Raviandi Ramadhan, Atlet Papua Berhasil Harumkan Indonesia di Sea League Boulder 2023, Singapura

Raviandi Ramadhan saat menerima medali dan piagam
MIMIKA,BM
Masih ingat dengan Atlet Panjat Tebing Asal Papua, Raviandi Ramadhan pada perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021?!
Ternyata usai PON XX Papua, Raviandi dan saudara kembarnya Ravianto terus berlatih dan berjuang meningkatkan kemampuan mereka.
Bahkan, sejauh ini Raviandi Ramadhan berhasil meraih sejumlah prestasi. Ia berhasil meraih dua emas pada Sirkut Nasional Panjat Tebing, Jakarta yang diselenggarakan pada tanggal 3-7 Agustus 2022.
Selanjutnya, pada Piala Dunia Panjat Tebing International Federation of Sport Climbing (IFSC) yang digelar di Jakarta, 15-17 Agustus 2022, Raviandi berhasil mencatatkan sejarah untuk pertama kalinya Indonesia berhasil lolos pada ajang tersebut, meskipun harus puas berada di peringkat kedelapan.
Namanya makin berkibar pada tahun 2023 ini, ia baru saja mengikuti ajang Southeast (SEA) League Boulder yang diselenggarakan di tiga negara yakni Singapura (4-5 Februari 2023), Malaysia (25-26 Februari 2023) dan Thailand (18-19 Maret 2023).
Ajang ini diikuti oleh beberapa negara seperti Singapura, Malaysia, Thailand, Australia, Filipina, Amerika Serikat dan Indonesia.
Pada Round pertama yang diselenggarakan di Singapura, Minggu kemarin Raviandi yang merupakan atlet asal Papua ini mengharumkan nama Indonesia dengan berhasil meraih medali emas.
Menariknya, perjuangannya bersama tim dilakukan secara mandiri tanpa bantuan dari pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat.
Demikian diungkapkan pelatih Emi Zainah kepada BeritaMimika melalui Whatsapp Senin (6/2/2023). Pelatih Emi mengatakan ada tiga babak yang dilaksanakan pada kompetisi ini.
"Ada 3 atlet Indonesia yang diundang untuk ikut lomba ini yakni Raviandi Ramadhan (Papua), Ravianto Ramadhan (Papua) dan Kharisma Ragil Rakasiwi (Jatim),” tuturnya.
Dikatakan pada babak kualifikasi diikuti oleh 28 peserta dari 7 negara, dan Rivandi menduduki peringkat 7 dengan nilai 4 top, 5 zone, 6 percobaan top dan 6 percobaan zone sehingga berhak masuk ke babak semi final.
"Kuota untuk semifinal adalah 20 peserta terbaik kualifikasi. Pada babak semifinal Raviandi peringkat 1 (3 top, 3 zone, 15 percobaan top, 6 percobaan zone). Kuota final hanya 6 terbaik dari babak semifinal. Dan, ia pun berhasil meraih medali emas dengan nilai 4 top, 4 zone, 10 percobaan top, 8 percobaan zone,” terangnya.
Pada saat proses latihan, pelatih Emi Zainah dan rekannya Hendrawan menggembleng potensi para atlet di Tunas Sport Boulering Gym dan Indoclimb Climbing Gym, Jakarta. Pelatihan dilakukan secara mandiri.
"Andi (Rafiandi-red) bisa masuk final (IFSC World Cup) itu juga merupakan sejarah untuk Indonesia di kategori Lead," ujarnya.
"Dengan prestasi Indonesia di kategori Speed yang cukup bersinar, saya ingin membuktikan Indonesia mampu untuk kategori Lead Boulder yang mana untuk sebagian orang dianggap bahwa Indonesia tidak mampu dan saya ingin mematahkan anggapan itu,” pungkasnya. (Elfrida Sijabat)



