Olah Raga

Cuaca Panas di Timika ‘Dikeluhkan’ Para Atlet Atletik

MIMIKA, BM

Kondisi cuaca panas yang begitu menyengat di Timika menjadi tantangan tersendiri bagi para atlet yang akan mengikuti PON XX Papua, dimana Mimika merupakan tuan rumah penyelenggara cabang olahraga atletik.

Hal ini diungkapkan oleh beberapa atlet, termasuk juara lomba marathon putra, Imam Mahdin dan juara jalan cepat Putri Salfia kepada BeritaMimika usai mengikuti Babak Kualifikasi Ketiga Test Event PON XX Papua yang dilangsungkan di alun-alun Kuala Kencana Sabtu (29/2).

"Di sini lintasannya cukup bagus hanya saja bukan karena capainya tapi panas di sini sangat berbeda dengan daerah kami. Saya berharap kalau bisa waktu pertandingan nanti dimulai jam 5 pagi," keluh Salfia yang menargetkan medali emas di PON XX.

Menanggapi hal tersebut, Technical Delegate Drs. Umaryono didampingi rekannya Drs. Dwi Priyono M.Pd mengatakan bahwa kondisi cuaca berlangsungnya rest event PON di Kuala Kencana semula sejuk namun menuju pukul 09:00 wit hingga 10:00 wit cuaca berubah menjadi lebih panas.

"Tadi kita start lebih pagi sekitar jam enam sehingga jam setengah dua belas baru finish. Kalau bisa start lebih pagi misalnya jam empat atau setengah lima kondisinya sejuk dan atlet masih semangat. Karena test event, jadi kita melihat kemampuan atlet dan petugas daya dukungnya seperti apa. Makanya medis terus mengikuti atlet karena khawatir atlet kolapse di jalan," ujarnya.

Umaryono berharap pada tiitk-tiitk perputaran lintasan selain ada water position, perlu juga diadakan moist stand atau air yang berembun sehingga ketika cuaca panas, atlet yang melewati lintasan secara otomatis terkena siraman air. Hal ini untuk mencegah dehidrasi dan menambah pendinginan suhu tubuh para atlet.

"Ini harus disiapkan karena kita membentuk empat lintasan tanda plus sehingga di masing-masing tempat harus ada moist stand itu seperti kipas angin yang embun layaknya shower yang otomatis bisa dimatihidupkan. Kalau perlu dibuat lima sekaligus untuk di garis finish. Memang sudah ada kolam berisi es batu tetapi sayangnya, tendanya belum tersedia sehingga mereka kepanasan," jelasnya.

Selain itu dari sisi psikologis atlet sendiri, untuk lintasan dikatakan banyak putaran sehingga menjadi beban psikologis. Lain halnya bila atlet menempuh lintasan sekali putar langsung menuju garis finish.

"Cuman kita mesti cari jalur yang benar-benar clear dan clean sementara kita akan gunakan yang ada dulu supaya mudah pengamanan sekaligus memperkenalkan karakter marathon seperti itu kepada atlet. Menuju PON belum ada perubahan jalur tetapi kita akan lihat evaluasi nanti," ucapnya.

"Kondisi kejiwaan atlet juga harus kita pikirkan. Kalau bisa look satu puraran itu dapat 42 kilo. Saya yakin disekitar kompleks ini memang ada tetapi kita harus survey lebih mendalam tapi dari yang ada ini sudah cukup bagus. Kendalanya karena atlet harus putar empat kali jadi mereka boring (bosan-red)," tandasnya.

Sementara itu, Ketua Harian Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Provinsi Papua Yulianus Worabay kepada BeritaMimika mengatakan Papua selaku tuan rumah penyelenggaraan PON XX mendapatkan kuota sebanyak 55 atlet.

"Verifikasi di Rakernas, Papua dapat 55 seat termasuk Mimika di dalamnya sudah terakomodir. Selain memberi ruang setiap kabupaten untuk ikut kegiatan event nasional, even ini juga merupakan tahapan seleksi. Sehingga dari lomba lari atau marathon maupun jalan, walau ada yang tidak ikut TC tapi mereka bisa diakomodir masuk. Jadi, kami memberi ruang yang seluas-luasnya sehingga tidak pilih kasih karena kita butuh prestasi," terangnya. (Elfrida)

NTB Menang Marathon di Kuala, PON 2020 Mereka Sertakan Lalu Muhammad Zohri

Penyerahan medali oleh Asisten I Demianus Katiop kepada juara I jalan cepat Salfia

 

MIMIKA, BM

Babak kualifikasi hari ketiga Test Event PON XX Papua yang dilangsungkan di kawasan Kuala Kencana, Kabupaten Mimika, Papua Sabtu (29/2) telah berakhir.

