Pendidikan

30 Siswa dari 30 Sekolah Bersaing Jadi Duta Baca Mimika

Salah satu peserta saat menampilkan karyanya

MIMIKA, BM

Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Mimika menggelar pemilihan Duta Baca di Hotel Swiss Bell, Rabu (2/9/2026).

Pemilihan duta baca ini diikuti oleh 30 peserta dari 30 sekolah di Kota Timika.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah  Firom Mom Balinal menyampaikan, para juri menilai karya dan penampilan siswa berdasarkan kualitas literasi yang ditunjukkan, dengan tujuan mendorong budaya membaca sebagai fondasi daya pikir dan daya tangkap generasi muda.

“Tanpa membaca, literasi tidak akan berkembang, dan budaya pun sulit terangkat,” ucap Firom.

Firom mengatakan, bahwa nantinya akan dipilih juara 1,2,3 dan kategori harapan. Jadi, puluhan peserta ini akan bersaing sebab dinilai oleh juri.

Selain menampilkan karya, kegiatan ini juga memberikan penghargaan berupa sertifikat, piala, dan hadiah. Hadiah tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi siswa untuk terus meningkatkan minat baca dan kreativitas.

“Kegiatan ini akan menentukan Duta Baca Mimika dan kegiatan tidak hanya berhenti pada satu kali penyelenggaraan, tetapi akan berlanjut secara berkesinambungan. Pemenang nantinya juga akan kita bimbing, sehingga karya mereka akan terus berlanjut dan berkembang,” ujarnya.

Lanjutnya, kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika dalam menumbuhkan budaya membaca sejak dini, sekaligus memperkuat identitas budaya lokal melalui pendidikan.

“Kegiatan hari ini bukti bahwa kami memperkuat identitas budaya lokal melalui pendidikan dan mengajak anak-anak untuk tumbuh mengenal budaya lokal,” tandasnya. (Shanty Sang)

Loisa Imingkawak Sukses Sebagai Pembawa Baki Upacara HUT RI 81 di Mimika

Loisa Gabriel Imingkawak bersama sang mama

MIMIKA, BM

Menjadi seorang pembawa baki bendera merah putih dalam even resmi kenegaraan seperti pengibaran sang merah putih di pusat pemerintahan (puspem) Kabupaten Mimika merupakan suatu kebanggaan tersendiri.

Seluruh mata terpusat pada pasukan pengibar bendera (Paskibra) ketika akan memasuki detik-detik pengibaran bendera nasional Indonesia ini tepat di Peringatan Hari Kemerdekaan RI ke 81 pada Senin (17/8/2026).

Cuaca pagi ini begitu bersahabat, seolah mendukung derap langkah Paskibra mengiringi prosesi pengibaran bendera merah putih.

Adalah Loisa Gabriela Imingkawak (16) bertugas sebagai pembawa baki pengibaran bendera merah putih. Dengan membawa baki ia menghampiri pemimpin upacara, Bupati Mimika Johannes Rettob.

Dengan hati-hati ia menaiki tangga untuk menerima bendera dari Bupati JR, begitupun saat turun tangga. Senyum manis terus terpancar dari wajahnya untuk membawa baki hingga tiba di momen penaikan bendera.

Bersama tiga rekan lainnya yang bertugas, sang merah putih terbentang dengan gagah dan sukses berkibar di halaman puspem Mimika. Tepuk tangan yang hadir mengiringi derap langkah para Paskibra meninggalkan lapangan upacara.

Usai melaksanakan tugas, kepada BeritaMimika, Loisa Gabriel Imingkawak mengungkapkan perasaannya.

“Saya lega sekali karena kami semua sudah bisa menjalankan tugas dengan baik dan lancar. Saya merasa sangat bangga bisa menaikan bendera merah putih dengan lancar,” ungkapnya.

Loisa Imingkawak merupakan siswi dari SMA Advent Timika yang saat ini duduk di kelas XI. Putri asli Papua dari suku Damal ini terpilih melalui proses seleksi yang tak mudah.

“Saya ditunjuk dan banyak melewati tantangan sebelum terpilih, ada sekitar empat sampai delapan orang kandidat tapi saya yang terpilih. Terimakasih sudah mempercayakan saya sebagai pembawa baki,” katanya.

Loisa menuturkan persiapan yang dijalani memerlukan waktu satu bulan dan masa karantina selama satu minggu.

