Olah Raga

Venue Panjat Tebing Mimika Didorong ke Kemenpora Menjadi PPLP

Venue Panjat Tebing di Jalan Poros SP2-SP5 Timika (Foto Istimewa)

MIMIKA, BM

Venue panjat tebing menjadi kebanggan masyarakat Mimika, pasalnya setiap orang yang datang mengunjungi berdejak kagum akan keindahannya.

Venue ini merupakan satu-satunya di Indonesia yang memiliki tribun permanen dan terbaik yang mampu menampung 300 penonton.

Techincal Deligate PB PON XX Papua sekaligus Sekretaris Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Pusat Sapto Hardiono mengungkapkan bahwa kedepan venue panjat tebing di Mimika akan menjadi Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLP).

“Kemarin dari KONI Mimika sudah mendorong hal ini ke Kemenpora, semoga bisa terwujud,” katanya.

Lanjut Hardiono, jika hal ini terwujud maka akan berdampak bagus untuk Mimika karena sumber daya manusia (sdm) terutama para atlet akan memiliki kualitas yang lebih baik dimana mereka fokus untuk belajar dan latihan tanpa terganggu dengan aktivitas lainnya.

“Venue ini menjadi salah satu cabang olahraga yang masuk dalam design olahraga Indonesia panjat tebing dan itu menjadi prioritas utama di design olahraga kita. Dalam proses biasanya ada kuota di setiap PPLP yang ditentukan oleh pemerintah daerah berapa yang ingin disupport,” imbuhnya.

Menurutnya, pembangunan PPLP sepenuhnya dari pembiayaan daerah dan pusat dibagi dua.

”Apakah atletnya yang dibiayai oleh pemda atau infrastrukturnya yang dibiayai oleh pemerintah pusat, sehingga akan dikomunikasikan nanti. Jika fasilitas sudah ada maka tinggal bagaimana menciptakan atlet yang berkualitas,” tandasnya. (Elfrida)

Pesawat CN-235 dan Caracal Akan Digunakan Saat Laga Terjun Payung


Technical Deligate Terjun Payung Effendi Soen

MIMIKA, BM

Terjun payung merupakan salah satu olahraga Aero Sport yang memiliki resiko tinggi sehingga segala persiapan yang berhubungan dengan olahraga ini harus dilakukan secara baik dan matang.

Terkait semua kesiapan, Technical Deligate Terjun Payung, Effendi Soen, kepada awak media Jumat (17/9) di Hotel Horison Diana mengatakan venue terjun payung di Kantor Bupati Mimika SP3 sudah hampir rampung.

Sebanyak 90 kontingen dari 12 provinsi akan ikut pra kualifikasi PON, sementara untuk Papua mendapatkan kuota sebanyak 15.

“Selama 12 hari itu, 90 kontingen terbagi dalam enam nomor yakni ketepatan mendarat beregu putra, ketepatan mendarat beregu putri, perorangan putra, perorangan putri, kerjasama di udara dan kerjasama antar parasut,” katanya.

Untuk tes even sendiri akan dilaksanakan Minggu (19/9) dimana akan digelar gladi namun tidak ada penerjunan langsung karena keterbatasan.

Menurutnya ada empat unsur yang menjadi kunci sukses berlangsungnya pertandingan yakni unsur alat, pengaturan, ketersediaan slot penerbangan dan cuaca.

“Saya merasa ini sudah cukup aman cuman dirapikan supaya lebih aman lagi. Venue sudah 90 persen lebih tinggal perapihan saja. Kita didukung TNI AU mulai dari pesawat CN-235, carakal dan helikopter lain yang merupakan gabungan antara fix wing dan rotery,” jelasnya.

“Saya sudah menyiapkan tentang alatnya untuk mencapai optimal kita harus punya fix wing dan rotery. Kita sudah minta helikopter supaya penerjun tidak bulak-balik,” imbuhnya.

Soen mengatakan pihaknya juga telah melaukan penandatanganan Letter of Coordination Agreement dengan Air Nav sehingga Air Nav yang akan membantu ketersediaan slot.

“Mereka akan menyiapkan itu. Karena tiap kegiatan di udara, mau terbang kemana harus ijin Air Nav. Penerbang kita juga dikasih tahu kalau mau keluar dari area apa prosedurnya. Sebaliknya, penerbang dari luar juga harus waspada. Untuk terbang layang dikasih sebelah timur, aero modeling bagian tenggara jadi sudah ada pengaturannya,” paparnya.