Dua pertandingan yang dilangsungkan di Kuala Kencana yakni lomba jalan cepat 20 km dan marathon.

Dalam kategori marathon putra Imam Mahdin nomor punggung 242 asal Nusa Tenggara Barat (NTB) berhasil keluar sebagai juara dengan catatan waktu 2:39:33.

Ia berhasil mengalahkan Edi Wenda asal Papua Barat di waktu 2:55:22 dan Esau Kadam atlet asal Mimika dengan catatan waktu 3:14:48. Dengan demikian Imam Mahdin (24) dinyatakan lolos ke PON.

Kepada awak media Pelatih Mayor Komedal mengatakan NTB mengikutsertakan 16 atlet dan salah satunya adalah Lalu Muhammad Zohri.

Lalu Muhammad Zohri merupakan pelari muda 100 meter yang berhasil meraih medali emas dan menjadi juara dunia pada Kejuaraan Dunia Atletik Junior 2018 yang berlangsung di Tampere, Finlandia.

Sementara untuk lomba kategori marathon, NTB hanya mengirim satu atlet saja yakni Imam Mahdin.

"Luar biasa sekali pelaksanaan test event ini. Awalnya saya meragukan ternyata Timika luar biasa. Saya cukur rambut saya kalau atlet saya lolos dan ternyata tujuh sudah dinyatakan lolos ke PON, tinggal mempertajam saja. NTB di atletik kita tidak sombong, kami masuk tiga besar di Indonesia," ujarnya.

Ia menambahkan, atletnya Imam Mahdin kini secara nasional tengah berada di posisi keempat, sehingga diharapkan melalui PON XX Papua, ia ditargetkan dapat menembus posisi kedua atau pertama. Ia juga berharap Imam Mahdin dapat menjadi pengganti Agus Prayogo atlet asal Jawa Barat.

Kepada BeritaMimika, Imam Mahdin mengatakan PON XX di Papua merupakan PON pertama yang diikutinya. Sebelumnya, ia hanya mengikuti beberapa kejuaraan seperti kejuaraan Palu Marathon (2015) dan ia berhasil menjadi juara 1.

"Belum pernah ikut PON, ini pertama kali ikut. Saya harus menjaga stamina dan tim harus bagus. Saya tidak ngotot, satu kilo harus pakai speed 39 dan itu harus konstan. Lintasan disini paling enak, udaranya enak tidak ada polusi, tapi di kilometer 38 mataharinya naik (panas-red)," ucapnya.

Guna menjaga stamina, atlet kelahiran Bima 26 Oktober ini berlatih dua kali dalam satu hari dengan jarak tempuh 35 km dan 50 km di hari Sabtu. Usai mengikuti babak kualifikasi ini ia akan tetap fokus berlatih di tempat asalnya.

"Saya harus fokus latihan di NTB karena suasana disana juga enak. Ini kesempatan terakhir mangkanya saya harus tetap optimis. Kuncinya adalah berlatih. Pesaing kuat yang saya lihat itu Letnan Satu Agus Prayogo dari Jawa Barat. Tapi saya harus yakin dan percaya diri jika fokus saya pasti bisa juara," tandasnya.

Sementara itu, juara pada kategori jalan cepat 20 km putri berhasil diraih oleh Salfia asal Sulawesi tenggara dengan catatan waktu 2:03:49.

"Waktu Kejurnas U-18 di Jakarta tahun 2018, saya berhasil jadi juara dua untuk jarak 5 km. Limit PON XX 2 jam 05 menit. Persiapan saya enam bulan. Disini bukan capainya, tapi cuaca panas disini beda dengan daerah kita. Lintasannya cukup bagus. Saya berharap kalau bisa waktunya dimulai jam 5 pagi. Target PON XX saya dapat menyumbangkan medali emas," harapnya

Salfia berhasil mengalahkan dua atlet lainnya yakni Halida Ulfah dari Kalimantan Selatan yang harus puas berada diurutan kedua dengan catatan waktu 2:04:37. Sementara, urutan ketiga diraih Katrina dari Nabire dengan catatan waktu 2:33:07.

