Pendidikan

Pemkab Mimika Akan Beri Perhatian Terhadap Pengembangan Kualitas Perguruan Tinggi Lokal

Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong

MIMIKA, BM

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika menyatakan komitmennya untuk memberikan perhatian lebih terhadap pengembangan perguruan tinggi di daerah, termasuk perguruan tinggi swasta.

Pasalnya, perguruan tinggi dinilai memiliki peran strategis dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) berkualitas.

Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, saat menghadiri Rapat Senat Wisuda Politeknik Amamapare Timika di Ballroom Hotel Cenderawasih 66 Timika, Jumat (24/7/2026) lalu.

Wabup Kemong mengatakan, berbagai masukan yang disampaikan Direktur Politeknik Amamapare Timika maupun Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah XIV Tanah Papua mengenai keterbatasan anggaran, fasilitas pendidikan, hingga dukungan bagi mahasiswa dari dua suku asli Mimika akan menjadi perhatian pemerintah daerah.

Menurutnya, Pemkab Mimika tidak ingin sekadar memberikan janji, tetapi akan menindaklanjuti berbagai aspirasi tersebut melalui pembahasan lebih lanjut bersama pihak kampus.

"Pemerintah tidak ingin memberi janji kosong, melainkan fokus mendengar aspirasi langsung dan menindaklanjutinya melalui diskusi lebih lanjut dengan pihak kampus. Salah satu opsi yang akan kami pertimbangkan adalah pemberian beasiswa atau bentuk dukungan lainnya bagi perguruan tinggi swasta," kata Wabup Emanuel.

Lanjutnya, kemampuan fiskal daerah saat ini mengalami penurunan dibanding beberapa tahun sebelumnya. Jika pada 2024 APBD Mimika mencapai sekitar Rp7 triliun, maka pada 2026 nilainya turun menjadi sekitar Rp5 triliun.

Sehingga, kondisi tersebut, mengharuskan pemerintah menyusun perencanaan anggaran secara lebih cermat agar seluruh sektor pembangunan, termasuk pendidikan tinggi tetap memperoleh dukungan.

"Sebelumnya APBD kita bisa mencapai Rp7 triliun, tetapi saat saya bersama Bapak Bupati menjabat APBD turun hingga sekitar Rp5 triliun. Jadi kami benar-benar harus menyusun perencanaan anggaran dengan baik sehingga semua sektor dapat berjalan," jelasnya.

Meski demikian, Wabup Kemong menilai penguatan perguruan tinggi di Mimika merupakan investasi jangka panjang yang perlu mendapat perhatian. Membangun kualitas kampus lokal akan memberikan manfaat yang lebih besar dibandingkan mengirim mahasiswa untuk menempuh pendidikan di luar daerah.

Dengan berkembangnya perguruan tinggi di Mimika, perputaran ekonomi di Papua juga akan meningkat, sekaligus membuka akses pendidikan tinggi yang lebih luas bagi generasi muda setempat.

"Kampus lokal ini lebih penting daripada kita mengirimkan anak-anak ke luar kota. Karena itu kami juga berharap kampus terus meningkatkan kualitasnya," ungkapnya. (Shanty Sang)

SATP Siap Berdaya Saing Global, Program Pearson Edexcel Mulai Diterapkan

Vice President Community Relations PT Freeport Indonesia, Engel Enoch bersama YPL, Dinas Pendidikan dan SATP memukul tifa yang menandakan Grand Opening of Pearson Edexcel Program

MIMIKA, BM

Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP) Kabupaten Mimika siap berdaya saing global.

Untuk mewujudkannya, Yayasan Pendidikan Lokon (YPL) resmi meluncurkan program kurikulum internasional Pearson Edexcel.

Penerapan tersebut ditandai dengan ceremony grand opening of Pearson Edexcel Program, Rabu (29/7/2026) di SATP.

Program ini menjadi yang pertama di Papua dan diharapkan dapat memperluas akses peserta didik terhadap pendidikan berstandar internasional tanpa meninggalkan identitas lokal.

Ketua Yayasan Pendidikan Lokon, Daniel Korompis, mengatakan peluncuran Pearson Edexcel merupakan awal baru dalam perjalanan pengembangan pendidikan di SATP.

