Pendidikan

'Cek-Cok' Kembali Terjadi SD Negeri Sempan

Kepala Sekolah SD Negeri Inauga Sempan

MIMIKA, BM

Sejak menjabat sebagai Kepala Sekolah di SD Negeri Inauga Sempan, Diana Domakubun menemukan adanya sejumlah permasalahan yang terjadi di sekolah tersebut.

Hal ini disampaikannya seusai mengikuti mediasi dengan sejumlah guru yang sudah dinota tugaskan ke sekolah lainnya pasca terjadi aksi demo di SD Negeri Inauga, Senin (13/9).

Sejak menjabat, Diana telah mendapatkan aduan dari orangtua murid bahwa ada 7 anak yang lulusan dari SD Negeri Inauga tidak memiliki ijazah.

"Kejadian ini sebelum saya jabat jadi kepala sekolah di SD Inauga. Saya tahu ini dari orangtua murid yang datang karena pada saat mereka ikut ujian di SD, nama mereka tidak terdaftar di data dapodik, ijazahnya juga nanti menyusul disatu tahun berikutnya," ungkapnya.

Bahkan menurutnya, ada satu anak dinyatakan lulus tahun 2020 namun hanya diberikan surat keterangan kelulusan. Saat sudah di SMP, anak tersebut tidak ada namanya dalam daftar dapodik dan tidak memiliki ijazah.

"Banyak persoalan saya temui saat masuk di SD Inauga, bahkan ada anak yang lulus dari sekolah ini tidak tahu baca sehingga guru-guru di SMP complain. Selain itu ada 32 anak yang duduk di kelas 6 hampir tidak bisa ikuti ujian tahun lalu karena belum dimasukkan dalam data dapodik," jelasnya.

"Saya berjuang untuk anak-anak ini untuk tetap ikut ujian dan siap ambil ijasahnya. Kandalanya kendalanya karena guru dan semua pegawai tidak perhatikan data anak-anak," lanjutnya.

Hal lain, ia juga menemukan  adanya tumpukan ijazah anak-anak dari lulusan tahun 2012 sampai 2020 yang belum dibagikan.

"Saya sudah tanyakan kenapa hal ini bisa ada? mereka bilang orangtua harus bayarkan Rp500 ribu baru bisa ambil ijazah. Saya tidak mau seperti itu dan langsung saya berikan ke orangtua murid," ungkapnya.

Selain itu di masa pandemi covid, tugas untuk anak-anak didik wajib diberikan oleh guru kelas, namun hal itu tidak dilaksanakan.

"Ada guru kelas yang beberapa kali saya panggil untuk hal ini. Walau pandemi, guru tidak bisa diam begitu saja di rumah," ujarnya.

Diana mengatakan masalah yang terjadi di sekolah ini telah dilaporkan ke Dinas Pendidikan.

"Dinas sudah tahu karena biasanya disampaikan saat rapat. Dan dalam rapat juga kami sebagai kepala sekolah diminta untuk harus memperhatikan anak-anak didik. Saya inikan orangnya disiplin dalam menjalankan tugas, dan sekarang sudah ada perubahan," katanya. (WIgnas)

BLK Kampung Nawaripi, Ijazahnya Diterima Langsung Dari Kementerian PUPR

Kepala Kampung Nawaripi, Nor ditubun

MIMIKA, BM

Kampung Nawaripi membuka Balai Latihan Kerja (BLK) untuk memberikan keterampilan khusus kepada masyarakat asli Kamoro terutama mereka yang putus sekolah atau hanya memiliki ijazah SMP atau SD.

Pendaftaran angkatan pertamanya telah dibuka dengan target 70 orang dan saat ini telah ada 63 pendaftar.

Program BLK yang pembiayaanya menggunakan ADD terdiri dari tiga jurusan yakni mebeler, otomotif dan pengelasan.

Khusus jurusan otomotif, Pemerintah Kampung Nawaripi lebih prioritaskan ke mesin tempel, karena mayoritas warga Nawaripi khususnya anak-anak Kamoro biasa melaut menggunakan mesin motor tempel.

Kepala Kampung Nawaripi, Norman Ditubun saat ditemui, mengatakan mesin tempel akan dipelajari selama satu bulan penuh. Setelah itu dilanjutkan dengan materi motor darat dan Honda.

Kemudian di bulan ketiga, akan dilanjutkan dengan belajar mesin mobil yang akan melibatkan SLD dan CLO Keuskupan Mimika dengan PT Harmonis Sinergis.

