Pendidikan

Ciptakan Budaya Sekolah Aman Dan Nyaman, Disdik Mimika Bentuk Pokja

Foto bersama salam harmoni di sela-sela kegiatan

MIMIKA, BM

Guna menciptakan budaya sekolah yang aman dan nyaman, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Mimika membentuk Kelompok Kerja (Pokja).

Pembentukan Pokja ini sesuai amanah Permendikdasmen No. 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN).

Pembentukan Pokja ini diketuai Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Mimika, Abraham Kateyau.

Pj Sekda Mimika, Abraham Kateyau menyampaikan, pembentukan Pokja penyelenggaraan BSAN di Mimika berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) dengan tujuan utama memberikan perlindungan budaya aman dan damai di lingkungan sekolah.

Anggota Pokja diharapkan aktif bekerja sama menciptakan suasana kondusif di masing-masing sekolah. Pelaksanaan Pokja ini akan dipimpin oleh Disdik sebagai leading sector, sementara usulan teknis dari lapangan akan ditinjau lebih lanjut sesuai kebutuhan.

“Jadi Pokja ini menekankan pentingnya kolaborasi lintas pihak untuk menjaga keamanan, ketertiban, dan kenyamanan dalam dunia pendidikan. Untuk penganggaran nantinya kita sesuaikan dengan kebutuhan setelah Pokja mulai menyusun rencana kerja,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika, Antonius Welerubun menjelaskan bahwa pembentukan Pokja Budaya Sekolah Aman dan Nyaman didasarkan pada Permendiknas Nomor 6 Tahun 2026. Pemerintah daerah memiliki kewajiban membentuk tim ini untuk memastikan terciptanya lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendorong minat masyarakat menyekolahkan anak-anaknya.

“Pokja akan melibatkan beberapa OPD serta kepala distrik, terutama di wilayah pesisir dan pegunungan yang dekat dengan satuan pendidikan,"ujar Anton.

Tujuan utama, kata Anton adalah mensosialisasikan budaya aman dan nyaman kepada sekolah dan masyarakat, agar kesadaran orang tua dalam mendukung pendidikan anak meningkat.

Ia menjelaskan, saat ini, Peraturan Bupati terkait pembentukan Pokja sedang disiapkan dan menunggu tanda tangan Bupati. Struktur awal Pokja mencakup Kepala Bappeda sebagai wakil ketua, koordinator Dinas Pendidikan, serta anggota dari OPD terkait.

Antonius menekankan bahwa jumlah anggota akan menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran, dibuat ramping atau lebih besar.

“Sedangkan untuk pengawasan, kami rencanakan Pokja turun ke lapangan secara berkala, antara sekali hingga dua kali sebulan, sesuai arahan pimpinan. Namun sebelumnya kita lakukan rapat lanjutan untuk menentukan jadwal dan mekanisme kerja tim,” pungkas Anton. (Shanty Sang)

Wabup Sebut SPPG Yang Ditutup Sementara di Timika Sudah Beroperasi

Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong

MIMIKA, BM

Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong menyebutkan bahwa 11 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Mimika, yang ditutup sementara (suspend) oleh Badan Gizi Nasional (BGN) beberapa waktu lalu telah kembali beroperasi.

Dengan beroperasinya kembali, maka SPPG tersebut dapat memberikan pelayanan Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi anak-anak di wilayah itu.

Dengan beroperasi kembali 11 SPPG yang ditutup sementara itu, maka total SPPG di Mimika yang saat ini aktif memberikan pelayanan MBG di Kota Timika sebanyak 18 SPPG yang tersebar di tiga distrik di Mimika yakni Distrik Mimika Baru, Distrik Kuala Kencana dan Distrik Wania.

"Saya telah menerima laporan dari BGN kalau 11 SPPG telah kembali beroperasi setelah melengkapi dan memperbaiki instalasi pengolahan air limbah (IPAL) dan standar lingkungan sesuai dengan standar BGN," kata Wabup Emanuel.