Untuk lomba jalan cepat kategori putra, juara pertama Mursalim Bahri asal Sulawesi Barat (1:39:38). Sementara tuan rumah Mimika berada di posisi kedua yakni Oto Amenau (2:12:52) dan ketiga Karel Krey asal Sorong (2:15:42)

Kategori marathon putri, emas berhasil diraih atlet asal Kaimana, Eca Pi Ode dengan catatan waktu 4:43:28, perak diraih Ariska asal Manokwari Selatan dengan perolehan waktu 5:06:45 dan atlet asal Waropen, Susana W dengan catatan waktu 5:34:02 meraih perunggu

Kepada awak media Direktur PT Freeport Indonesia Claus Wamafma mengatakan PTFI siap turut aktif menyukseskan terselenggaranya PON XX Papua.

Hal ini dibuktikan dengan dibangunnya Mimika Sport Complex dan Kuala Kencana sebagai tempat berlangsungnya cabang olahraga atletik.

"Tentunya kami bersemangat menyukseskan PON XX semoga hasilnya bagus dan atlet dapat mengikuti tes dengan baik, juga di Oktober nanti persiapannya jauh lebih baik lagi karena banyak penonton yang akan datang. Kita bersiap-siap jadi tuan rumah yang baik," tuturnya.

Sambung dia, Kuala Kencana merupakan kota yang dibangun di tengah hutan, suasananya sangat bersahabat dengan alam lingkungan dan didukung dengan infrastruktur yang sangat memadai.

"Semua didesign dengan baik dan tidak biasa, infrastuktur rapi, sistem air dan electric city juga sangat baik. PON XX sebagai ajang memperkenalkan bahwa ada kota yang friendly (bersahabat-red) dengan lingkungan. Kami siap menyukseskan PON XX di Papua," pungkasnya (Elfrida)

100 Atlet Ikuti Kejurda PABBSI Bupati Cup III

MIMIKA, BM

Setelah sukses menyelenggarakan Kejurda Bupati Cup I (2018) dan II (2019), Persatuan Angkat Besi dan Berat Seluruh Indonesia (PABBSI) Kabupaten Mimika kembali menggelar Kejurda Bupati Cup III Tahun 2020 di Graha Eme Neme Yauware, Sabtu (15/2).

Espektasi terhadap cabang olahraga ini mulai banyak diminati warga Mimika. Ini terbukti karena untuk Kejurda Bupati Cup III, jumlah peserta yang terdaftar mencapai 100 atlet.

Dari jumlah ini, 40 atlet mengikuti binaraga. Untuk kelas 60 kg (6 orang), 65 kg (6), 70 kg (10), 75 kg (11) dan kelas 80 kilogram diikut 7 atlet.

Angkat berat diikuti 19 atlet di tiga kelas berbeda yakni 60-65 kg (3 orang), 70-75 kg (5) dan 80+ (6). Sementara Body Contest diikuti 41 atlet yang bersaing di empat kelas.

100 atlet ini berasal dari 7 club dan 1 non club (nc). Yakni Multi Fit, RAI Fit, SAF Gym, ABY Gym, Serigala, Iron Gym dan Iyako Gym.

Ketua PABBSI Mimika Michael R Gomar kepada BeritaMimika mengatakan kejurda ini merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan secara rutin.

“Tahun ini 100 atlet yang ikut, jumlahnya meningkat dibandingkan kejurda 1 dan 2. Kita berharap kejurda ini bisa memberikan manfaat positif kepada atlet dalam menyalurkan hobi, minat dan bakat untuk keterampilan tubuh dan keindahan body building. Ke depan diharapkan menghasilkan bibit-bibit atlet yang dapat bersaing di provinsi maupun nasional,” ungkapnya.

Gomar juga mengatakan PABBSI Mimika telah menyiapkan 3 atlet binaraga untuk dipersiapkan mengikuti seleksi PON 2020 di Jayapura. Hingga kini, pihaknya masih menunggu koordinasi dengan PABBSI Provinsi Papua.

“Mereka tiga ini sudah berapakali berprestasi di Papua. Kami lagi bangun koordinasi agar ada keterwakilan dari atlet PABBSI Mimika,” ungkapnya.

Lanjur Gomar, PABBSI Bupati Cup III tahun ini merupakan kejurda terakhir. Pasalnya September nanti PABBSI akan dipecah menjadi tiga cabang olahraga yakni Angkat Berat, Angkat Besi dan Binaraga.

“Kami juga ucapkan terimakasih kepada beberapa sponsor yang sudah mendukung kegiatan kejurda ini diantaranya PT IGS, hotel 66, Mozza, Horison dan keluarga Redi Wijaya,” ujarnya. (Ronald)

Top