Kapolres Mimika Hadiri Misa di Gereja Katedral Tiga Raja, Pastor Amandus : Ini Merupakan Kebanggaan - (Part 1)
Pastor Paroki Gereja Katedral Tiga Raja, Pastor Amandus bersama Kapolres Mimika AKBP Alredo Agustinus Rumbiak usai misa
MIMIKA, BM
Kapolres Mimika AKBP Alredo Agustinus Rumbiak didampingi sang istri Ny. Leony Sri Mintarsih beserta jajaran menghadiri Misa Hari Raya Semua Orang Kudus pada Minggu (1/11/2026) di Gereja Katedral Tiga Raja, Timika.
Kehadirannya disambut hangat oleh Pastor Paroki Gereja Katedral Tiga Raja, Pastor Amandus Rahadat, Pr dan para umat yang hadir dalam misa tersebut.
Dalam khotbahnya yang diambil dari Iniil Matius 5:1-12 tentang Sabda Bahagia, Pastor Amandus mengatakan berbahagialah orang yang suci hatinya karena mereka akan melihat wajah Allah.
“Siapa saja yang masuk dalam hitungan orang Kudus? Pertama, dalam bacaan Kitab Wahyu yang kudus adalah mereka yang sudah mendapat materai Anak Allah, merekalah Ahli Waris Kerajaan Surga,” ucapnya.
“Siapa mereka? Dalam bacaan II, Surat I Rasul Yohannes, betapa besar kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita sehingga kita disebut anak-anak Allah. Hanya karena kasih diperkenankan menjadi anak-anak Allah lewat baptisan,” imbuhnya.
Menurutnya, akibat dari baptisan adalah dosa sudah dihapus, karena tidak ada dosa yang disebut kudus.
“Di hari perayaan orang kudus, pastor mau menekankan Yesus bersabda bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku, Tuhan, Tuhan akan masuk kerajaan surga melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku di surga,” tuturnya.
Sabda Bahagia yang diucapkan oleh Yesus dalam Injil harii ini memberikan penawaran dan menantang.
“Sabda bahagia menawarkan cara hidup. Pertama, untuk hidup miskin di hadapan Allah, berarti andalan utama adalah Tuhan bukan harta atau pangkat,” katanya.
Kedua yakni bersikap lemah lembut dan rendah hati serta hidup baik dengan orang lain.
“Kwamki Lama ini mayoritas orang Kristen dan tiap minggu kita dengar mereka berkelahi. Tidak sombong kepada orang lain. Sikap sombong bukan milik orang Kristiani,” ungkapnya.
Ketiga yakni lapar dan haus akan keadlian. Dimana keadilan harus menjadi santapan dan kebutuhan bagi orang Kudus.
“Menantang. Sabda bahagia menantang untuk menjadi orang yang berbela rasa, solider dengan orang yang menderita. Terimakasih kepada umat dimana setiap ada bencana kita selalu buat gerakan,” ujarnya.
Lanjutnya, jika ingin menjadi orang suci dan kudus harus memiliki rasa solidaritas, suci hati dan menjadi pembawa damai bagi sesama.
“Pesan yang bisa kita bawa pulang, pertama semua orang punya kans (kesempatan-red) yang sama untuk menjadi orang kudus. Dengan kata lain kita semua adalah calon orang Kudus,” jelasnya.
Pesan kedua adalah jangan terus menjadi calon kudus namun menjadi orang kudus dengan cara menjadi anak Tuhan dalam pikiran, perkataan dan perbuatan.
“Ketiga, dengan berusaha untuk menambah warga gereja baru. Tapi, jangan sampai menambah anggota gereja baru engkau menambah setan-setan. Keempat, semoga yang terjadi adalah tambah anggota baru di gereja, bertambah orang Kudus karena gereja menyediakan sarana-sarana untuk hidup baik sesuai Firman Tuhan,” pesannya.
Usai misa, Pastor Amandus mengucapkan terimakasih kepada Kapolres Mimika AKBP Alredo Agustinus Rumbiak atas kunjungan ke Gereja Katedral Tiga Raja, Timika.
“Terimakasih kepada Bapak Kapolres yang bersedia datang bersama kami di perayaan ini. Kami merasa begitu bangga dan bahagia bahwa orang nomor satu di bidang keamanan di kabupaten ini mau datang bersama kami,” ucapnya.
Pada kesempatan itu, Kapolres Mimika AKBP Alredo Agustinus Rumbiak pun menyampaikan bahwa Gereja Katedral Tiga Raja merupakan tempat yang bersejarah baginya. (Elfrida Sijabat)











