Nasional

Wakili Mimika Di Pemilihan Putri Otonomi Indonesia, Ravena Rumpaidus Raih Gelar Duta Investasi 2025

Tangkapan Layar Live Pemilihan Putri Otonomi Daerah 2025, Ravena Pancratia Yuliati Rumpaiudus dikalungi selendang Duta Investasi 2025 oleh Bupati Simalungun Anton Achmad Saragih

MINAHASA UTARA, BM

Untuk pertama kalinya Kabupaten Mimika mengikuti ajang nasional Pemilihan Putri Otonomi Indonesia (POI) 2025 yang diselenggarakan oleh Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) pada Kamis (30/5/2025) di Likupang, Kabupaten Minahasa Utara.

Kabupaten Mimika yang diwakili oleh Ravena Pancratia Yuliati Rumpaidus berhasil lolos menjadi finalis beserta 15 kabupaten lainnya dari seluruh kabupaten-kabupaten di Indonesia yang mengikuti ajang ini.

Adapun 16 kabupaten grand finalis POI 2025 tersebut yakni Kabupaten Mimika, Kabupaten Minahasa Utara, Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Kota Waringin Timur, Kabupaten Morowali Utara, Kabupaten Ogan Ilir dan Kabupaten Serdang Bedagai.

Selain itu juga, Kabupaten Lombok Utara, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Suakang Singingi, Kabupaten Jember, Kabupaten Bandung, Kabupaten Klaten, Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Tulang Bawang dan Kabupaten Luwu Timur.

Keikutsertaannya dalam pemilihan POI ini mendapatkan dukungan penuh dari Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Mimika, Ny. Suzy Herawaty Rettob dan Wakil Ketua TP PKK Mimika Ny. Perina Kula Kemong.

Dukungan tersebut juga ditunjukkan dengan kehadiran secara langsung Bupati Mimika Johannes Rettob dan Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong beserta Ketua TP PKK Mimika, Ny. Suzy Herawaty Rettob dan Wakil Ketua TP PKK Mimika Ny. Perina Kula Kemong dalam ajang tingkat nasional tersebut.

Ketua TP PKK Mimika Ny. Susy Herawaty Rettob didampingi Wakil Ketua TP PKK Mimika Ny. Perina Kula Kemong beserta pengurus

Meski belum berhasil meraih mahkota Putri Otonomi Daerah 2025, namun Ravena berhasil menyabet gelar sebagai Duta Investasi 2025.

Ketua TP PKK Mimika Ny. Suzy Herawaty Rettob dalam kesempatan tersebut mengatakan walaupun belum meraih juara, ia tetap merasa bangga karena Kabupaten Mimika berhasil masuk ke 16 besar dan itu tidaklah mudah.

“Tidak apa-apa Mimika belum dapat meraih juara, kesempatan akan selalu ada asalkan terus berusaha untuk mengembangkan diri,” ungkapnya.

Rasa bangga juga diungkapkan oleh Ravena Pancratia Yuliati Rumpaidus sebagai perwakilan Kabupaten Mimika. 

Terlebih khusus ia mengucapkan terimakasih atas kehadiran dan dukungan penuh dari Bupati Mimika Johannes Rettob dan Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong beserta Ketua TP PKK Mimika Ny. Susy Herawaty Rettob dan Wakil Ketua TP PKK Mimika Ny. Perina Kula Kemong.

“Saya sangat senang dapat tampil sejauh ini mewakili Mimika. Ya, dapat menambah pengalaman dan wawasan saya untuk lebih semangat lagi kedepan. Semoga dapat memberikan inspirasi untuk pemuda pemudi lainnya di Mimika” harapnya.

Setelah terpilih sebagai Duta Investasi 2025, Ravena akan mengemban tugas untuk mempromosikan potensi unggulan daerah, termasuk pariwisata, investasi, komoditi unggulan dan peluang investasi. Dari daerah untuk Indonesia. (Elfrida Sijabat)

Empat WNA Pendaki Ilegal Puncak Carstenzs Sudah Dipulangkan 

Kapolres Mimika, AKBP Billyandha Hildiario Budiman

MIMIKA, BM

Kapolres Mimika, AKBP Billyandha Hildiario Budiman mengatakan, empat warga negara asing (WNA) yang ditangkap bersama dengan tiga pemandu lokal saat melakukan pendakian ilegal ke Puncak Carstenzs sudah dipulangkan ke negaranya.