Wabup yang juga Ketua Satgas MBG mengatakan, saat melakukan peninjauan dan melihat secara langsung penutupan SPPG itu semuanya rata-rata masalah IPAL. Oleh sebab itu, Satgas meminta mereka segera perbaiki. Saat ini mereka sudah perbaiki dan sekarang telah beroperasi kembali.

Katanya, Pemkab Mimika akan berkoordinasi dengan BGN untuk turun dan memantau kembali SPPG yang sudah aktif kembali beroperasi pasca penutupan.

Ia menambahkan akan ada pembentukan beberapa SPPG baru di wilayah pinggiran dan pesisir Mimika guna memberikan pelayanan MBG untuk anak-anak di wilayah itu.

"Penanggung jawab SPPG ini mereka sudah menyampaikan kepada kami bahwa ada beberapa dapur yang segera dibentuk  di wilayah tertinggal, terdepan dan terluar (3T). Kurang lebih ada tiga, satu itu di wilayah Mapurujaya Distrik Mimika Timur. Sementara dua lainnya di wilayah pinggiran dan pesisir yang masuk dalam wilayah 3T,"ujarnya.

Untuk memastikan pembentukan SPPG di tiga lokasi tersebut, Satgas MBG Mimika akan berkoordinasi dengan BGN Mimika untuk meninjau secara langsung lokasi-lokasi yang akan menjadi tempat pembangunan SPPG.

"Kami akan memastikan kesiapan nya dulu dan Kami menyampaikan kepada teman-teman di BGN untuk melihat secara langsung lokasi-lokasi itu,"ucapnya.

Untuk pelayanan MBG, kata Wabup saat ini masih dilaksanakan di wilayah Kota Timika dan akan segera dibentuk di wilayah pinggiran dan pesisir, sementara untuk wilayah pegunungan Mimika hingga saat ini belum dilaksanakan

"Kalau di gunung itu model tetap MBG tetapi kita akan menyesuaikan dengan kondisi di lapangan, tetapi itu belum bergerak," pungkasnya. (Shanty Sang)

Nikolaus Timakonama, Siswa Asal Kamoro Lolos Seleksi Paskibraka Nasional 2026

Nikolaus Timakonama (kanan) didampingi Badan Kesbangpol (kiri)


MIMIKA, BM

Nikolaus Timakonama, siswa kelas X Sekolah Rakyat Kabupaten Mimika asal suku Kamoro berhasil lolos seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat nasional tahun 2026.

Koordinator Pelaksana Latihan Paskibraka pada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Mimika, Lodik Kaize, mengatakan Nikolaus terpilih sebagai salah satu dari tiga pasang wakil Papua Tengah yang akan mengikuti seleksi Paskibraka Nasional di Jakarta pada 14 Juni 2026.

Sebelum mengikuti seleksi, Nikolaus telah menjalani pemeriksaan kesehatan menyeluruh atau medical check-up (MCU), meliputi pemeriksaan jantung, rontgen, tes darah, gula darah, hingga kolesterol.

Hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi kesehatannya baik, meski memiliki riwayat alergi ringan yang dinyatakan aman oleh tim dokter.

“Nikolaus lolos dan kini tinggal menunggu pemanggilan resmi dari pusat. Kami yakin ia dapat memberikan penampilan terbaik. Tinggi badannya mencapai 170 sentimeter, memenuhi syarat, dan ia juga memiliki bakat khusus,”kata Lodik.

Lodik menjelaskan, pada tes minat dan bakat nanti Nikolaus dipersiapkan untuk menampilkan tarian daerah khas Papua. Setelah beberapa kali perwakilan Papua Tengah hanya menjadi cadangan, tahun ini diharapkan dapat tampil sebagai anggota inti Paskibraka di Istana Negara.

Ia berharap keberhasilan Nikolaus menjadi motivasi bagi generasi muda Papua Tengah untuk terus berprestasi.

“Keberhasilan Nikolaus Timakonama lolos ke seleksi nasional akan menjadi kebanggaan bagi Mimika dan Papua Tengah. Ini juga menjadi bukti bahwa Sekolah Rakyat mampu mencetak generasi muda yang berprestasi hingga tingkat nasional,”ungkapnya. (Shanty Sang)

Top