Budaya

Ratusan Kepala Daerah Bakal Hadiri KKT, Persiapan Capai 50 Persen

Wakil Bupati Mimika sekaligus Ketua Umum KKT II, Emanuel Kemong

MIMIKA, BM

Persiapan pelaksanaan Konferensi Kota Toleransi (KKT) di Kabupaten Mimika, yang dijadwalkan berlangsung pada 14–16 November 2026, telah mencapai sekitar 50 persen.

Panitia kini mematangkan program kerja, kebutuhan anggaran, serta lokasi kegiatan yang direncanakan dihadiri 250 hingga 300 peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Wakil Bupati Mimika yang juga menjabat sebagai Ketua Umum KKT, Emanuel Kemong menyampaikan, saat ini, panitia tengah memfokuskan pembahasan pada rencana anggaran dan program kerja dari 10 bidang yang telah disiapkan sesuai kebutuhan konferensi.

“Panitia KKT ini sudah siap dan saya sudah beberapa kali menggelar pertemuan. Kami sepakat untuk menyusun rencana program kerja dari masing-masing bidang. Kurang lebih ada 10 bidang yang telah kami siapkan sesuai kebutuhan kegiatan,” kata Emanuel.

Emanuel menambahkan, tahap berikutnya yang segera diselesaikan adalah finalisasi rencana kerja dan penganggaran dari masing-masing bidang, yang akan kembali dibahas dalam rapat lanjutan di Kantor BPKAD Mimika.

Selain persiapan teknis dan penganggaran, panitia juga masih mempertimbangkan sejumlah alternatif lokasi pelaksanaan konferensi. Beberapa tempat yang menjadi pilihan antara lain Gedung Graha Eme Neme Yauware, Mimika Sport Center (MSC) SP 2, serta sejumlah hotel di Mimika.

Untuk diketahui, KKT 2026 diperkirakan dihadiri sekitar 250 hingga 300 peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Berdasarkan data sementara panitia, lebih dari 200 peserta telah mendaftar dan mengonfirmasi kehadiran.

“Selain peserta dari berbagai daerah, konferensi tersebut juga direncanakan menghadirkan sejumlah narasumber penting, termasuk perwakilan pimpinan daerah dari DKI Jakarta dan Gubernur Maluku Utara. Panitia juga mengupayakan agar pembukaan dan penutupan kegiatan dapat dilakukan oleh menteri terkait,"jelasnya.

Lebih lanjut, Emanuel menegaskan, KKT ini dirancang bukan sekadar agenda seremonial pemerintahan, tetapi benar-benar menjadi perayaan dan kepentingan masyarakat luas.

Tidak hanya itu, panitia berencana melibatkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal agar kemeriahan dan dampak positif acara dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Mimika.

"Jadi kita yang fasilitasi, tapi kepentingannya adalah untuk masyarakat. Nilai-nilai toleransi itu harus diwujudkan melalui kegiatan-kegiatan bersama masyarakat," ungkapnya. (Shanty Sang)

Kunjungi Gereja Katedral Tiga Raja, Ini Benang Merah Kapolres Mimika dan Harapannya - (part 2)

Kapolres Alredo Agustinus Rumbiak didampingi istri Ny. Asih dan Pastor Paroki Katedral Tiga Raja Timika, Pastor Amandus, Pr

MIMIKA, BM

Pada kunjungannya ke Gereja Katedral Tiga Raja, Timika pada misa Minggu (1/11/2026), Kapolres Mimika AKBP Alredo Agustinus Rumbiak didampingi istri Ny. Leony Sri Mintarsih mengenang awal mula ia datang ke Timika kepada Pastor Paroki Gereja Katedral Tiga Raja, Pastor Amandus Rahadat, Pr dan para umat.

“Saya pertama ke Timika tanggal 17 April 2004. Tempat pertama yang saya kunjungi disini, langsung dari bandara dengan Kapolres saat itu Paulus Waterpauw,” katanya.