"Hari ini adalah hari permulaan baru bagi sekolah kami. Bukan untuk meninggalkan perjalanan yang telah dilakukan, tetapi untuk membangun langkah yang lebih jauh," kata Daniel.

Daniel mengatakan, penerapan Pearson Edexcel bukan sekadar mengikuti tren pendidikan internasional tetapi bagian dari strategi pengembangan sekolah yang disusun secara bertahap, terukur, dan bertanggungjawab agar mampu menjawab kebutuhan pendidikan masa depan.

Menurutnya, anak-anak Papua tidak perlu dihadapkan pada pilihan antara mempertahankan identitas lokal atau menjadi bagian dari masyarakat global. Keduanya harus berjalan beriringan agar lahir generasi yang memiliki akar budaya yang kuat sekaligus mampu bersaing di tingkat internasional.

"Mereka membutuhkan keduanya. Anak-anak harus mengenal tanah, budaya, nilai, dan masyarakatnya. Pada saat yang sama mereka juga membutuhkan kunci untuk membuka pintu kesempatan dunia,"ujarnya.

Daniel menjelaskan implementasi Pearson Edexcel dilakukan secara bertahap. Pada tahap awal, kurikulum internasional tersebut diterapkan secara terbatas kepada sekitar 25 persen peserta didik, yakni di kelas 4 dan kelas 7.

Adapun mata pelajaran yang menggunakan kurikulum Pearson Edexcel meliputi Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Computing, dan Global Citizenship. Sementara mata pelajaran nasional seperti Bahasa Indonesia dan Pendidikan Agama tetap menggunakan Kurikulum Nasional.

Sementara itu, Vice President Community Relations PT Freeport Indonesia, Engel Enoch, mengapresiasi atas perkembangan SATP yang telah berlangsung selama lebih dari satu dekade. Berbagai prestasi yang berhasil diraih peserta didik hingga kesempatan mengikuti berbagai ajang bergengsi merupakan buah dari kerja keras, komitmen, serta kolaborasi seluruh pihak yang terlibat dalam pengembangan sekolah.

"Kami bangga melihat banyak kemajuan yang telah dicapai. Berbagai penghargaan dan keberhasilan anak-anak mengikuti event besar merupakan hasil kerja keras dan komitmen semua pihak," kata Engel.

Ia berharap kehadiran Pearson Edexcel semakin memperkuat kualitas pendidikan di Papua sekaligus mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan global tanpa kehilangan jati diri sebagai anak Papua.

Kepala Seksi Kurikulum SMP pada Dinas Pendidikan Mimika, Wilhelmus Manggo, mengatakan program Pearson Edexcel bukan sekadar mengganti sistem pembelajaran, tetapi merupakan upaya meningkatkan kualitas proses belajar mengajar agar peserta didik mampu menerima, memahami, dan mengembangkan ilmu pengetahuan yang diberikan guru.

"Program ini tidak hanya sebatas mengganti atau menggantikan program pembelajaran, tetapi bagaimana anak-anak mampu menerima ilmu pengetahuan dan materi yang disampaikan guru. Ini merupakan sebuah capaian untuk membawa pendidikan menjadi lebih baik," ujarnya.

Wilhelmus berharap penerapan kurikulum internasional tersebut dapat melahirkan peserta didik yang lebih kreatif, mampu berkolaborasi, serta memiliki kemampuan berpikir kritis sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan.

Kepala SATP, Sonianto Kuddi mengatakan, bahws momen ini bukan sekadar seremonial pembukaan, melainkan awal dari langkah nyata untuk membangun potensi, meningkatkan kualitas diri, serta mewujudkan prestasi yang gemilang bagi masyarakat Kabupaten Mimika khususnya, dan semua pada umumnya.

Ia menambahkan, Kurikulum Nasional serta Kurikulum SATP berbasis kehidupan kontekstual Papua yang selaras dengan Kurikulum Merdeka ini memberikan akar yang kokoh bagi peserta didik dalam membangun identitasitas mereka sebagai Orang Asli Papua.

