 orang temannya. Jika tidak dilakukan maka akan mendapat bencana atau malapetaka.

"Sebagai pastor paroki, saya sudah berkali- kali menghimbau umatku dari mimbar Katedral Tiga Raja, bahkan sampai level melarang kebiasaan like dan forward pesan berantai itu,"tulis Pastor Amandus.

Namun, ternyata masih ada yang terus menerima dan melanjutkan kepada teman ataupun orang lain.

“Apakah mereka pikir pastor bohong? Atau atau power rohani dari seruan gembala dari pastormu kurang berbobot?," tulisnya lagi.

Lanjutnya, pada kesempatan pekan suci, menjelang Tri Hari Suci, ia mengirimkan seruan dari Mgr. Ignasius Suharyo dan Mgr. Antonius Benjamin ,OSC selaku Pimpinan Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI), mewakili Para Uskup dimana seruan tersebut sudah lama ada.

"Saya pakai kesempatan retret agung pekan suci ini dengan mengirim kembali seruan tersebut sebagai bahan refleksi untuk umat," tutur Pastor Amandus.

Tidak hanya itu, Pastor Amandus juga menuliskan himbauan dari KWI untuk semua umat Katolik yang berisikan 7 pesan.

Gereja tidak mempercayai atau mendorong setiap umat yang beriman untuk terlibat dengan surat berantai, SMS berantai, email berantai dan lain-lain. Hal semacam ini memberikan gambaran yang sangat salah tentang Tuhan.

Jenis-jenis doa berantai ini berasal dari okultisme dan oleh karena itu BERBAHAYA. Ini tidak berasal dari Tuhan. Pada subjek Doa. Doa tidak Memiliki kuasa, tapi Tuhan yang memiliki kuasa, yang penting adalah iman manusia kepada Tuhan dan bukan kepada doa, Tuhan mendengar doa bahkan ketika doa tidak dikatakan! Iman umat kepada Tuhan harus seyakin harapan bahwa Dia mengasihi manusia umatNYA, tidak peduli apapun.

Tidak ada apapun (benar-benar tidak ada apapun) yang dapat kita lakukan untuk menerima kebaikan Tuhan. Mereka sudah menjadi milik kami pada waktu meminta, karena apa yang telah Yesus lakukan bagi kita di Kayu Salib. Yesus berkata "Mintalah, maka akan diberikan kepadamu, (Mat 7: 7) tanpa syarat, tidak ada kondisi yang harus dipenuhi, Yesus telah melakukan segalanya bagi kita di Kayu Salib, sudah selesai.

Kami tidak bisa membeli berkat Tuhan dengan doa novena dan doa berantai dan lain-lain. Dia telah memberikan segalanya kepada kita di dalam Putera-Nya Yesus. Tidak ada yang lebih lagi yang dapat Allah berikan kepada kita. Ketika Dia memberikan Putera-Nya, Dia memberikan semua isi Surga kepada kita (Rm 8:32).

Tidak ada yang salah dalam berdoa novena, tapi ketika kita mengatakan kita harus menyebarkannya ke banyak orang dan tidak boleh putus, itu pasti salah, lebih buruk lagi ketika kita mengatakan pada hari ke-4 atau ke-5 ini akan terjadi, itu akan terjadi, mukjizat akan terjadi dan lain-lain, itu seperti perjudian!Tuhan tidak pernah berjudi. Dia memberi karena ia mencintai kita. Hal ini sangat sederhana, iman seperti anak kecil.

Jenis-jenis doa semacam ini adalah takhayul dan berasal dari okultisme. Dan terlibat dengan okultisme adalah berbahaya. Walaupun begitu, sebagian besar umat Katolik sangat percaya takhayul. Kita perlu membaca Alkitab dan memahami Ajaran Resmi Gereja, dalam katekismus gereja katolik, dokumen resmi, ensiklik dan lain-lain, ada banyak dokumen di website otentik dan di dalam buku-buku.

Kembali ke sifat Allah, Allah adalah kasih ( 1Yoh 4:8) Dia hanya mengasihi kita. Dia mengasihi kita sehingga Dia memberikan kepada kita Putera-Nya yang tunggal (Yoh 3:16). Kita tidak bisa memelintir tangan-Nya dengan doa berantai, dan yang lebih buruk lagi beberapa orang berpikir, jika mereka melanggarnya sesuatu yang buruk akan terjadi. Ini ketakutan, tidak ada rasa takut pada mereka yang berada dalam kasih Tuhan, bahkan sebenarnya kasih yang sempurna (dari Allah) mengusir semua ketakutan (1Yoh 4:18).

