Pendidikan

Wabup Kemong dan TP PKK Mimika Kunjungi Tiga SD di Distrik Agimuga

Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong dan TP PKK Mimika foto bersama para siswa

MIMIKA, BM

Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong, Ketua TP PKK Mimika Ny. Susy Herawaty Rettob dan Wakil Ketua TP PKK Ny. Periana Kemong beserta pokja 2 melaksanakan kunjungan ke tiga Sekolah Dasar (SD) yang ada di Distrik Agimuga pada Selasa (30/9/2025).

Adapun tiga sekolah tersebut yakni YPPK Putsinara, Amungun, SD YPPK Bulujalauki Aramsuki dan SD YPPK Tilemans Belakmakma.

Pada kunjungan ini, Wabup Kemong bersama TP PKK Mimika menitikberatkan perhatian pada pendiidkan guna melihat secara langsung proses belajar mengajar dan perkembangan di tiga SD tersebut.

“Sesuai tupoksi (tugas, pokok dan fungsi-red) Pokja 2 pada pendidikan, kami ingin melihat secara langsung proses belajar sekaligus perkembangan SD disini,” kata Ny. Susy Rettob.

Pada saat kunjungan dan tatap muka, para guru menyampaikan usulan-usulan mereka.

“Disini sangat kekurangan tenaga guru. Mereka butuh tenaga guru karena untuk mengajar satu guru bisa memegang dua hingga tiga kelas. Mereka memohon untuk menyampaikan ke bapak bupati agar dapat menambah guru sehingga proses kegiatan belajar mengajar bisa berjalan lebih baik,” ungkapnya.

Pada kesemptan tersebut, TP PKK Mimika juga memberikan bingkisan berupa susu, biskuit dan alat tulis untuk para siswa di tiga SD tersebut. (Elfrida Sijabat)

Ketua TP PKK Mimika Soroti Kekurangan Kebutuhan Pokok Sekolah di Distrik Amar

Ketua TP PKK Mimika Ny. Suzy Rettob didampingi Wakil Ketua TP PKK Mimika Ny. Periana Kemong saat berkunjung di TK Amar

MIMIKA, BM

Saat melalukan Kunjungan Kerja (Kunker) ke Distrik Amar bersama Bupati Mimika Johannes Rettob pada Senin (3/11/2025) lalu, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Mimika, Ny. Suzy Herawaty Rettob mendapati ketersediaan bahan pokok di wilayah ini terbatas.

Keterbatasan nampak terlihat di lembaga pendidikan seperti SMP Amar dan TK Amar.

Semula, Ny. Suzy Rettob bertujuan untuk melihat bagaimana proses kegiatan belajar mengajar di PAUD Amar sebagai bagian dari tugasnya sebagai Bunda PAUD.

Namun, lokasi PAUD yang menempati gedung perpustakaan SMP Amar itu membuatnya sekalian meninjau dapur sekolah, apalagi kunjungan tersebut bertepatan dengan jam makan siang siswa.

Dari hasil pencatatan, sejumlah bahan kebutuhan pokok seperti beras, gula, susu, telur, serta minyak goreng masih jauh dari cukup untuk menunjang kegiatan konsumsi anak-anak sekolah.

Ny. Suzy Rettob mengatakan, kondisi ini menjadi perhatian serius karena berpengaruh langsung terhadap kebutuhan gizi anak-anak di wilayah pesisir.

“Anak-anak di Amar masih kekurangan bahan pangan penting seperti telur, susu, dan minyak goreng. Ini harus segera ditangani agar kebutuhan gizi mereka terpenuhi,” ujarnya.

Ny. Suzy menilai, keterbatasan logistik di wilayah pesisir seperti Amar perlu mendapat perhatian lintas sektor. Ia juga meminta Dinas Pendidikan turut mengambil langkah bersama untuk memastikan sekolah-sekolah memiliki pasokan bahan pokok yang memadai.