"Program pearson edexcel merupakan program yang memberikan mereka sayap yang luas untuk terbang meraih kesuksesan hingga di kancah internasional," tutupnya. (Shanty Sang)

Politeknik Amamapare Timika Luluskan 34 Mahasiswa D4, Wabup Kemong Ucapkan Selamat

Foto bersama usai sidang senat wisuda oleh Politeknik Amamapare Timika

MIMIKA, BM

Politeknik Amamapare Timika meluluskan sebanyak 34 mahasiswa jenjang Diploma IV angkatan pertama dan 14 mahasiswa angkatan XXIII jenjang Diploma III (Ahli Madya).

Prosesi wisuda XIV dari Kampus Politeknik Amamapare Timika tersebut dilaksanakan di Hotel Cenderawasih 66, Jumat (24/7/2026).

Diketahui, Politeknik Amamapare Timika telah terakreditasi BAN PT untuk Perguruan Tinggi (institusi) dan semua Prodinya.

Wakil Bupati (Wabup) Mimika, Emanuel Kemong mengucapkan selamat dan penghargaan kepada seluruh wisudawan yang berhasil menyelesaikan pendidikan tinggi. Ia menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia (SDM) adalah prioritas utama dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan.

Lulusan diharapkan tidak cepat berpuas diri, tetapi terus belajar dan meningkatkan kompetensi. Lulusan pun diminta menjadi agen perubahan, menciptakan lapangan kerja, dan memberi solusi bagi masyarakat.

Wabup Kemong sangat mengapresiasi Politeknik Amamapare Timika yang telah menghasilkan lulusan vokasi sesuai kebutuhan dunia kerja, berkontribusi nyata bagi pembangunan Mimika.

"Kami berharap kampus terus meningkatkan mutu pendidikan, memperkuat kemitraan dengan dunia usaha dan industri, serta melahirkan lulusan unggul dan profesional,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah XIV Se-Tanah Papua, Dr. Suriel Semuel Mofu,S.Pd,M.Ed.TEFL,M.Phil (Oxon) dalam sambutannya mengatakan, acara ini menjadi momentum penting karena kampus vokasi di Mimika berhasil melahirkan program sarjana terapan baru di bidang rekayasa internet dan rekayasa listrik pertama di tanah Papua.

Perguruan tinggi swasta di Papua terbukti unggul, bahkan mencatat akreditasi terbaik secara nasional. Pembangunan kampus dinilai sebagai investasi strategis untuk menjaga identitas budaya Papua sekaligus meningkatkan daya saing SDM.

“Hidup di era digital menuntut penguasaan “dua otak”, otak biologis dan otak digital. Saya minta lulusan dapat mengendalikan perhatian, memanfaatkan waktu saat ini, serta menjadikan Tuhan sebagai sumber inspirasi. Karena pendidikan bukan sekadar gelar, tetapi bekal untuk menjadi agen perubahan, menjaga budaya, dan membangun daerah,”ungkapnya.

Selanjutnya, Direktur Politeknik Amamapare Timika, Ir. Herman Dumatubun,S.T,M.T dalam sambutannya menegaskan, visi Amamapare yakni menjadi kampus vokasi bermutu dan terampil di bidang teknologi terapan Papua.

Dalam 20 tahun ke depan, pengembangan diarahkan pada peningkatan SDM, kurikulum berbasis industri, serta implementasi Kampus Merdeka.

“Total mahasiswa yang aktif sebanyak 540 orang, dengan 36,31 persen berasal dari OAP. Dan program studi aktif yakni, D3 Teknik Pertambangan, D4 Teknologi Rekayasa Internet, D4 Teknologi Rekayasa Instalasi Listrik, D4 Teknologi Rekayasa Otomotif, dan D4 Teknologi Rekayasa Bangunan Sipil,” ujarnya.

Ia menjelaskan, saat ini wisuda dilakukan kepada D3 Teknik Pertambangan dengan 15 lulusan dan D4 Teknologi Rekayasa Internet dengan 22 lulusan, serta D4 Teknologi Rekayasa Instalasi Listrik dengan 12 lulusan. Di tahun depan kampus menargetkan wisuda 5 program studi dengan lebih dari 100 lulusan.

“Dengan akreditasi institusi dan program studi bernilai “Baik”, kami yakni Politeknik Amamapare Timika semakin dipercaya masyarakat Papua maupun luar Papua. Wisuda perdana ini menjadi tonggak penting menuju kampus vokasi unggulan di tanah Papua,”pungkasnya. (Shanty Sang)

Top