“Tanggal 18, ada tahbisan Uskup pertama, waktu itu Uskup John Philip Saklil. Jadi, saya punya latar belakang yang sama, saat itu saya didoakan dan beliau (Pastor Amandus-red) adalah sahabat almarhum (John Philips Saklil-red),” kenangnya.

Saat itu, ia menyebut yang pertama kali mendoakannya adalah para uskup dari seluruh Indonesia.

“Kapolres Paulus datang kesini, bilang bapak pastor semua perkenalkan ini anak saya. Ini mau daftar polisi, calon pengganti saya. Doakan supaya dia bisa menjadi pemimpin disini di masa depan,” ungkapnya.

Dari cerita itu, ada satu harapan besar yang ia sampaikan bahwasanya tidak ada yang mustahil di mata Tuhan karena kedatangannya untuk kedua kali di Katedral Tiga Raja tersebut adalah sebagai Kapolres Mimika.

“Yakinlah dan tetap andalkan Tuhan pasti semua itu akan tercapai,” ucapnya.

Kapolres Mimika AKBP Alredo kemudian menyebut satu poin dari khotbah Pastor Amandus yang menyentuhnya.

“Jabatan, pangkat, dudukan itu semua akan sirna jadi jangan sombong. Itu betul sekali. Hal yang paling bisa menjatuhkan kita memang adalah kesombongan,” katanya.

Selain itu, ia juga menyinggung kasus yang terjadi di Kwamki Narama.

“Itu yang perang orang Kristen semua. Kalau saya tangkap itu setiap pelaku kejahatan itu semua nama Alkitab, ada si Matius, Markus, Lukas dan Yohannes. Memang sangat disayangkan. Keuntungan kita sebagai orang Kristen adalah kita sudah tahu kebenaran lebih dahulu tapi kita malas tahu,” sesalnya.

Ia berharap agar umat yang hadir dapat membantu pihak kepolisian untuk menyebarkan kebenaran dan kebaikan melalui perilaku.

Menurutnya, Kristen adalah cara hidup. Ia berharap agar Kristen sebagai agama mayoritas di Timika dapat menjadi panutan dan membawa terang dimana-mana sehingga label Timika “Tiap Minggu Kacau” berubah menjadi “Tiap Minggu Kasih”

“Kuncinya kau bertobat atau berobat masuk jeruji. Jadi, saya merasa bersyukur bisa mengikuti ibadah ini sebenarnya sudah direncanakan lama, saya mau ibadah pertama disini. Saya termasuk yang beruntung karena saya bukan hanya ibadah disini tapi langsung di Vatikan pada 2015 dan saya menerima pemberkatan,” kisahnya.

Ketika itu, Paus Fransiskus naik ke atas balkon dan memberkati dunia.

“Semua orang menunggu momen itu dan puji Tuhan saya dapat momen itu. Lucunya, Vatikan itu adalah tempat paling suci untuk Katolik sehinga yang datang bukan hanya Katolik tapi teman saya yang Muslim juga ikut untuk momen itu. Kita harus punya syukur yang besar karena kita mendapatkan momen itu,” ucapnya.

Ia juga mengenang kedekatannya dengan mertua yang beragama Katolik di Katolik Santo Thomas Kelapa Dua di Korps Brimob. Mertua yang sangat taat berdoa rosario hingga hayatnya yang terus mendoakan ia beserta anggota brimob lainnya.

“Tempat ini merupakan sejarah bagi hidup saya. Ditempat ini dan tidak akan pernah saya lupa, disini lah para pastor dari seluruh Indonesia mendoakan saya. Terimakasih untuk semuanya,” pungkasnya. (Elfrida Sijabat)

Kapolres Mimika Hadiri Misa di Gereja Katedral Tiga Raja, Pastor Amandus : Ini Merupakan Kebanggaan - (Part 1)

Pastor Paroki Gereja Katedral Tiga Raja, Pastor Amandus bersama Kapolres Mimika AKBP Alredo Agustinus Rumbiak usai misa

MIMIKA, BM

Kapolres Mimika AKBP Alredo Agustinus Rumbiak didampingi sang istri Ny. Leony Sri Mintarsih beserta jajaran menghadiri Misa Hari Raya Semua Orang Kudus pada Minggu (1/11/2026) di Gereja Katedral Tiga Raja, Timika.