“Kami akan berkoordinasi dengan dinas terkait agar ada distribusi rutin bahan pangan, terutama untuk anak-anak sekolah di daerah pesisir. Mereka butuh perhatian lebih karena lokasi yang jauh dan biaya transportasi tinggi,” tutur Ny. Suzy yang juga Bunda PAUD Mimika itu.

Ia menambahkan, program PKK Mimika akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga dan memastikan kebutuhan gizi anak-anak di seluruh distrik terpenuhi secara merata. (Red)

TP PKK Mimika Ajak Siswa SMP Negeri Agimuga Berani Meraih Cita-cita

Para siswa SMP Negeri 1 Kiliarma, Distrik Agimua menunjukan cita-cita mereka didampingi TP PKk Mimika melalui Pokja 1

MIMIKA, BM

Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Mimika melalui Pokja 1 mengajak siswa SMP Negeri 1 Kiliarma, Distrik Agimuga untuk berani meraih cita-cita.

Hal ini disampaikan Ketua TP PKK Mimika Ny. Susy Herawaty Rettob saat melaksanakan kunjungan kerja (kunker) TP PKK Mimika pada hari kedua di Distrik Agimuga, Selasa (30/9/2025).

Adapun tema yang diangkat adalah “Aku adalah Pribadi Yang Unik dan Dengan Keunikanku Aku Menggapai Cita-cita”.

SMP Negeri 1 Kiliarma merupakan sekolah yang memiliki 11 guru dan 50 siswa yang berasal dari Kampung Fakafuku, Iliarma, Aramsolki dan sekitarnya.

“Tuhan menciptakan manusia itu unik dan dalam keunikan itu terlihat ada kekuatan dan keterbatasan yang dimiliki oleh setiap individu,” katanya.

Keterbatasan itu menurutnya menjadi kekuatan yang telah diberikan Tuhan untuk setiap pribadi para siswa.

“Bentuk perbedaan itu dapat terlihat dari kehadiran laki-laki dan perempuan untuk saling melengkapi satu dengan yang lain didalam dunia ini. Dalam keunikan itu dapat terlihat juga dari cita-cita yang dimiliki oleh setiap siswa yang hadir,” imbuhnya.

Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memperkenalkan sejak dini kepada siswa SMP Negeri 1 Kiliarma bahwa dirinya unik dan memiliki kelebihan dan keterbatasan untuk memotivasi diri dalam meraih cita-citanya.

Ia mengambil contoh tentang guru pertama yang merupakan orang Amungme yakni Mozes Kilangin. Selain itu juga Tom Beanal, Anggaiba dan Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong yang sebelumnya juga pernah menjadi seorang guru.

Sementara itu orang tua Bupati Mimika Johannes Rettob juga dulu merupakan seorang guru yang bertugas di Kokonao, Distrik Mimika Barat.

“Mereka juga pernah menjadi siswa seperti kalian. Mereka memiliki mimpi yang tinggi akan masa depan, sekalipun mereka berasal dari tempat yang jauh dari kota, penuh tantangan dan tanpa sarana prasarana sekolah yang lengkap tetapi mereka mampu menggapai cita-cita mereka,” ungkapnya.

“Jadi, kalau bapa-bapa itu bisa, maka kalian semua juga pasti bisa, kamu pasti bisa, kamu pasti bisa,” pesannya.

Dalam kunker tersebut, pokja 1 juga memberikan bingkisan kepada siswa-siswi berupa buku tulis, mistar set, penghapus, pensil, pulpen, snack sehat, sikat gigi, odol, deodoran dan pembalut khusus untuk perempuan.

Para siswa diminta untuk menulis cita-cita yang dimiliki masing-masing dan ditulis dalam lembaran kertas yang dibagikan.

Mereka juga diminta memperkenalkan diri dan menyampaikan cita-cita yang ingin diraih kedepan dan ada yang ingin menjadi pilot, pramugari, PNS, mekanik di PTFI, Satpol-PP, dokter anak, perawat dan guru. (Elfrida Sijabat)

Top