"Kami sudah berkoordinasi dan menyurat ke kapolres dan beliau sudah bersedia memberikan kami motor untuk anak-anak belajar bongkar pasang,” kata Norman.

Dalam program ini, Pemerintah Kampung juga akan meminta bantuan PT Freeport Indonesia (PTFI) agar dapat memberikan mesin mobil rusak untuk dipelajari.

Ia pun sangat berharap hal ini bisa dilihat Freeport karena hampir sebagian besar hutan Nawaripi rusak karena limbah tambang PTFI.

"Nawaripi merupakan salah satu desa Daskam yang harus menjadi tanggungjawab Freeport juga,” tegasnya.

Dikatakan, pelaksaan BLK dilakukan berdasarkan kerjasama dengan Kementerian PUPR, sehingga nantinya ijasah yang diterima langsung dari Kementerian PUPR. Dengan demikian, sehingga lulusan dari BLK ini bisa mencari pekerjaan di semua wilayah di Indonesia.

"Orang dari Kementerian PUPR juga sudah pernah berkunjung ke sini tinggal kami lakukan MoU. Setelah penerimaan selesai kami lakukan MoU dengan PUPR,” katanya.

Norman mengatakan, BLK ini hanya dikhususkan bagi warga asli Kampung Nawaripi, khususnya bagi masyarakat asli Kamoro.

"Jujur bahwa SDM kami disini masih rendah. Saya melihat dari SDM yang masih rendah ini saya membuat BLK,” tuturnya.

Menurutnya BLK adalah jawaban untuk meningkatkan SDM. Karena, melalui BLK warga kampung bisa mengembangkan kealihan yang mereka miliki, terutama bagi mereka yang putus sekolah.

Tidak hanya itu, Pemkam Nawaripi juga akan memperjuangkan anak-anakya untuk memperoleh ujian dan ijaza paket.

"Jadi itu suatu edukasi yang Kampung Nawaripi buat untuk anak-anak Nawaripi khususnya anak-anak asli Kampung Nawaripi suku Kamoro yang kami prioritas,” pungkasnya.

Untuk BLK, warga yang mendaftar sudah mencapai 63 orang. 60 diantarnya adalah anak asli Kampung Nawaripi dan 3 sisanya adalah warga pendatang yang sudah lama menetap dan menjadi warga Kampung Nawaripi.

"Kami di Kampung Nawaripi ini yang punya ijazah SMA cuma 5 orang dan lainnya yang tidak punya ijasah SD, SMP ada yang punya ijazah SMP tidak punya ijazah SMA,” ujarnya.

Ia berharap dengan adanya BLK nanti, warga bisa percaya diri dan sama dengan suku-suku lain yang ada di Kabupaten Mimika ini. (Shanty)

Mengejar Kemajuan untuk Merdeka Belajar Dari Momen Perayaan HUT RI ke-76 Di Sekolah Asrama Taruna Papua

Peringatan HUT RI ke-76 di Sekolah Asrama Taruna Papua, Timika, pada Selasa (17/8)

MIMIKA, BM

Puncak perayaan HUT Republik Indonesia (RI) ke-76 bertema "Indonesia Tangguh Indonesia Tumbuh" di lingkungan Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP) ditandai dengan Upacara Bendera bersama seluruh civitas akademika SATP pada Selasa, 17 Agustus 2021.

Kegiatan ini berlangsung dengan sangat khidmat, lancar, penuh semangat dan harapan Merdeka Belajar bagi generasi emas Tanah Amungsa Bumi Kamoro. SATP adalah sekolah yang menjalankan model pendidikan berpola asrama (Boarding school based management).
 
Bertindak sebagai Pembina Upacara yaitu Kepala Perwakilan Yayasan Pendidikan Lokon-SATP Timika Andreas Ndityomas dan sebagai Pemimpin Upacara adalah Siswa Kelas 9C Melkior Nawaripi.

Adapun Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) berasal dari siswa-siswi SMP SATP dengan komandan regunya merupakan siswa SD Kelas VI Jackson.

Upacara dilakukan dengan mengedepankan protokol kesehatan. Selama masa pandemi, siswa-siswa SATP menjalankan karantina di lingkungan asrama dan sekolah.
 