"Keempat WNA sudah dipulangkan sedangkan pemandu dan penanggungjawab harus wajib lapor ke Polres Mimika. Dua orang yang terlibat itu sebagai penanggungjawab, seorang lain pemandu," kata Kapolres saat ditemui wartawan di Mako Polres Mimika, Mile 32, Selasa (8/4/2025).

Budiman mengatakan pendakian dinyatakan ilegal karena rute yang digunakan para pendaki adalah rute yang dinyatakan rawan keamanan oleh kepolisian.

Lanjutnya pada saat akan melakukan pendakian,  penanggungjawab telah mengajukan surat permohonan kepada kepolisian, namun setelah dipelajari ternyata rute tersebut daerah merah atau rawan.

"Saat itu juga kita sarankan untuk tidak melalui rute itu, ternyata yang bersangkutan tetap melalui rute itu, tanpa koordinasi dengan pihak keamanan," ujarnya.

Menurutnya, penanggungjawab sebenarnya telah menyampaikan surat pengajuan kepada lembaga adat di Mimika dan surat tersebut telah disetujui, namun pada saat dilakukan pemeriksaan ulang yang bertandatangan bukanlah ketua lembaga adat, namun anggotanya.

"Yang bersangkutan inipun belum mendapatkan surat rekomendasi dari Taman Nasional Lorentz, dan juga Polri, karena memang rute yang dilalui itu daerah rawan," ungkapnya.

Untuk diketahui identitas para WNA tersebut adalah Adam Michael Francis asal Amerika Serikat, Darryl John Mckerr asal Inggris, Dene Wiliam Hewsomn asal Selandia Baru dan Adam Andrew Janikowski asal Kanada. (Shanty Sang)

Terindikasi Tidak Kantongi Ijin Resmi, 4 WNA dan 3 WNI Diamankan Sementara Polisi

Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP Rian Oktaria.

MIMIKA, BM

Aparat keamanan mengamankan sementara 4 Warga Negara Asing (WNA) dan 3 Warga Negara Indonesia (WNI) sebagai pendamping pada Sabtu (15/03/2025) lalu, karena diindikasi tidak mengantongi ijin resmi saat mau melakukan pendakian ilegal ke Puncak Carstenzs.

Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP Rian Oktaria menyampaikan bahwa pendakian yang dilakukan oleh mereka itu indikasi ilegal karena tidak mengantongi izin resmi.

"Mereka kita amankan di Polres Mimika mile 32 dan sedang lakukan interogasi terkait perijinan, terkait kegiatan mereka dan tujuan mereka kesini. Kita juga mendalami jangan sampai ada indikasi lain," katanya, Kamis (20/03/2025).

Menurut Kasat Reskrim, sebelumnya sudah dilarang namun larangan tersebut dilanggar dan langsung melakukan penerbangan menuju kampung Tsinga untuk melakukan pendakian.

"Kita kaget begitu dapat informasi karena Kapolres dan Kasat Intel sudah melarang melewati jalur itu. Memang jalurnya dekat sekali tapi bahaya karena jalur itu rawan," ujarnya.

”Begitu dapat informasi kalau mereka sudah di Tsinga, kami langsung berkoordinasi dengan Danpos TNI disana untuk amankan mereka. Selanjutnya mereka langsung dibawa kembali ke Timika. Dari 3 WNI itu salah satunya merupakan warga lokal," sambung Rian.

Sementara terkait dengan 4 WNA tersebut, Kasat Reskrim akan berkoordinasi dengan pihak Imigrasi.

Selain itu, kata Kasat Reskrim bahwa saat ini jalur pendakian ke Puncak Caratenzs masih ditutup, pasca meninggalnya 2 pendaki WNI beberapa waktu lalu.

"Kita antisipasi kejadian kemarin dan ini jadi pelajaran untuk kita," ucap AKP Rian. (Ignasius Istanto)

Top