“Tantangannya seperti cara pegang baki, ditaruh satu balok bata dan langkah tegak. Naik tangganya juga harus sangat teliti dan hati-hati. Juga untuk ambil bendera harus pakai peti, jadi harus tahan karena itu berat. Jadi semua itu harus terbiasa,” imbuhnya.

Menurutnya pengibaran bendera merah putih pagi ini berjalan sukses karena tekad mau belajar dari kesalahan yang terjadi saat latihan dan persiapan yang matang.

“Semua lancar karena Tuhan menyertai kita. Saya berharap bisa jadi anak yang lebih baik, mencintai tanah air dan menjadi kebanggaan orang tua. Untuk anak muda Mimika, jangan terbawa arus pergaulan yang negatif tetapi banyak mengikuti kegiatan yang positif,” tandas Loisa.

Ditempat yang sama mama dari Loisa Imingkawak, Jenny Jacquelin juga mengungkapkan rasa bangga karena melihat putrinya secara langsung sukses mengemban tugas sebagai pembawa baki.

“Pastinya, kami sebagai orang tua sangat bangga sekali. Terimakasih sudah berusaha sejauh ini. Tentunya banyak tantangan. Mereka semua menghadapi hari-hari yang melelahkan tapi puji Tuhan penampilannya sangat memuaskan. Itu semua berkat Tuhan,” pungkasnya. (Elfrida Sijabat)

Pemkab Mimika Akan Beri Perhatian Terhadap Pengembangan Kualitas Perguruan Tinggi Lokal

Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong

MIMIKA, BM

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika menyatakan komitmennya untuk memberikan perhatian lebih terhadap pengembangan perguruan tinggi di daerah, termasuk perguruan tinggi swasta.

Pasalnya, perguruan tinggi dinilai memiliki peran strategis dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) berkualitas.

Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, saat menghadiri Rapat Senat Wisuda Politeknik Amamapare Timika di Ballroom Hotel Cenderawasih 66 Timika, Jumat (24/7/2026) lalu.

Wabup Kemong mengatakan, berbagai masukan yang disampaikan Direktur Politeknik Amamapare Timika maupun Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah XIV Tanah Papua mengenai keterbatasan anggaran, fasilitas pendidikan, hingga dukungan bagi mahasiswa dari dua suku asli Mimika akan menjadi perhatian pemerintah daerah.

Menurutnya, Pemkab Mimika tidak ingin sekadar memberikan janji, tetapi akan menindaklanjuti berbagai aspirasi tersebut melalui pembahasan lebih lanjut bersama pihak kampus.

"Pemerintah tidak ingin memberi janji kosong, melainkan fokus mendengar aspirasi langsung dan menindaklanjutinya melalui diskusi lebih lanjut dengan pihak kampus. Salah satu opsi yang akan kami pertimbangkan adalah pemberian beasiswa atau bentuk dukungan lainnya bagi perguruan tinggi swasta," kata Wabup Emanuel.

Lanjutnya, kemampuan fiskal daerah saat ini mengalami penurunan dibanding beberapa tahun sebelumnya. Jika pada 2024 APBD Mimika mencapai sekitar Rp7 triliun, maka pada 2026 nilainya turun menjadi sekitar Rp5 triliun.

Sehingga, kondisi tersebut, mengharuskan pemerintah menyusun perencanaan anggaran secara lebih cermat agar seluruh sektor pembangunan, termasuk pendidikan tinggi tetap memperoleh dukungan.

"Sebelumnya APBD kita bisa mencapai Rp7 triliun, tetapi saat saya bersama Bapak Bupati menjabat APBD turun hingga sekitar Rp5 triliun. Jadi kami benar-benar harus menyusun perencanaan anggaran dengan baik sehingga semua sektor dapat berjalan," jelasnya.

Meski demikian, Wabup Kemong menilai penguatan perguruan tinggi di Mimika merupakan investasi jangka panjang yang perlu mendapat perhatian. Membangun kualitas kampus lokal akan memberikan manfaat yang lebih besar dibandingkan mengirim mahasiswa untuk menempuh pendidikan di luar daerah.

Dengan berkembangnya perguruan tinggi di Mimika, perputaran ekonomi di Papua juga akan meningkat, sekaligus membuka akses pendidikan tinggi yang lebih luas bagi generasi muda setempat.

"Kampus lokal ini lebih penting daripada kita mengirimkan anak-anak ke luar kota. Karena itu kami juga berharap kampus terus meningkatkan kualitasnya," ungkapnya. (Shanty Sang)

Top