Pastor Amandus dalam postingan ini juga menuliskan himbauan, yang mana semua harus berkata kepada dirinya sendiri "Kapanpun saya menerima email, sms, dan lain sebagainya, saya hanya menekan Delete,".

“Sebagian besar orang melakukannya karena ketidaktahuannya tetapi kita perlu untuk mendidik dan membantu satu sama lain, Sebarkan pesan ini ke sebanyak mungkin orang agar mereka mengerti, terima kasih," tutup Pastor Amandus dalam tulisannya. (Shanty)

Pemda Mimika Siapkan 100 Ton Beras Untuk Masyarakat

Rapat pencegahan Covid-19 di Mimika beberapa waktu lalu

MIMIKA, BM

Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika dibawah kepemimpinan Bupati Eltninus Omaleng dan Wakil Bupati Johannes Rettob terus mengeluarkan kebijakan yang melindungi dan menyelamatkan warganya dari pendemi Covid-19.

Tidak tanggung-tanggung, Pemda Mimika saat ini telah menyiapkan beras sebanyak 100 ton di Bulog Timika untuk didistribusikan ke masyarakat.

Bupati Omaleng kepada BeritaMimika mengatakan untuk pendistribusian dan sebagainya akan dilakukan namun fokus utama untuk masyarakat yang berada di wilayah pesisir dan pegunungan yang terisolir dan sangat mengalami dampak ekonomi. Setelah dua wilayah ini baru wilayah kota dan sekitarnya.

“Saya sudah setuju, untuk sembako beras kami sudah siapkan 100 ton bulog untuk layani masyarakat. Nanti akan didistribusikan ke masyarakat,” ujarnya melalui telepon.

Bupati telah mendengar kabar dari sejumlah kepada distrik bahwa banyak kios di daerah pesisir ditutup warga karena warga takut penyebaran virus corona.

“Kios atau tempat jual sembako di Kapiraya, Jita, Amar dan beberapa distrik lainnya ditutup karena masyarakat takut penularan virus dari Mimika ke wilayah mereka. Bahkan ada kampung-kampung yang sudah melarang orang luar masuk. Kita tidak bisa diam lihat keadaan ini. Masyarakat di sana kesulitan makanan jadi kita harus fokus dan segera bantu mereka,” ungkapnya.

Bukan hanya beras, sejumlah kebutuhan lainnya (sembako) juga disiapkan pemerintah daerah. Hanya saja pihaknya masih kesulitan bagaimana mendistribusikan untuk wilayah pegunungan dan jauh mengingat kondisi penembakan KKB beberapa waktu lalu di Kuala Kencana.

“Kalau di pesisir kita masih bisa gunakan kapal atau motor laut tapi sayangnya di Tembagapura, Aroanop, Hoya sampai Jila, Alama dan lainnya kita was-was karena KKB. Kita khawatir mau salurkan nanti seperti apa, tapi nanti kita coba lihat cara pasnya bagaimana,” ujar Omaleng.

Bukan hanya itu, dana memerangi Covid-19 di Mimika yang telah disetujui, Bupati Omaleng merasa masih kurang. Sehingga ia melakukan pemangkasan dari dana perjalanan luar daerah tiap OPD untuk disentralkan pelayanannya kepada masyarakat.

“Makanya kemarin kami rapat dan saya sudah perintahkan agar semua perjalanan dinas dan kegiatan yang keuar daerah di tiap OPD diarahkan kembali untuk melayani masyarakat Mimika, baik pelayanan ekonomi maupun kesehatan. Tim yang nanti akan atur ini dan akan dibuat regulasinya supaya kita backup masyarakat kita dari keadaan ini,” terangnya.

Sementara itu terkait dengan isolasi daerah di Distrik Mimika Timur guna memutuskan mata rantai Covid-19, Bupati Omaleng mengatakan sejak dua hari lalu, isolasi sudah dilakukan.

“Ada 20 orang sudah di karantina di salah satu kampung di Mimika Timur. kita sudah isolasi mereka tetapi semua hal yang berhubungan dengan makanan sampai kesehatan diperhatikan tim gugus bersama beberapa instansi terkait. Kita harus buat mereka nyaman dan tidak pikir lain-lain, pikir hanya jaga kesehatan supaya cepat sembuh,” jelas Bupati Mimika Eltinus Omaleng. (Ronald)

Top