MTQ ke-1 Tingkat Provinsi Papua Tengah Dimulai, 242 Peserta Siap Berkompetisi

Wakil Bupati Emanule Kemong saat menyampaikan sambutan

MIMIKA, BM

Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-I Tingkat Provinsi Papua Tengah Tahun 2026 resmi dibuka oleh Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan, SDM dan Pengembangan Otsus Pemprov Papua Tengah, Ukkas di Graha Eme Neme Yauware, Selasa (14/7/2026) malam. 

Ajang yang berlangsung hingga 16 Juli 2026 itu diikuti 242 peserta dari tujuh kabupaten yakni, Kabupaten Mimika sebagai tuan rumah, Nabire, Paniai, Dogiyai, Deyai, Puncak dan Kabupaten Puncak Jaya.

Selama pelaksanaan, peserta mengikuti perlombaan cabang Tilawah, Tartil, Hifzil Qur’an, Fahmil Qur’an, Syarhil Qur’an, Karya Tulis Ilmiah Al‑Qur’an, dan Kaligrafi.

Adapun tema yang diusung dalam perhelatan ini ialah "Menebar Cahaya Al-Qur’an dalam Harmoni Menuju Papua Tengah Emas yang Berkeadaban".

Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan, SDM dan Pengembangan Otsus Pemprov Papua Tengah, Ukkas dalam sambutannya menyampaikan, MTQ tidak hanya menjadi ajang perlombaan membaca dan menghafal Al'Quran tetapi juga sarana membentuk generasi Qurani yang berakhlak dan memperkuat persaudaraan.

"Pemerintah provinsi Papua Tengah akan terus mendukung pembinaan LPTQ dan pengembangan generasi Qurani sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia," kata Ukkas.

Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong menyampaikan bahwa kehadiran peserta MTQ dari 7 kabupaten merupakan suatu kehormatan dan kebanggaan bagi Kabupaten Mimika sebagai tuan rumah penyelenggaraan MTQ pertama tingkat Provinsi Papua Tengah.

"Amanah ini kami terima dengan penuh rasa syukur dan tanggung jawab, sebagai motivasi untuk memberikan pelayanan terbaik demi menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan ini," ujar Wabup Kemong.

Wabup mengatakan, penyelenggaraan MTQ ke-I ini merupakan sesuatu yang bersejarah. Untuk pertama kalinya sejak terbentuknya Provinsi Papua Tengah, kali ini baru melaksanakan MTQ tingkat provinsi di Mimika.

Menurutnya, kegiatan ini bukan hanya ajang perlombaan membaca, menghafal, memahami dan menafsirkan al-qur'an, tetapi juga menjadi wahana mempererat persaudaraan, serta masyarakat Papua Tengah memperkokoh persatuan.

"Tema MTQ tahun ini memiliki makna yang sangat mendalam, nilai-nilai al-qur'an mengajarkan kejujuran, kasih sayang, keadilan, kedamaian, dan persaudaraan. Sementara itu, nilai-nilai adat Papua mengajarkan penghormatan terhadap sesama manusia, pelestarian alam, musyawarah, gotong royong, dan semangat kebersamaan.

"Apabila kedua nilai luhur tersebut berjalan beriringan, kita akan mampu membangun Papua Tengah yang damai, harmonis, maju, dan bermartabat," ujarnya.

Ia mengajak seluruh peserta MTQ, menjadikan kegiatan ini bukan semata-mata sebagai ajang meraih prestasi, melainkan sebagai sarana memperkuat kecintaan terhadap al-qur'an serta mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.

Dan, kepada dewan hakim, diharapkan agar menjalankan amanah dengan penuh profesionalisme, objektivitas, dan integritas sehingga menghasilkan peserta terbaik yang akan mewakili provinsi papua tengah pada mtq tingkat nasional.

"Mari kita tunjukkan bahwa Mimika adalah rumah kita, rumah yang harmoni dalam keberagaman yang terbuka, aman, nyaman, serta mampu menjadi tuan rumah yang baik bagi seluruh tamu dari berbagai daerah yang datang ke Mimika ini," Pungkasnya.

Wakil Ketua I LPTQ Provinsi Papua Tengah, Herman Gafur berharap melalui MTQ ini dapat mencetak dan melahirkan generasi qurani yang berakhlak mulia yang kelak mampu mengharumkan nama Provinsi Papua Tengah, baik di perhelatan MTQ tingkat nasional maupun hingga ke kancah internasional.

"Saya juga berharap melalui MTQ ini akan lahir qari dan qariah, hafiz dan hafizah, serta generasi Qur'ani yang nampu mengharumkan nama Provinsi Papua Tengah pada MTQ tingkat nasional, bahkan di tingkat internasional," Pungkasnya. (Shanty Sang)

Top