Kehadirannya disambut hangat oleh Pastor Paroki Gereja Katedral Tiga Raja, Pastor Amandus Rahadat, Pr dan para umat yang hadir dalam misa tersebut.

Dalam khotbahnya yang diambil dari Iniil Matius 5:1-12 tentang Sabda Bahagia, Pastor Amandus mengatakan berbahagialah orang yang suci hatinya karena mereka akan melihat wajah Allah.

“Siapa saja yang masuk dalam hitungan orang Kudus? Pertama, dalam bacaan Kitab Wahyu yang kudus adalah mereka yang sudah mendapat materai Anak Allah, merekalah Ahli Waris Kerajaan Surga,” ucapnya.

“Siapa mereka? Dalam bacaan II, Surat I Rasul Yohannes, betapa besar kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita sehingga kita disebut anak-anak Allah. Hanya karena kasih diperkenankan menjadi anak-anak Allah lewat baptisan,” imbuhnya.

Menurutnya, akibat dari baptisan adalah dosa sudah dihapus, karena tidak ada dosa yang disebut kudus.

“Di hari perayaan orang kudus, pastor mau menekankan Yesus bersabda bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku, Tuhan, Tuhan akan masuk kerajaan surga melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku di surga,” tuturnya.

Sabda Bahagia yang diucapkan oleh Yesus dalam Injil harii ini memberikan penawaran dan menantang.

“Sabda bahagia menawarkan cara hidup. Pertama, untuk hidup miskin di hadapan Allah, berarti andalan utama adalah Tuhan bukan harta atau pangkat,” katanya.

Kedua yakni bersikap lemah lembut dan rendah hati serta hidup baik dengan orang lain.

“Kwamki Lama ini mayoritas orang Kristen dan tiap minggu kita dengar mereka berkelahi. Tidak sombong kepada orang lain. Sikap sombong bukan milik orang Kristiani,” ungkapnya.

Ketiga yakni lapar dan haus akan keadlian. Dimana keadilan harus menjadi santapan dan kebutuhan bagi orang Kudus.

“Menantang. Sabda bahagia menantang untuk menjadi orang yang berbela rasa, solider dengan orang yang menderita. Terimakasih kepada umat dimana setiap ada bencana kita selalu buat gerakan,” ujarnya.

Lanjutnya, jika ingin menjadi orang suci dan kudus harus memiliki rasa solidaritas, suci hati dan menjadi pembawa damai bagi sesama.

“Pesan yang bisa kita bawa pulang, pertama semua orang punya kans (kesempatan-red) yang sama untuk menjadi orang kudus. Dengan kata lain kita semua adalah calon orang Kudus,” jelasnya.

Pesan kedua adalah jangan terus menjadi calon kudus namun menjadi orang kudus dengan cara menjadi anak Tuhan dalam pikiran, perkataan dan perbuatan.

“Ketiga, dengan berusaha untuk menambah warga gereja baru. Tapi, jangan sampai menambah anggota gereja baru engkau menambah setan-setan. Keempat, semoga yang terjadi adalah tambah anggota baru di gereja, bertambah orang Kudus karena gereja menyediakan sarana-sarana untuk hidup baik sesuai Firman Tuhan,” pesannya.

Usai misa, Pastor Amandus mengucapkan terimakasih kepada Kapolres Mimika AKBP Alredo Agustinus Rumbiak atas kunjungan ke Gereja Katedral Tiga Raja, Timika.

“Terimakasih kepada Bapak Kapolres yang bersedia datang bersama kami di perayaan ini. Kami merasa begitu bangga dan bahagia bahwa orang nomor satu di bidang keamanan di kabupaten ini mau datang bersama kami,” ucapnya.

Pada kesempatan itu, Kapolres Mimika AKBP Alredo Agustinus Rumbiak pun menyampaikan bahwa Gereja Katedral Tiga Raja merupakan tempat yang bersejarah baginya. (Elfrida Sijabat)

Top