Dikatakan, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan BMKG Mimika guna memonitor kondisi cuaca karena cuaca adalah faktor utama yang sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan olahraga ini.

“Mereka mengirim laporan, kita kumpul nanti dilihat tiap hari. Cuaca kita monitor terus, dan dipasang kamera di venue jadi penerjun tahu perkembangan cuaca. 30 September nanti mulai berdatangan, atlet kita gabungan militer dan sipil yang mewakili provinsi masing-masing,” tandasnya. (Elfrida)

PON Sudah di Depan Mata Namun Panwasrah Temukan Ternyata Masih Ada Masalah

Rapat koordinasi Panwasrah dan PB PON Cluster Mimika di sekretariat Jalan Poros SP2-SP5, Kamis (16/9)

MIMIKA, BM

Panitia Pengawas dan Pengarah (Panwasrah) PON XX Papua Cluster Mimika, pada hari ini, Kamis (16/9) melakukan rapat koordinasi dengan PB PON Cluster Mimika di sekretariat Jalan Poros SP2-SP5.

Rapat ini dihadiri Ketua Harian PB PON Cluster Mimika, Marthen Paiding, Sekretaris Cesar A Tunya, Ketua Panwasra Gadang Pambudi dan anggota Panwasrah serta ketua-ketua koordinator bidang.

Marthen Paiding mengatakan, pada pertemuan ini Mimika menyampaikan segala persiapan yang sudah dilakukan oleh PB Cluster Mimika.

"Panwasrah hadir untuk memberikan potret sejauh apa kesiapan kita dan apa yang harus kita siapkan karena PON kurang lebih tinggal dua minggu lagi. Ini merupakan kajian umum dari rapat hari ini," ungkapnya.

Ketua Panwasrah Gadang Pambudi kepada BM menggaris bawahi bahwa ada hubungan komunikasi yang tidak berjalan semestinya antara PB PON Papua dan PB Cluster Mimika.

"Hasil rapat mengisyaratkan bahwa komunikasi antara PB PON dengan Sub PB PON sampai hari ini tidak lancar. Masih ada kendala misalnya peralatan sudah di sini namun belum diserahterimakan. Kuncinya masih dipegang PB PON. Percuma kalau begitu, barang ada disini, mereka mau persiapan tapi harus tergantung ke PB PON," ungkapnya.

Komunikasi yang berjalan kurang bagus ini bukan hanya terjadi pada satu atau bidang namun hampir semua bidang merasakan hal serupa.

"Bahkan sampai saat ini masih ada dana yang belum turun. Mereka mau berbuat tapi tidak bisa, misalnya bimtek. Mau lakukan bimtek tapi tidak bisa karena dana masih di PB PON. Seharusnya bimtek dulu baru tes even. Dana untuk tes even sudah ada tapi bimtek belum ada, jadi percuma karena mau lakukan tes even tapi pelaku-pelaku yang mengoperasikan peralatan belum siap, ya percuma saja," ungkapnya.

Ia menjelaskan, sebagian besar peralatan cabor untuk PON di Mimika sudah didatangkan tapi sejauh ini belum ada petunjuk untuk dioperasionalkan.

"Mudah-mudahan ini tidak jadi batu sandungan kalau kami nanti bantu komunikasikan dan cari solusi. Pemerintah Daerah Mimika saya lihat juga sepakat dan optimis bahwa Mimika bisa sukses selenggarakan PON," ungkapnya.

Menurut Gadang Pambudi, hasil rapat ini akan segera ditindaklanjuti dan laporkan kepada Panwasrah Pusat.

"Kami Panwasrah cluster akan informasikan ke Panwasrah Pusat bahwa ada persoalan seperti ini sehingga mereka segera konunikasikan dengan PB PON karena tanggal 18 sudah ada kontingen yang datang jadi kita harus cepat bergerak. Hari ini kami akan langsung laporkan," jelasnya.

Ia mengatakan, walau ada kendala seperti itu namun Mimika sejauh ini tetap konsisten untuk melaksanakan dan mensukseskan PON sebagai tuan rumah.

"Mimika semangat sekali. Ini bisa disimpulkan bahwa semua masyarakat di Mimika siap untuk menyelenggarakan PON karena ini membawa nama kabupaten sehingga apapun masalahnya terus jalan dan jangan bergantung. Justru harapan kami, Mimika bisa jadi penjuru, ada apa-apa belajar dari Mimika. Semua hal pasti ada masalah namun semua itu akan membuat kita lebih kuat dan lebih maju," terangnya. (Ronald)

Top