Dalam sambutan upacara, Andreas Ndityomas mengatakan tantangan yang dihadapi dunia saat ini diakibatkan oleh pandemi Covid-19, tidak menyurutkan komitmen dan semangat segenap karyawan, guru, dan anak-anak untuk tetap menjalankan proses belajar dan mengajar.

Hal ini dilakukan untuk mengejar kemajuan bagi generasi emas Amungme, Kamoro dan Lima Suku Kekerabatan yang berada di wilayah sekitar operasi penambangan PTFI di Kabupaten Mimika, Papua, Indonesia.
 
Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) adalah salah satu mitra PTFI yang menjalankan program pendidikan yang didanai oleh dana kemitraan dari PT Freeport Indonesia (PTFI). YPMAK hadir dengan komitmen penuh secara terus-menerus mendukung operasional SATP dan menjaga mutu pendidikan bagi seluruh siswa.
 
"Merdeka Belajar bagi anak-anak kami yang berasal dari suku Amungme, Kamoro, Papua menjadi contoh konkrit dalam pengelolaan Boarding School Based Management dengan Kurikulum Berbasis Kearifan Lokal . Dua tahun lebih kita telah mengimplementasikan dan mempraktikkannya di SATP," ungkapnya.

"Kami telah menyediakan modul-modul yang relevan yang mengintegrasikan kearifan lokal, berbasis teknologi internet Microsoft Office 365 untuk mengantar anak-anak ini mengikuti pendidikan dasar dengan metode pengajaran berbasis karakter yang kuat," lanjut Andreas.
 
Harapan ‘merdeka belajar’ juga disampaikan oleh Kepala Sekolah SATP Johana Tnunay. Ia mengatakan, dengan semangat kemerdekaan RI Ke-76, para siswa yang dididik dan dibina di SATP menjadi generasi yang mampu bersaing secara global dan kelak memiliki etos kerja yang kompetitif.
 
"Meski secara umum proses belajar mengajar tidak berlangsung seperti biasanya, namun SATP yang dimiliki YPMAK dan dibawah naungan pengelola YPL mampu beradaptasi dengan kondisi pandemi dan konsep merdeka belajar sudah terlaksana di SATP," tegas Johana.
 
Saling Jaga di Masa Pandemi
 
Di tengah pandemi covid-19 yang masih menjadi tantangan dunia, SATP pun turut mewaspadai hal ini dengan terus menjaga ketat protokol kesehatan dalam penyelenggaraan Puncak Kegiatan HUT RI ke-76.
 
Sebelum melaksanakan kegiatan HUT RI ke 76 di lingkungan sekolah, para karyawan dan guru yang tinggal di dalam lingkungan SATP telah menjalankan tes covid-19 dengan tes Genose dan swab antigen di Klinik SATP pada Senin 16 Agustus 2021.

Bagi yang tinggal di di luar lingkungan SATP menjalan tes yang sama pada tanggal 17 Agustus. Prokes standar lainnya dijalankan selama mengikuti upacara. Hal ini dilakukan demi menjaga kesehatan seluruh civitas SATP.
 
Pihak SATP rutin melakukan tes kesehatan secara berkala di lingkungan SATP demi Zero Covid-19, mengingat keselamatan sekitar seribuan siswa menjadi prioritas utama dalam proses belajar mengajar di tengah pandemi ini.
 
Kegiatan Lomba Dalam Rangka HUT RI ke-76 di Lingkungan SATP
 
Setelah mengikuti Upacara Bendera selama kurang lebih satu jam, kegiatan pun ditutup dengan pengumuman pemenang berbagai lomba edukasi yang diadakan panitia. Para siswa yang berhasil menjadi juara menerima apresiasi atau hadiah atas semangat dan motivasi mereka dalam berbagai lomba yang diadakan selama rangkaian kegiatan Peringatan HUT RI ke-76 di lingkungan SATP sejak 13 Agustus 2021 lalu.
 
Adapun lomba-lomba edukasi yang diadakan, yaitu lomba pidato, membaca puisi, presenter, paduan suara, yel-yel terbaik hingga gerak jalan.
 
Peringatan hari kemerdekaan ini mungkin bisa berakhir dalam satu hari, namun optimisme dan semangat juang menguatkan tekad mewujudkan Indonesia berdaya untuk Indonesia Tangguh dan terus Bertumbuh melalui proses Merdeka Belajar untuk tujuan mulia, melihat generasi Emas Amungme-Kamoro dan Lima Suku Kerabat menjadi tuan di rumahnya sendiri. (Red)

Top